... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Panitia Tabligh Akbar: 5.000 Umat Islam Sudah Tiba di Garut

Foto: Ustadz Bachtiar Nasir. Dia dijadwalkan menjadi penceramah dalam Tabligh Akbar di Garut pada Sabtu besok

KIBLAT.NET, Garut – Setelah mendapat penolakan dari ormas tertentu, tabligh akbar Ustadz Bachtiar Nasir dan KH. Ahmad Sobri Lubis di Garut justru menyedot perhatian umat Islam. Hal itu terbukti dari banyaknya umat Islam dari luar Kota Dodol itu.

Menurut sekertaris panitia, Ivan Rivanora, sudah ada lima ribu umat Islam yang saat ini siap mengikuti tabligh akbar. Ia mengungkapkan, para peserta tersebut tersebar di berbagai masjid dan pesantren.

“Sampai saat ini sekitar 5000 peserta tabligh akbar semua sudah masuk ke wilayah Garut. Sudah di pos-pos panitia,” katanya kepada Kiblat.net di Garut pada Jumat (10/11).

“Alhamdulillah kita mengucapkan syukur dengan peran setiap masjid setiap majelis taklim, pesantren yang berkenan menerima,” sambungnya.

Selain itu, ia juga terus melakukan upaya memberikan pelayanan kepada peserta tabligh akbar. Dan untuk keamanan, ia menyerahkan ke pihak berwenang.

“Pihak keamanan berkewajiban mengamankan peserta tabligh akbar. Karena kami memiliki dasar hukum untuk menjalankan acara ini,” tukasnya.

Tabligh akbar di Kota Garut yang menghadirkan dua dai nasional itu akan digelar Sabtu besok (11/11).

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Akan Genjot Penjualan Senjata ke Negara Sekutu

“Penjualan militer untuk asing sangat penting karena beberapa sebab, di antaranya membangun kemampuan atas dasar kemitraan. Ini adalah alat nyata bagi kita dalam hubungan internasional," ujar Lourd.

Jum'at, 10/11/2017 09:22 0

Suriah

Laporan: 3.607 Warga Palestina Terbunuh di Suriah di 2017

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu lalu (8/11), kelompok tersebut mengatakan bahwa di antara korban itu, 462 wanita. Mereka tewas di tangan pihak-pihak yang berkonflik di Suriah, khususnya rezim Bashar Assad.

Jum'at, 10/11/2017 08:00 0

Timur Tengah

Tiga Negara Teluk Ini Perintahkan Warganya Tinggalkan Lebanon Segera

Ketiga Negara itu, Saudi, Eni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait. Larangan itu dikeluarkan di hari yang sama.

Jum'at, 10/11/2017 07:23 0

Arab Saudi

Saudi Mengaku Tahan 208 Orang Terkait “Korupsi”

Pihak berwenang Saudi mengumumkan, Kamis (09/11), jumlah tahanan dalam penyelidikan “kasus korupsi” mencapai 201

Jum'at, 10/11/2017 06:36 0

Video News

Penuh Haru, Pria Muslim di Amerika Ini Rela Maafkan Pembunuh Putranya

Abdul Mumin Sombat Jitmoud lebih memilih untuk memaafkan pelaku pembunuh putra kesayangannya itu. Bahkan, dalam sidang itu ia menasehati Relford dengan kata-kata yang santun dan lembut.

Kamis, 09/11/2017 18:45 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at: Tiga Ciri Orang yang Dicintai Allah

Contoh dalam masalah ini adalah Saad bin Muadz Radiallahu anhu. Ibnu Al Jauzi mengisahkan ketika Saad bin Muadz sedang menderita sakit, maka beliau menangis karena melihat banyak temannya yang dekat dengan dirinya tidak menjenguk

Kamis, 09/11/2017 17:29 3

Malaysia

Pemerintah Malaysia Pastikan Dakwah Zakir Naik Bebas dari Terorisme

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan bahwa dakwah yang disampaikan Zakir Naik bebas dari pemikiran terorisme.

Kamis, 09/11/2017 16:15 1

Turki

Turki Jalin Kerja Sama dengan Iran Lawan Kurdi PKK

Turki dan Iran saling menjalin kerja sama dalam melawan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Sejumlah media Turki melaporkan bahwa militer kedua negara baru-baru ini berbagi intelijen untuk menghadapi kelompok PKK di Iraq utara.

Kamis, 09/11/2017 15:58 0

Suriah

Suriah dan Iran Sesumbar Kuasai Idlib dalam Waktu Dekat

Velayati mengklaim pasukan Suriah akan segera mengambil kendali provinsi Idlib yang dikuasai oposisi dari Haiah Tahrir Syam dan juga wilayah timur Suriah yang didominasi pasukan Kurdi dukungan AS.

Kamis, 09/11/2017 13:42 0

News

Ada Muatan Politis dalam Isu Intoleransi dan Radikalisme

"Saya tidak tau siapa di belakangnya, tapi memang sekarang ini tidak berimbang, satu kelompok disebut intoleran, sedangkan kelompok lain terkesan dibiarkan," tukasnya.

Kamis, 09/11/2017 12:19 0

Close