... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mengenal Pangeran Muhammad Bin Salman, Aktor Anti Korupsi Arab Saudi

Foto: Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Ia menjadi raja de facto kerajaan Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh- Beberapa hari terakhir, pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi telah menarik perhatian. Seiring dengan itu, nama Pangeran Muhammad bin Salman mulai ramai dibicarakan. Hal itu dikarenakan aksinya selaku pemimpin ‘KPK Saudi’ yang menahan sejumlah pangeran dan puluhan pejabat tinggi menjadi sorotan warga dunia.

Ada yang berspekulasi dan beropini bahwa langkah yang dilakukan Muhammad bin Salman ini bermotif politik. Penahanan terhadap kerabat-kerabatnya itu dianggap lantaran ia telah ditetapkan sebagai putra mahkota alias penerus takhta Raja Salman bin Abdul Aziz.

Keluarga dan Pendidikan

Muhammad bin Salman atau sehari-harinya disapa MBS (singkatan nama), lahir pada 31 Agustus 1985. Ibunya bernama Putri Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen. Di mana, putri Falah berasal dari suku Ajman yang dipimpin oleh ayahnya sendiri, Rakan bin Hathleen.

Pangeran Muhammad mengenyam pendidikan sekolah dasar di Riyadh. Gelar sarjana hukum diperolehnya dari King Saud University. Selama menempuh masa perkuliahan, Muhammad rupanya banyak terdaftar di berbagai even pelatihan.

Pada tahun 2008, Pangeran Muhammad menikahi Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdul Aziz Al Saud. Dari pernikahan ini, ia dikarunia tiga orang anak.

Karir

Setelah lulus dari jenjeng perkuliahan, Pangeran Salman pernah mendirikan sejumlah perusahaan sebelum dia terlibat dalam pemerintahan. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Kompetitif Riyadh, ketua dewan penasihat khusus untuk Yayasan King Abdulaziz, dan sebagai anggota dewan pengawas bagi masyarakat Albir bidang pembangunan.

BACA JUGA  Wiranto Terima Kompensasi Rp 37 Juta Akibat Jadi Korban Penusukan

Dia juga mendirikan MiSK Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk menumbuhkan pembelajaran dan kepemimpinan untuk kaum pemuda Saudi. Pada tahun 2013, dia dianugerahi penghargaan “Personality of the Year” oleh Forbes Middle East atas perannya sebagai ketua Yayasan MiSK sebagai pengakuan karena dukungannya terhadap pemuda Saudi dan perkembangan mereka.

Menempuh Politik

Pangeran bin Salman memulai karir politiknya saat dia menjadi penasihat untuk dewan menteri selama dua tahun sejak tahun 2007. Pada tahun 2009, dia menjadi penasihat khusus untuk ayahnya, yang saat itu merupakan gubernur Riyadh.

Setelah Raja Salman naik takhta, ia kemudian ditunjuk sebagai menteri pertahanan pada tanggal 23 Januari 2015. Dengan usianya yang relatif muda yaitu 32 tahun, ia dinobarkan sebagai menteri pertahanan termuda di Dunia. Pada tahun yang sama, dia diangkat sebagai wakil putra mahkota.

Langkahnya yang paling menonjol saat menjadi menteri pertahanan memimpin Operasi Decisive Storm. Sebuah koalisi militer yang merangkul negara-negara Arab di bawah pimpinan Saudi, yang diluncurkan dua bulan setelah pengangkatannya. Operasi tersebut terdiri dari delapan negara Arab Muslim Sunni yang memerangi pemberontakan Hutsi yang bermarkas di Yaman.

Selain peran lainnya, Muhammad bin Salman juga memimpin Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan, yang mengawasi urusan ekonomi kerajaan, yang pada akhirnya mendirikan Komisi Anti Korupsi Saudi.

Pada bulan November 2017, 4 pangeran, 11 menteri dan beberapa pejabat tinggi lainnya ditahan atas perintah MBS sebagai aksi pemberantasan korupsi Saudi. Namun, tindakan tersebut menargetkan banyak saingannya dalam pemerintahan, sehingga mengkonsolidasikan kekuatan pangeran atas kerajaan.

BACA JUGA  Momen Hari Bhayangkara, KontraS: 287 Warga Tewas Ditembak Dalam Setahun

 

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Malaysia

Pemerintah Malaysia Pastikan Dakwah Zakir Naik Bebas dari Terorisme

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan bahwa dakwah yang disampaikan Zakir Naik bebas dari pemikiran terorisme.

Kamis, 09/11/2017 16:15 1

Turki

Turki Jalin Kerja Sama dengan Iran Lawan Kurdi PKK

Turki dan Iran saling menjalin kerja sama dalam melawan kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Sejumlah media Turki melaporkan bahwa militer kedua negara baru-baru ini berbagi intelijen untuk menghadapi kelompok PKK di Iraq utara.

Kamis, 09/11/2017 15:58 0

Suriah

Suriah dan Iran Sesumbar Kuasai Idlib dalam Waktu Dekat

Velayati mengklaim pasukan Suriah akan segera mengambil kendali provinsi Idlib yang dikuasai oposisi dari Haiah Tahrir Syam dan juga wilayah timur Suriah yang didominasi pasukan Kurdi dukungan AS.

Kamis, 09/11/2017 13:42 0

News

Ada Muatan Politis dalam Isu Intoleransi dan Radikalisme

"Saya tidak tau siapa di belakangnya, tapi memang sekarang ini tidak berimbang, satu kelompok disebut intoleran, sedangkan kelompok lain terkesan dibiarkan," tukasnya.

Kamis, 09/11/2017 12:19 0

Yaman

Syiah Hutsi Tawarkan Suaka Politik untuk Keluarga Al-Saud

Pemberontak Syiah Hutsi menawarkan suaka politik kepada pangeran Saudi di tengah kampanye anti-korupsi yang diinisiasi oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman. Sebelumnya, Saudi telah menahan 11 pangeran dan sejumlah pejabat tinggi pada Sabtu lalu atas dugaan korupsi.

Kamis, 09/11/2017 10:51 0

Suriah

Rezim Derita Kerugian dalam Pertempuran Pedesaan Hama

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Rabu malam (08/11), kembali merebut desa Balil di pedesaan Hama Utara, Suriah Tengah, setelah pertempuran sengit dengan militer rezim Bashar Assad.

Kamis, 09/11/2017 10:12 0

Video News

Kiblat Review: Diskriminasi Etnis dan Pasal Karet

KIBLAT.NET – Sebagai negara hukum sudah selayaknya masalah dikembalikan kepada hukum yang ada. Namun, bagaimana...

Kamis, 09/11/2017 10:10 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Serahkan Pelayanan Publik ke “Pemerintah Darurat”

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) menyerahkan seluruh Administrasi Pelayanan Sipil di wilayah yang sudah dibebaskan di Suriah utara kepada “Pemerintah Penyelamat Suriah”, yang dibentuk pekan lalu. Seluruh pelayanan publik di Idlib khususnya selama ini dipegang oleh HTS, sebagai kelompok oposisi paling dominan.

Kamis, 09/11/2017 08:33 0

Eropa

Warga Suriah Tuntut Rezim Assad di Jerman

Berbicara pada sebuah konferensi pers di Berlin, pengacara Suriah Anwar al-Bunni mengatakan bahwa tindakan hukum yang diajukan ini akan membuktikan kekejaman rezim Assad.

Kamis, 09/11/2017 07:46 0

Qatar

Qatar Buka Kantor Penghubung Militer di Kuwait

Pemerintah Qatar dikabarkan telah membuka kantor penghubung militer baru di Kuwait untuk menguatkan kerjasama di bidang pertahanan

Kamis, 09/11/2017 06:46 0

Close