... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Walid As-Sinani, Teladan dalam Menyampaikan Kebenaran di Hadapan Penguasa

Penangkapan Walid As-Sinani

Kabar tentang diskusi antara syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dan  Walid As-Sinani –Hafizahullah  -pun tersebar luas. Pihak kementerian dalam negeri mulai gusar bahwa hasil diskusi ini akan mempengaruhi ulama dan khalayak luas. Akhirnya pada bulan Jumadil Awal 1416 H/1995, Walid ditangkap ketika duduk di masjid bakda magrib menunggu dikumandangkannya adzan isya’.

Walid ditempatkan di dalam sel khusus dan sulit untuk mendapatkan izin bertemu dengan siapapun. Namun, ada beberapa ulama yang di penjara tahun 90-an seperti syaikh Salman, syaikh Safar, syaikh Said bin Zair dan lainnya diberi keleluasaan bertemu dengan Walid. Pembolehan itu sebenarnya bertujuan agar para masyayikh bisa mempengaruhi pemikiran Walid.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Pemerintah justru khawatir para ulama itu justru ikut arus pemikiran Walid karena memang ia dikenal sebagai pendebat ulung dengan hujjah yang kuat. Karena kekhawatiran inilah pada akhirnya Walid tidak diizinkan dijenguk siapapun hingga pengadilan pertama diselenggarakan.

Persidangan Pertama

Walid menjalani sidang pertamanya di pengadilan ibu kota, Riyadh. Hakim ingin berusaha membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan pemerintah. Hakim mengatakan bahwa hukuman kepadanya meakan diperingan dengan satu syarat. Syaratnya adalah Walid harus menghentikan seluruh pembicaraan yang sedang booming saat itu.

Walid menolak dengan mentah-mentah syarat itu. Baginya apapun yang terjadi pada dirinya di dunia ini bukanlah suatu masalah. Mendengar jawaban tegas ini, hakim memutuskan Walid untuk diisolasi selama 7 tahun dari 1423 H hingga 1430 H. Selama pengasingan itu, Walid dilarang untuk dikunjungi, mengunjungi dan berkomunikasi via apapun. Selama 7 tahun ini Walid seolah bener-benar hilang dari muka bumi walau sebenarnya dirinya masih hidup. Bahkan ia tidak diberi kabar penting ketika ayahnya meninggal dan anak-anaknya ditangkap.

Di sela-sela masa hukuman itu, menteri dalam negeri seakan tidak puas dengan putusan hakim. Maka, menteri menugaskan sekelompok ulama, termasuk anggota senior ulama untuk menfatwakan hukuman bunuh bagi Walid dengan tuduhan berpaham khawarij. Setelah fatwa itu rampung, jaksa pun memberikan tuntutan hukum itu kepada pengadilan.

Apa yang dikatakan Walid ketika mengetahui hal ini? Senyuman justru terkembang dari bibirnya karena ia berkesempatan mendapatkan syahadah karena mempertahankan kebenaran. Sebaliknya, menteri dalam negeri menjadi ciut nyalinya. Ia takut hal-hal yang tidak baik justru akan berbalik kepadanya. Maka, tuntutan itu pun dicabut.

BACA JUGA  Gerakan Sahwah di Arab Saudi: Dulu Dirangkul, Kini Dimusuhi

Persidangan Kedua

Menteri dalam negeri kembali memutar otak setelah hukuman-hukuman yang dijatuhkan pada Walid sama sekali tidak membuatnya bergeming. Bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun dari dalam diri Walid ketika vonis mati diberikan padanya. Alih-alih pemerintah memaksa Walid untuk taraju’ dari pemikirannya, Walid justru makin gigih mempertahankan pemikirannya. Hilangnya nyawa dari tubuh pun tidak membuatnya ciut.

Maka, mendagri berinisiatif memenjarakan Walid dengan jangka waktu yang lama agar dia tersiksa dan mau taraju’. Dibentuklah sebuah komite khusus yang terdiri dari 3 hakim yang mengadili  dan mengadakan sidang secara rahasia tanpa sepengetahuan keluarga Walid, apalagi pengacara. Komite ini mengadakan pengadilan in absentia tanpa kehadiran Walid. Hal ini disengaja karena komite takut kalah berdebat dengan Walid jika dirinya dihadirkan. Maka, dengan keputusan sepihak sekonyong-konyong dikeluarkan putusan hukuman 15 tahun penjara.

Penangkapan kerabat Walid As-Sinani

Selama Walid berkhalwat di penjara, ada beberapa kejadian penting yang kabarnya tidak sampai padanya. Pada 1424 H, kedua anak Syaikh, Subai’ 17 tahun dan Zamil 14 tahun, ditangkap. Subai’ mendekam dipenjara selama dua tahun setengah dan Zamil dipenjara selama tiga bulan. Sebelum Subai’ dibebaskan, Ibrahim dan Zamil dipenjara lagi.

Maka selama tiga bulan rumah Syaikh tidak dihuni para lelaki. Bahkan penangkapan itu berulang kembali. Setelah 2 tahun kebebasannya, Subai’ kembali dipenjara untuk yang kedua kalinya, serta Zamil juga dipenjara untuk yang ketiga kalinya selama 9 bulan.

Masih pada tahun 1424, keponakan Walid yang bernama Usamah ditangkap. Enam tahun kemudian, keponakannya yang lain yang bernama Umar ditangkap sekaligus sang kakak, Ahmad As-Sinani. Kemudian secara berurutan keponakan-keponakan yang lain juga ditangkap, Shalih, Abdurahman. Penangkapan-penangkapan itu dilakukan oleh pihak keamanan dengan alasan inspeksi atau pengecekan mendadak. Inspeksi ini menimbulkan trauma bagi keluarga Sinani karena mereka merangsek masuk ke rumah dengan menenteng senjata. Anggota keluarga As-Sinani diberlakukan seperti pelaku kriminal.

Kejadian penting lainnya adalah ketika ayah dan kakaknya meninggal dunia. Kakak Walid adalah dai terkenal, ia sangat mencintai kakaknya. Ketika ia mengetahui bahwa kakaknya telah tiada, ia berwasiat agar dikuburkan di sampingnya setelah meninggal nanti. Walid tetap teguh dalam pendiriannya memegang prinsip yang ia yakini.

BACA JUGA  Dari Haji Untuk Indonesia

Walid menjalani hari-hari di penjara dengan dzikir, membaca Al-Quran, shalat dan mengkaji kitab-kitab. Meskipun dirinya terisolasi dengan dunia luar, jiwanya tetap hidup dan senyuman tetap muncul dari wajahnya. Kesendiriannya ia manfaatkan untuk berkhalwat dengan Allah Azza wa Jalla.

Kedekatannya dengan Sang Pencipta membuat dirinya tangguh menghadapi ancaman apapun. Ada beberapa tahanan yang menceritakan bahwa suatu hal yang sangat mustahil Walid meminta sesuatu kepada sipir penjara. Sampai dalam hal makanan pun ia tidak pernah meminta-minta hingga membuat para sipir takut terjadi apa-apa dengan dirinya. Sikap ke”wara”an sekaligus kesabarannya benar-benar menginspirasi orang di sekitarnya. Hingga syaikh Sulaiman Al-Ulwan berujar,”Walid adalah imam kita dalam kesabaran.”

Walid terakhir muncul pada Ahad sore, 17 September 2013 dalam acara televisi Ats-Tsaminah di channel televisi mbc. Ini adalah acara interview dengan Dawud Asy-Syiryani. Cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan. Salah satu pernyataan dari sekian banyak yang Walid katakan adalah ketika Dawud bertanya soal apa yang akan Walid lakukan jika ia dibebaskan.

“Jika saya dibebaskan, saya akan berjihad sesuai kemampuan.” jawabnya tegas. Dia juga menegaskan bahwa jika bebas, ia akan mengajak anak-anaknya berjihad ke Afghanistan dan hidup dengan sebenar-benarnya kehidupan di sana. Dari kelantangannya, Walid memang sangat memegang teguh apa yang ia yakini kebenarannya. Ia adalah seorang muslim yang tidak pernah goyah prinsipnya sampai kapan pun. Masya Allah…

Walid As-Sinani Saat Ini

Berangkat dari rilisan yang diangkat di majalah Ar-Risalah edisi 3 Shafar 1439 H, sampai saat ini Walid As-Sinani tidak diketahui bagaimana keadaanya. Namun, jika kita melihat dari apa yang telah berjalan selama ini, kemungkinan “Imam dalam kesabaran” ini masih berada di dalam jeruji besi dan ini sudah masuk tahun ke-23.  Semoga Allah senantiasa meneguhkan hatinya di dalam al-haq hingga malaikat Izrail datang menjemput. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis: Dhani El_AShim
Editor: Arju

Sumber

  1. http://muslimconditions.com/
  2. http://www.mbc.net/ar/programs/althamena/articles
  3. https://www.fadaeyat.co/vb/fadaeyat55895/
  4. https://www.memri.org/reports/imprisoned-saudi-jihad-cleric-walid-al-sinani-if-released-i-will-wage-jihad-afghanistan-my
  5. https://twitter.com/al_senani2

 

1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Inilah Tiga Problem Genting di Indonesia Menurut Ketua MPR

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan memaparkan beberapa problematika yang terjadi di nusantara

Sabtu, 11/11/2017 15:01 0

Indonesia

DPP IMM Desak Jokowi Turunkan Luhut, Kenapa?

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Aris Munandar mendesak pada pemerintah agar Menteri Luhut Binsar Panjaitan dilengserkan dari jabatannya.

Sabtu, 11/11/2017 14:10 0

Indonesia

Ustadz Bachtiar Nasir Juluki Garut sebagai ‘Bumi Persatuan’

Terik matahari terasa menyengat di lapangan Kerkoff, Jalan Tarogong Kidul, Garut. Sebuah lapangan yang digunakan untuk tabligh akbar Ustadz Bachtiar Nasir dan ketua Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Sobri Lubis.

Sabtu, 11/11/2017 13:45 0

Opini

Saudi Telah Berakhir

KIBLAT.NET- Ketika menemui Donald Trump di Amerika Serikat bulan maret lalu, menteri pertahanan Arab Saudi...

Sabtu, 11/11/2017 13:15 0

Indonesia

Hikmah Banser Bubarkan Kajian, KH Nonop Hanafi: Tabligh Akbar Garut Jadi Viral

Inisiator long march Ciamis-Jakarta saat Aksi Bela Islam 212, KH. Nonop Hanafi turut menghadiri tabligh akbar di Garut.

Sabtu, 11/11/2017 12:44 0

Yaman

UNICEF: 400.000 Anak-anak Yaman Terancam Mati Kelaparan

UNICEF menyatakan bahwa ada ribuan anak-anak di Yaman yang beresiko mengalami kematian karena akibat malnutrisi. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Sekjen UNICEF Mark Lowcock.

Sabtu, 11/11/2017 12:12 0

Indonesia

Tabligh Akbar UBN di Garut Diawali Penyerahan Santunan untuk Anak Yatim

Tabligh akbar di Garut kali ini diwarnai dengan santunan kepada puluhan anak yatim. Santunan tersebut diberikan melalui sekertaris panitia, Ivan Rivanora.

Sabtu, 11/11/2017 11:26 0

Foto

(Foto) Begini Ramainya Lapangan Kerkoff Garut Jelang Kajian UBN

Meski belum memasuki waktu dimulainya tabligh akbar, ribuan umat Islam dari berbagai daerah sudah memadati lapangan Kerkoff, Jl. Tarogong Kidul, Garut. Mereka terdiri dari berbagai usia, tua hingga muda.

Sabtu, 11/11/2017 11:15 0

Myanmar

Myanmar Tangkap Dua Wartawan Media Turki

Kedua jurnalis itu berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Mereka bekerja untuk radia dan televisi Turki. Dua pendampingnya warga Myanmar juga ikut ditangkap.

Sabtu, 11/11/2017 09:00 0

Video Kajian

Target Allah Dalam Memenangkan Umat Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Allah SWT telah memberikan target dan prediksi kemenangan umat Islam dalam Al Quran....

Sabtu, 11/11/2017 08:00 0

Close