... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Saudi Telah’Berakhir’

Foto: Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Dia memerintah kampanye penangkapan untuk melawan"korupsi"

KIBLAT.NET- Ketika menemui Donald Trump di Amerika Serikat bulan maret lalu, menteri pertahanan Arab Saudi pangeran Mohammad bin Salman membuat sebuah pernyataan mengejutkan khususnya bagi dunia Islam. Pangeran berusia tiga puluh satu tahun yang kala itu berstatus sebagai deputi putra mahkota menyatakan bahwa Trump tidaklah seperti yang digambarkan oleh media selama ini, khususnya mengenai sikap permusuhannya terhadap Islam. Bahkan menurut MBS Trump sangat ideal untuk dijadikan “true friend” oleh orang-orang Islam.

Wajar bagi dunia Islam tentunya mempertanyakan landasan teologis pernyataan tersebut, khususnya kaum muslimin di Indonesia yang pada bulan-bulan itu masih “ribut-ribut” perihal surat Al Maidah ayat 51. Sejauh pengetahuan saya pun memang tidak ada ayat maupun hadits yang bisa membenarkan pernyataan pangeran dari negeri yang katanya paling nyunnah itu.

Kejutan tak berakhir di situ, MBS sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap operasi Decesive Storm di Yaman pada bulan juni diangkat sebagai putra mahkota oleh ayahnya. Hal ini telah merusak tradisi kerajaan arab saudi, di mana putra mahkota sebelumnya Mohammed bin Nayef kehilangan kesempatan menjadi raja bukan karena kematiannya.Dan MBS juga dapat menjalankan peran sebagai raja ketika nantinya kondisi kesehatan sang ayah tak lagi memungkinkan untuk menjalankan roda pemerintahan.

Kejutan selanjutnya adalah di hari yang sama dia juga dilantik menjadi deputi perdana menteri. Walhasil, MBS setidaknya merangkap tiga jabatan; menteri pertahanan, deputi perdana menteri, dan juga putra mahkota.

Sejak menjadi putra mahkota, tampak sekali dominasi MBS di lingkungan kerajaan. Dan dengan dalih menjaga stabilitas kerajaan, dia pun menyingkirkan beberapa anggota kerajaan yang dianggap berpotensi menyaingi otoritasnya, dan beberapa ulama yang dianggap “mengganggu” pun ikut disingkirkan.

Pada bulan September, kepolisian Saudi melakukan penangkapan dan penahanan terhadap puluhan ulama tanpa alasan yang jelas dan masuk akal, termasuk di antaranya Syaikh Salman Al Audah dan Dr Aidh Al Qarni.

Dan puncaknya adalah pada hari sabtu pekan lalu (04/11/2017), dia memecat beberapa menteri senior dan menangkap puluhan orang terkaya di negeri itu dengan dalih pemberantasan korupsi.

Mereka yang ditahan adalah para pangeran, menteri, dan mantan menteri. Termasuk di antara mereka adalah Al Walid bin Talal, seorang pangeran yang terdaftar di urutan manusia terkaya di kolong langit ini.

Dan publik pun mulai bertanya-tanya mengenai keberadaan Mohammed bin Nayef saat ini. Karena dia belum pernah tampil di muka umum sejak bulan juni dan berhembus kabar bahwa sedang berada di tahanan rumah.

Christopher Davidson akademisi Durham University menyatakan bahwa MBS sedang merubah negara yang selama ini diatur oleh aturan keluarga Saud menuju tipe negara yang lebih otoritarian, yaitu di bawah kontrol satu orang.

“Dengan menyingkirkan kaum super kaya, sesama pangeran, raja media, dan bos kontruksi, MBS menunjukkan bahwa kini tidak ada orang yang di luar kendalinya, dan kini dia telah menjadi pemimpin “one man regime” yang lebih otoriter. Dengan ini, konsensus-konsensus lama yang menjadi fondasi dinasti tersebut dalam beberapa hal telah mengalami keruntuhan pada tahun ini,” lanjut Christopher.

Para analis barat memandang bahwa aksi bersih-bersih ala MBS berpotensi membawa keluarga besar Al Saud kepada perpecahan yang lebih luas, sementara negara tersebut sedang berjuang untuk menyeimbangkan finansialnya di tengah harga minyak dunia yang semakin rendah.

Bruce Riedel seorang veteran CIA menggambarkan penangkapan massal tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.“Politik keluarga kerajaan secara tradisional bersifat konsensual, dan sangat menekankan pada budaya kesopanan serta menjaga kehormatan, bahkan untuk para menteri yang gagal sekalipun,” ujar Riedel.

Lebih lanjut Riedel meramalkan bahwa tingkah polah MBS ini hanya akan menyebabkan kekacauan di dalam negeri. “Akan ada banyak rasa tidak puas yang dipendam, dan kerajaan akan menuju ketidakstabilan.”

Kebijakan-kebijakan domestik MBS juga rentan memicu ketidakstabilan. Atas nama reformasi ekonomi dan sosial, saham ARAMCO ditawarkan secara terbuka ke publik dan aturan larangan mengemudi bagi wanita dihapuskan.

Jika kegilaan ini berlanjut, para analis barat berpendapat kekhawatiran akan terjadinya peperangan berdarah antar dua kekuatan besar di Timur Tengah yaitu Arab Saudi dan Iran akan menjadi nyata.

Karena seorang pangeran muda yang tak bisa diintervensi siapapun kini tengah menjadi penentu kebijakan luar negeri salah satu kekuatan tersebut, sementara di sisi lain AS dan Israel selalu memandang Iran sebagai ancaman di kawasan timur tengah.

Namun apapun yang terjadi, entah kekhawatiran itu terwujud atau tidak. Tetap saja kita layak untuk merasa terhormat bisa menyaksikan sebuah peristiwa menarik yang mungkin layak disebut akhir dari sebuah sejarah.

Setelah Tembok Berlin runtuh dan Perang Dingin berakhir, Francis Fukuyama mengeluarkan argumennya yang terkenal bahwa “Sejarah telah berakhir”. Kata Fukuyama, kita akan segera melihat ujung sejarah karena pergelutan ideologis abad 20 telah berakhir dengan demokrasi liberal Barat keluar sebagai pemenang. Fukuyama belakangan terbukti tidak akurat karena Rusia dan Cina sekarang masih baik-baik saja, bahkan berjaya.

Dan ternyata Saudi kini memiliki Fukuyama-nya sendiri. Maka mari kita “nikmati” saja segala kekacauan ini dengan kalimat yang mungkin menarik untuk dikutip.“Saudi” telah berakhir, dengan bin Salman sebagai pemenangnya.

Penulis : Rusydan Abdul Hadi
Sumber : aljazeera.com, bloomberg.com, middleeasteye.net

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hikmah Banser Bubarkan Kajian, KH Nonop Hanafi: Tabligh Akbar Garut Jadi Viral

Inisiator long march Ciamis-Jakarta saat Aksi Bela Islam 212, KH. Nonop Hanafi turut menghadiri tabligh akbar di Garut.

Sabtu, 11/11/2017 12:44 0

Yaman

UNICEF: 400.000 Anak-anak Yaman Terancam Mati Kelaparan

UNICEF menyatakan bahwa ada ribuan anak-anak di Yaman yang beresiko mengalami kematian karena akibat malnutrisi. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Sekjen UNICEF Mark Lowcock.

Sabtu, 11/11/2017 12:12 0

Indonesia

Tabligh Akbar UBN di Garut Diawali Penyerahan Santunan untuk Anak Yatim

Tabligh akbar di Garut kali ini diwarnai dengan santunan kepada puluhan anak yatim. Santunan tersebut diberikan melalui sekertaris panitia, Ivan Rivanora.

Sabtu, 11/11/2017 11:26 0

Foto

(Foto) Begini Ramainya Lapangan Kerkoff Garut Jelang Kajian UBN

Meski belum memasuki waktu dimulainya tabligh akbar, ribuan umat Islam dari berbagai daerah sudah memadati lapangan Kerkoff, Jl. Tarogong Kidul, Garut. Mereka terdiri dari berbagai usia, tua hingga muda.

Sabtu, 11/11/2017 11:15 0

Myanmar

Myanmar Tangkap Dua Wartawan Media Turki

Kedua jurnalis itu berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Mereka bekerja untuk radia dan televisi Turki. Dua pendampingnya warga Myanmar juga ikut ditangkap.

Sabtu, 11/11/2017 09:00 0

Video Kajian

Target Allah Dalam Memenangkan Umat Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Allah SWT telah memberikan target dan prediksi kemenangan umat Islam dalam Al Quran....

Sabtu, 11/11/2017 08:00 0

Afrika

Blogger Penista Nabi Divonis Ringan, Umat Islam Mauritania Marah

Sebuah pengadilan banding di Nouadhibou pada Kamis (09/11) mengurangi hukuman Amkhteir menjadi dua tahun penjara dan denda setelah pengadilan utama memvonis dia bersalah karena melakukan kejahatan murtad serta menjatuhkan hukuman mati.

Sabtu, 11/11/2017 07:00 0

Indonesia

Alasan Keamanan, Panitia Pindahkan Lokasi Tabligh Akbar Garut

Dengan alasan kenyamanan, Polres Garut mengalihkan lokasi tabligh akbar. Menurut Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga lokasi dialihkan dari Masjid Agung Garut ke lapangan sepakbola Kerkof, Jalan Tarogong Kidul.

Jum'at, 10/11/2017 20:29 0

Indonesia

Ada Penolakan, Polisi Berikan Pengamanan Ekstra di Tabligh Akbar Garut

Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan bahwa kepolisian akan mengerahkan banyak personil untuk mengamankan tabligh akbar Ustadz Bachtiar Nasir

Jum'at, 10/11/2017 17:42 1

Indonesia

Tokoh Agama Himbau Warga Garut Sambut Pendatang Layaknya Muhajirin

Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh agama Garut, KH. Abdul Halim

Jum'at, 10/11/2017 17:12 0