... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Habib Rizieq Disebut Ulama Paling Radikal dalam Survei PPIM UIN Jakarta

Foto: Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab

KIBLAT.NET, Jakarta – Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengeluarkan penelitian mengenai perilaku generasi Z (lahir tahun 1995-sekarang) terkait sikap intoleransi dalam beragama.

Salah satu subjek penelitian adalah menelisik siapa saja ulama atau tokoh agama yang populer di media sosial. Mereka dikategorikan menjadi tiga golongan, yaitu Radikal, Salafy, dan Moderat.

Hasil survei yang dibacakan oleh Anggota Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam, menyebutkan bahwa Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab menempati urutan teratas ulama populer di media sosial dengan kategori Radikal.

Sementara urutan selanjutnya adalah Ustadz Felix Siauw, Ustadz Abu Bakar, Ustadz Bachtiar Nasir, dan di urutan terakhir ada Ustadz Tengku Zulkarnaen.

Sementara itu ulama yang masuk kategori Salafy adalah Ustadz Khalid Bassalamah, Ustadz Zakir Naik, Ustadz Firanda Andirja, dan Ustadz Syafiq Riza Basalamah.

Di kategori yang paling banyak dan paling baik menurut lembaga survei ini adalah ulama yang masuk kategori Moderat.

Urutan pertama adalah Mamah Dedeh, yang disusul KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Yusuf Mansur, Prof DR Quraish Shihab, Prof DR Din Syamsudin, KH. Said Aqil Siraj, KH. Ma’ruf Amin KH. Musthofa Bisri, Ustadz Maulana, Buya Syafii Maarif, Teh Ninih, Dr. Haidar Nashir, Okky Setiana Dewi, Ustadz Hanan Ataki, dan Ulil Abshar Abdalla.

Hasil survei PPIM Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari sini, PPIM Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyimpulkan bahwa dunia internet banyak diisi oleh orang-orang radikal daripada moderat.

BACA JUGA  Taliban Minta Konflik Kashmir Tak Dihubungkan dengan Afghanistan

“Orang yang tidak memiliki akses internet sekarang ini, lebih moderat ketimbang orang yang memiliki akses internet, karena dewasa ini, internet lebih banyak diisi oleh orang orang radikal,” kata Saiful Umam.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

5 comments on “Habib Rizieq Disebut Ulama Paling Radikal dalam Survei PPIM UIN Jakarta”

  1. wahyu wardoyo

    sebuah survei yang sangat2 tendensius, berpotensi memecah-belah ummat .

  2. naswa

    kl mau survey lagi tlg dibagi 3 kriteria :
    1. amar ma’ruf
    2. nahi munkar
    3. amar ma’ruf nahi munkar
    lebih sesuai al quran dan hadist.
    #mohonkoreksi

  3. Kholida

    Yg moderat ada mamah Dedeh & Quraish Shihab??? Waduh, sy jadi mempertanyakan setiap ustadz & ustadzah yg masuk kategori moderat nih … Dan justru sy makin yakin dengan ustadz & ustadzah yg masuk kategori radikal & salafy.

  4. Yanto

    Anda membuat survei tolok ukur Nya pendapat orang mana?
    Di muka bumi ini semua pendapat boleh di tinggal kecuali pendapat rosulullah.

  5. Imam

    Saya pilih yang radikal. Insya ALLAH Beliaulah pewaris Nabi SAW yang sesungguhnya

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Syiah Hutsi Tawarkan Suaka Politik untuk Keluarga Al-Saud

Pemberontak Syiah Hutsi menawarkan suaka politik kepada pangeran Saudi di tengah kampanye anti-korupsi yang diinisiasi oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman. Sebelumnya, Saudi telah menahan 11 pangeran dan sejumlah pejabat tinggi pada Sabtu lalu atas dugaan korupsi.

Kamis, 09/11/2017 10:51 0

Suriah

Rezim Derita Kerugian dalam Pertempuran Pedesaan Hama

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Rabu malam (08/11), kembali merebut desa Balil di pedesaan Hama Utara, Suriah Tengah, setelah pertempuran sengit dengan militer rezim Bashar Assad.

Kamis, 09/11/2017 10:12 0

Video News

Kiblat Review: Diskriminasi Etnis dan Pasal Karet

KIBLAT.NET – Sebagai negara hukum sudah selayaknya masalah dikembalikan kepada hukum yang ada. Namun, bagaimana...

Kamis, 09/11/2017 10:10 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Serahkan Pelayanan Publik ke “Pemerintah Darurat”

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) menyerahkan seluruh Administrasi Pelayanan Sipil di wilayah yang sudah dibebaskan di Suriah utara kepada “Pemerintah Penyelamat Suriah”, yang dibentuk pekan lalu. Seluruh pelayanan publik di Idlib khususnya selama ini dipegang oleh HTS, sebagai kelompok oposisi paling dominan.

Kamis, 09/11/2017 08:33 0

Eropa

Warga Suriah Tuntut Rezim Assad di Jerman

Berbicara pada sebuah konferensi pers di Berlin, pengacara Suriah Anwar al-Bunni mengatakan bahwa tindakan hukum yang diajukan ini akan membuktikan kekejaman rezim Assad.

Kamis, 09/11/2017 07:46 0

Qatar

Qatar Buka Kantor Penghubung Militer di Kuwait

Pemerintah Qatar dikabarkan telah membuka kantor penghubung militer baru di Kuwait untuk menguatkan kerjasama di bidang pertahanan

Kamis, 09/11/2017 06:46 0

News

Pasca Putusan MK, Mendagri: Penghayat Kepercayaan Boleh Dicantumkan di Kolom Agama KTP

Tjahjo mengatakan bahwa orang-orang penghayat kepercayaan dapat mencantumkan keyakinannya tersebut di KTP.

Rabu, 08/11/2017 20:45 0

Asia

Pembantaian Muslim Jammu, Pemicu Krisis Kashmir yang Terlupakan

Sejarawan mengatakan bahwa pembantaian yang dilakukan oleh pasukan penguasa Hindu dan tentara Sikh adalah "genosida yang disponsori negara" untuk membawa perubahan demografis di Jammu - sebuah wilayah dengan populasi Muslim yang sangat besar.

Rabu, 08/11/2017 20:00 0

Malaysia

Soal Permintaan Ekstradisi Zakir Naik ke India, Begini Kata Malaysia

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi kembali menegaskan bahwa Malaysia tetap menerima dai terkemuka Zakir Abdul Karim Naik selama bersedia mematuhi hukum yang berlaku di negara tersebut

Rabu, 08/11/2017 18:47 0

Suriah

Haiah Tahrir Syam Netralisir Empat Sel ISIS di Idlib

HTS meluncurkan operasi keamanan besar untuk membersihkan sel-sel ISIS di Idlib dan pedesaannya pada bulan Juli. Dari operasi itu sepuluh orang anggota ISIS berhasil ditangkap, di antaranya komandan keamanan organisasi itu yang berjuluk Abu Suleiman Ar-Ruusi.

Rabu, 08/11/2017 17:00 0

Close