... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Biayai Perang dengan Hutang, Bunga Pinjaman AS Capai $ 8 Miliar

KIBLAT.NET, Washington – Biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat dalam perang global melawan “teror” masih harus dikalkulasi kembali. Ada alasan yang sangat kuat untuk melakukan penghitungan biaya tersebut. Secara keseluruhan, faktanya AS sendiri belum membayar biaya-biaya perang yang ada, dan Amerika membiayai berbagai perang dan konflik itu dari hutang.

Dengan berjalannya waktu, semakin lama ongkos perang akan semakin mahal. Membiayai perang artinya bukan hanya membayar harga sebuah konflik, namun juga membayar bunga-bunga pinjaman alias hutang yang nilainya sangat masif.

Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa untuk bunganya saja dari seluruh hutang Amerika selama lebih dari satu dekade diperkirakan mencapai US$ 8 trilyun. Sejauh ini, AS baru membayar US$ 534 miliar untuk kepentingan membiayai operasi militer di luar negeri.

Itulah nominal hutang yang sudah atau baru dibayar oleh Amerika. Sementara berbagai perang yang telah digelar AS menunjukkan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Bahkan Pentagon mempertegas kehadiran militer Amerika di Iraq akan bersifat permanen.

Ketika pemerintah AS berbicara mengenahi “biaya” perang melawan teror, mereka umumnya membatasi penghitungan angkanya lebih spesifik pada operasi-operasi di luar negeri. Oleh karena itu, aspek “biaya veteran”di antaranya, tentu akan membuat kalkulasi nominal pemerintah menjadi sangat kecil. Belum lagi ditambah dengan bunga pinjaman, maka biaya total akan semakin membengkak hingga pada level tertinggi.

Apakah AS akan mampu menanggung semua beban biaya tersebut yang notabene tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya? Sementara baru sebagian kecil biaya perang yang telah dibayar, satu-satunya harapan bagi AS adalah terus menggantungkan diri pada hutang. [hun]

Sumber: Antiwar
Redaktur: YasinMuslim

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Beda Sikap Anies dan Ahok Tanggapi Penolakan Masyarakat

Setiap kepala beda isi. Perkataan tersebut agaknya tepat jika dicocokkan antara Basuki Thahaja Purnama dan Anies Baswedan ketika memimpin Jakarta.

Senin, 13/11/2017 21:59 0

Indonesia

Anies Tak Permasalahkan Aksi Walk Out Ananda Sukarlan di Kolese Kanisius

Memperingati 90 tahun Kolese Kanius pada Sabtu (11/11/2017), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ikut diundang.

Senin, 13/11/2017 21:40 0

Indonesia

Pianis Ananda Sukarlan Walk Out saat Anies Baswedan Berpidato

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diundang oleh Kolese Kanisius untuk memberi sambutan dalam acara ulang tahun ke 90 Kolese Kanisius.

Senin, 13/11/2017 21:09 0

Indonesia

Kebakaran Mapolres Dharmasraya, Thaghut dan Allahu Akbar Jadi Indikasi Polisi Sebut Serangan Teroris

"Yang jelas indikasi sementara serangan dari teroris, karena ada kata-kata thagut dan Allahu Akbar

Senin, 13/11/2017 20:28 0

Indonesia

Manager Nasution: Negara Wajib Selamatkan Warga yang Disandera OPM

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa negara harus mampu menjamin keamanan warga Papua yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Senin, 13/11/2017 19:47 0

Indonesia

Menjelang Disidang, Asma Dewi Akan Ajukan Penangguhan Penahanan

pengacara masih mengupayakan penangguhan penahanan terhadap Asma yang sempat dituduh sebagai bendahara Saracen

Senin, 13/11/2017 18:59 0

Indonesia

Isu Penjualan Bandara Soetta, Rizal Ramli: Pernah Jadi Rencana Megawati

Isu penjualan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sempat ramai di publik akhir-akhir ini. Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia, Rizal Ramli.

Senin, 13/11/2017 15:04 0

Indonesia

Maneger Nasution: Negara Tak Boleh Kalah dengan Teroris Papua

Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Uhamka, Maneger Nasution menegaskan bahwa negara harus bisa mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Ia menekankan, siapapun aktornya harus diproses hukum.

Senin, 13/11/2017 14:06 0

Indonesia

KKB Papua Diimbau Segera Menyerahkan Diri

Maklumat tersebut telah disebarkan di wilayah Tembagapura meliputi Kampung Utikini, Kampung Kembeli, Kampung Banti, Kampung Obitawak, Kampung Arwanop dan Kampung Singa.

Senin, 13/11/2017 12:17 0

Indonesia

IPW: Pemerintah Harus Jelaskan Nasib Warga Papua yang Disandera

Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak kepolisian untuk menjelaskan nasib ratusan warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata di Mimika Papua. Sebab mereka sudah seminggu disandera.

Senin, 13/11/2017 11:08 0