... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Inilah Tiga Problem Genting di Indonesia Menurut Ketua MPR

Foto: Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) saat menghadiri Apel Akbar KOKAM di Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (22-10-2017)

KIBLAT.NET, Jakarta- Dalam pengajian bulanan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jumat (10/11/2017), Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan memaparkan beberapa problematika yang terjadi di nusantara.

Dalam acara yang bertajuk “Membangun Jakarta yang Berkemajuan” di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Zulkifli menyebutkan ada beberapa masalah “kronis” yang tengah terjadi di Indonesia. Pertama menurut Zulkifli adalah kemiskinan.

“Masalah kita yang kronis (adalah) kemiskinan. Saya kira pak gubernur tau persis masalah kemiskinan ini.” kata Zulkifli kepada Gubernur DKI Jakarta. Masalah kedua, menurut mantan Menteri Kehutanan itu adalah kesenjangan. Dia kemudian memaparkan beberapa contoh extreem dari kesenjangan.

“1% orang kaya menguasai 50% seluruh aset yang ada di republik, 1,25% rekening yang ada di seluruh bank menguasai 85% dari semua jumlah uang, 5% orang terkaya mengkonsumsi 70% dari konsumsi nasional.” ungkapnya.

“Negeri ini telah bersumpah yang diterjemahkan dalam pasal 33, bahwa kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, senasib sepenanggungan. Tapi faktanya, kepemilikan aset sumber sumber daya alam dipegang oleh pemilik konsensi. Jadi, 1% orang menguasai sumber daya alam hampir 70%,” lanjut Zulkifli.

Pasal yang dimaksud oleh ketua MPR tersebut adalah ayat ke 3 dari pasal 33 yang berbunyi, “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

BACA JUGA  KAMMI Desak Jokowi Segera Selesaikan Polemik KPK

“Yang selanjutnya adalah injustice(penegakan hukum), mana pak Khathath, dia sudah merasakan itu. Kemarin dia sempat ngekost,” kata Zulkifli sembari melambaikan tangan kepada Sekjen FUI yang beberapa waktu lalu sempat ditahan atas tuduhan makar.

Terakhir, menurut pria kelahiran tahun 1962 tersebut adalah perihal korupsi.

“Dalam 1 bulan, 6 kepala daerah kena KPK, kalo satu tahun terus begitu berapa yang kena.” ujarnya.

Reporter: Qoid
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Saudi Telah Berakhir

KIBLAT.NET- Ketika menemui Donald Trump di Amerika Serikat bulan maret lalu, menteri pertahanan Arab Saudi...

Sabtu, 11/11/2017 13:15 0

Yaman

UNICEF: 400.000 Anak-anak Yaman Terancam Mati Kelaparan

UNICEF menyatakan bahwa ada ribuan anak-anak di Yaman yang beresiko mengalami kematian karena akibat malnutrisi. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Sekjen UNICEF Mark Lowcock.

Sabtu, 11/11/2017 12:12 0

Foto

(Foto) Begini Ramainya Lapangan Kerkoff Garut Jelang Kajian UBN

Meski belum memasuki waktu dimulainya tabligh akbar, ribuan umat Islam dari berbagai daerah sudah memadati lapangan Kerkoff, Jl. Tarogong Kidul, Garut. Mereka terdiri dari berbagai usia, tua hingga muda.

Sabtu, 11/11/2017 11:15 0

Myanmar

Myanmar Tangkap Dua Wartawan Media Turki

Kedua jurnalis itu berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Mereka bekerja untuk radia dan televisi Turki. Dua pendampingnya warga Myanmar juga ikut ditangkap.

Sabtu, 11/11/2017 09:00 0

Video Kajian

Target Allah Dalam Memenangkan Umat Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Allah SWT telah memberikan target dan prediksi kemenangan umat Islam dalam Al Quran....

Sabtu, 11/11/2017 08:00 0

Afrika

Blogger Penista Nabi Divonis Ringan, Umat Islam Mauritania Marah

Sebuah pengadilan banding di Nouadhibou pada Kamis (09/11) mengurangi hukuman Amkhteir menjadi dua tahun penjara dan denda setelah pengadilan utama memvonis dia bersalah karena melakukan kejahatan murtad serta menjatuhkan hukuman mati.

Sabtu, 11/11/2017 07:00 0

Amerika

Biaya Perang AS Sejak 11/9 Ternyata Tiga Kali Lipat dari Estimasi Awal Pentagon

Sebuah kajian terbaru mengenahi jumlah pengeluaran biaya perang Amerika menyebutkan bahwa militer AS telah menghabiskan lebih dari US$ 5,6 Trilyun (sekitar Rp 75.600 Trilyun) sejak 2001.

Jum'at, 10/11/2017 16:43 0

Analisis

Begini Pengamat Barat Memahami Konflik Arab Saudi dengan Negara Sekitar

Awal pekan ini, Menteri urusan Teluk Thamer al-Sabhan mengumumkan kondisi “perang” terhadap Lebanon pada Senin (06/11/2017). Pengumuman itu ditindaklanjuti dengan seruan agar warga Saudi di Lebanon meninggal negara yang didominasi Syiah Hizbullah itu. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, seberapa serius Kerajaan akan memerangi negara itu?

Jum'at, 10/11/2017 15:34 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Sunnah- Sunnah Kecil, Berpahala Besar – Ust. Hasan Al Mubarok

KIBLAT.NET – Ada sunnah-sunnah yang sangat kecil dan mudah dilakukan namun jika dilaksanakan akan berpahala...

Jum'at, 10/11/2017 15:05 0

Afghanistan

Laporan Korban Sipil Akibat Invasi AS di Afghanistan Terus Bermunculan

Selama akhir pekan, serangan udara AS di Provinsi Kunduz, Afghanistan dilaporkan telah membunuh 14 warga sipil, termasuk empat anak. AS dengan cepat membantah bahwa insiden tersebut tidak pernah terjadi berdasarkan penyelidikan mereka.

Jum'at, 10/11/2017 13:10 0

Close