... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Blogger Penista Nabi Divonis Ringan, Umat Islam Mauritania Marah

Foto: Polisi menembakkan gas air mata sehingga massa bubar

KIBLAT.NET, Nouakchott – Pasukan keamanan Mauritania, Jumat (10/11), menembakkan gas air mata terhadap umat Islam yang marah atas vonis ringan penista Nabi Muhammad SAW di sejumlah wilayah di ibukota Nouakchott. Ribuan umat Islam menggelar demonstrasi besar-besaran menentang pengadilan banding di wilayah Nouadhibou yang hanya memutus blogger penista Nabi Mohamed el-Sheikh Walad Amkhaitir dua tahun penjara. Padahal, dalam sidang sebelumnya, Amkhaitir divonis mati.

Polisi secara paksa membubarkan demonstran dan mencegah mereka masuk ke pusat kota. Akibatnya, bentrokan pun tak terhindarkan. Sejumlah demonstran terluka dan sebagian ditangkap.

Sebuah pengadilan banding di Nouadhibou pada Kamis (09/11) mengurangi hukuman Amkhteir menjadi dua tahun penjara dan denda setelah pengadilan utama memvonis dia bersalah karena melakukan kejahatan murtad serta menjatuhkan hukuman mati.

Organisasi dan perkumpulan ulama Mauritania menyeru seluruh umat Islam menolak vonis ringan yang dijatuhkan pengadilan banding. Para ulama menyebut vonis itu sebagai kezaliman terhadap kesucian dan kehormatan Islam.

Sementara itu, jaksa Mauritania mengatakan bahwa pihaknya telah menggugat vonis pengadilan banding tersebut. Jaksa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “jaksa mengajukan banding segera ke Mahkamah Agung” untuk memastikan “penerapan hukum yang benar dan ketat.”

Amkhitir ditangkap empat tahun lalu, di mana masa hukumannya menunggu sidang sudah lebih. Artinya, jika vonis itu diberlakukan, dia bisa segera bebas. Akan tetapi, banding yang diajukan jaksa membuatnya sementara mendekam di penjara. Di sisi lain, protes umat Islam terus meluas.

BACA JUGA  Gerakan Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer di Pinggiran Mogadishu

Amkhitir telah dipenjara sejak 2 Januari 2014 karena menulis sebuah artikel yang diposting di Internet dan terbukti menistakan Nabi Muhammad SAW. Ia pun telah mengakui perbuatan itu di hadapan pengadilan. Dia mengaku tidak bermaksud menghina Nabi, namun hanya untuk membela kelas terpinggirkan.

Amkhaitir mengatakan kepada hakim pada hari Rabu lalu “pertobatan dan permintaan maafnya” dan meyakinkan pengadilan “imannya kepada Tuhan dan Nabi Muhammad SAW menyertainya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Alasan Keamanan, Panitia Pindahkan Lokasi Tabligh Akbar Garut

Dengan alasan kenyamanan, Polres Garut mengalihkan lokasi tabligh akbar. Menurut Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga lokasi dialihkan dari Masjid Agung Garut ke lapangan sepakbola Kerkof, Jalan Tarogong Kidul.

Jum'at, 10/11/2017 20:29 0

Indonesia

Ada Penolakan, Polisi Berikan Pengamanan Ekstra di Tabligh Akbar Garut

Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan bahwa kepolisian akan mengerahkan banyak personil untuk mengamankan tabligh akbar Ustadz Bachtiar Nasir

Jum'at, 10/11/2017 17:42 1

Indonesia

Tokoh Agama Himbau Warga Garut Sambut Pendatang Layaknya Muhajirin

Hal itu disampaikan oleh salah satu tokoh agama Garut, KH. Abdul Halim

Jum'at, 10/11/2017 17:12 0

Analisis

Begini Pengamat Barat Memahami Konflik Arab Saudi dengan Negara Sekitar

Awal pekan ini, Menteri urusan Teluk Thamer al-Sabhan mengumumkan kondisi “perang” terhadap Lebanon pada Senin (06/11/2017). Pengumuman itu ditindaklanjuti dengan seruan agar warga Saudi di Lebanon meninggal negara yang didominasi Syiah Hizbullah itu. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, seberapa serius Kerajaan akan memerangi negara itu?

Jum'at, 10/11/2017 15:34 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Sunnah- Sunnah Kecil, Berpahala Besar – Ust. Hasan Al Mubarok

KIBLAT.NET – Ada sunnah-sunnah yang sangat kecil dan mudah dilakukan namun jika dilaksanakan akan berpahala...

Jum'at, 10/11/2017 15:05 0

Indonesia

Ulama Garut: Siapapun Berdakwah sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah Harusnya Diterima

Tokoh agama Garut, KH. Abdul Halim menyesalkan adanya penolakan PCNU Garut atas tabligh akbar yang akan diisi oleh Ustadz Bachtiar Nasir dan KH. Ahmad Shabri Lubis. Menurutnya, PCNU tidak punya kewenangan untuk melakukan penolakan.

Jum'at, 10/11/2017 14:16 0

Indonesia

Pemuda Pancasila Garut Sambut Baik Tabligh Akbar UBN dan Ketua FPI

Bambang mengaku sangat menyayangkan adanya penolakan terhadap ustadz yang disapa UBN itu oleh sejumlah pihak. Padahal, isi ceramah yang akan disampaikan belum diketahui. Ia menegaskan dalam Islam tidak boleh sikap suudzon (buruk sangka.Red).

Jum'at, 10/11/2017 11:08 2

Indonesia

Panitia Tabligh Akbar: 5.000 Umat Islam Sudah Tiba di Garut

Setelah mendapat penolakan dari ormas tertentu, tabligh akbar Ustadz Bachtiar Nasir dan KH. Ahmad Sobri Lubis di Garut justru menyedot perhatian umat Islam. Hal itu terbukti dari banyaknya umat Islam dari luar Kota Dodol itu.

Jum'at, 10/11/2017 09:53 0

Indonesia

Tabligh Akbar UBN di Garut Tetap Berjalan seperti Jadwal

"Alhamdulillah, tablig akbar berjalan seperti yang direncanakan dari awal. Karena DKM Masjid Agung Garut tidak keberatan dengan diadakannya tabligh akbar," kata sekertaris panitia, Ivan Rivanora, kepada Kiblat.net Jumat (10/11).

Jum'at, 10/11/2017 09:36 0

Indonesia

Inilah Penjelasan Lengkap Panitia FUIB Terkait Penolakan Kajian Felix Siauw di Bangil

Panitia Gabungan Ormas Islam dalam wadah Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) akhirnya mengeluarkan keterangan terlulis secara rinci terkiat peristiwa penolakan Felix Siauw di Masjid Manarul Islam, Bangil

Kamis, 09/11/2017 21:59 2

Close