... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembantaian Muslim Jammu, Pemicu Krisis Kashmir yang Terlupakan

Foto: Ribuan keluarga Muslim melarikan diri dari wilayah Jammu, India. [File: Max Desfor / AP Photo]

KIBLAT.NET, Srinagar – Israr Ahmad Khan menjadi saksi pembantaian Jammu, sebuah wilayah yang masih berada di kawasan Jammu-Kashmir. Khan teringat bagaimana banyak kerabatnya dibunuh dalam kekerasan yang terjadi beberapa bulan setelah pemerintah Inggris menguasai wilayah sub-benua India itu.

“Ayah saya masih muda dan anggota keluarga dekat lainnya berada di Kashmir saat itu. Tetapi banyak kerabat saya dibunuh secara brutal,” kata pria berusia 63 tahun itu kepada Al Jazeera.

“Sejujurnya, ini adalah masa yang gila. Tidak ada rasa kemanusiaan yang ditunjukkan saat itu,” imbuh Khan, seorang pensiunan perwira polisi di rumahnya, di Jammu.

Pada bulan November 1947, massa dan paramiliter yang dipimpin oleh tentara Dinasti Dogra, Hari Singh membantai ribuan Muslim di wilayah Jammu.

Jumlah pasti korban pembantaian yang berlangsung selama dua bulan itu tidak diketahui, namun diperkirakan antara 20.000 sampai 237.000 jiwa dengan hampir setengah juta jiwa diusir keluar perbatasan ke wilayah baru di Pakistan dan sebagian wilayah Kashmir.

Khan mengatakan banyak kerabatnya telah melarikan diri ke Pakistan, dan hidup di sana. “Tragedi itu telah memisahkan keluarga. Ada banyak Muslim di Jammu, tapi untuk sekarang ini tidak,” katanya.

Pembantaian tersebut memicu serangkaian peristiwa, termasuk perang antara dua negara yang baru merdeka; India dan Pakistan, sehingga melahirkan krisis Kashmir.

Pembantaian terjadi ketika jutaan umat Islam, Hindu dan Sikh melintasi perbatasan dari satu sisi ke sisi yang lain, sebagai bagian dari rencana yang dirancang Inggris untuk memisahkan sub-benua itu kepada India dan Pakistan.

BACA JUGA  Terungkap, Inilah Penyebab Gagalnya Teleconference Habib Rizieq Saat Reuni 212

“Dampak langsung (dari partisi) ada di Jammu. Umat Islam dari berbagai bagian provinsi Jammu diusir secara paksa oleh Angkatan Darat Dogra dalam sebuah program pengusiran dan pembunuhan yang dilakukan selama tiga minggu antara bulan Oktober-November 1947,” ungkap Idrees Kanth dari Institut Internasional Sejarah Sosial di Amsterdam, yang meneliti sejarah Kashmir tahun 1940an.

Pada pertengahan Oktober, pasukan Angkatan Darat Dogra mulai mengusir warga desa Muslim dari Jammu. Para pengungsi dipaksa berjalan kaki menuju Punjab Barat (sekarang masuk wilayah Pakistan), di mana sebagian besar mereka menempati kamp-kamp pengungsian di distrik Sialkot, Jhelum, Gujrat dan Rawalpindi.

Kanth mengatakan pada tanggal 5 November, pasukan Angkatan Darat Dogra memulai pengusiran Muslim yang terorganisir lainnya. Namun, alih-alih membawa mereka ke Sialkot, seperti yang telah dijanjikan, truk-truk tersebut mengantarkan mereka ke perbukitan hutan distrik Rajouri di Jammu, di sana lah mereka dieksekusi.

Kanth menambahkan bahwa mungkin ada upaya sistematis oleh rezim Dogra yang sekarat untuk memastikan bahwa rekaman kejadian tersebut dimusnahkan dan membuatnya menjadi tragedi pembantaian yang kurang dikenal.

“Saya kira seperti yang terjadi pada peristiwa-peristiwa tertentu, mereka disesatkan dalam sejarah dan muncul kembali di lain waktu. Dalam hal ini mereka semacam menulis ulang ingatan kita tentang masa lalu. Saya akan mengatakan bahwa insiden tertentu disesatkan kepada kita. Sampai setelah tahun 1990an ketika tragedi tersebut dibangkitkan sebagai contoh lain dari politik komunal rezim Dogra,” kata Kanth.

BACA JUGA  Hindu India Demonstrasi Desak Pembangunan Kuil di Bekas Bangunan Masjid

Baca halaman selanjutnya: Pembantaian yang...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komnas HAM Minta Kepolisian Tindak Aktor Pembubar Pengajian

Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution menegaskan bahwa polisi seharusnya memproses aktor pembubaran pengajian Felix Siauw

Rabu, 08/11/2017 17:45 0

Indonesia

Komnas HAM Prihatin, Ada Ormas yang Tolak dan Bubarkan Pengajian

Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution menyayangkan adanya pembubaran pengajian yang dilakukan oleh ormas tertentu.

Rabu, 08/11/2017 16:24 0

Indonesia

Alumni 212 Bakal Datang ke Garut, Begini Respon GNPF Ulama

Ia juga berkeyakinan bahwa alumni 212 yang akan ke Garut tidak menginginkan adanya kericuhan. Ia menekankan, alumni 212 selalu menjunjung ketertiban dan persatuan.

Rabu, 08/11/2017 15:32 1

Indonesia

Tetap Ceramah di Garut, Bachtiar Nasir: InsyaAllah Sejuk

InsyaAllah dakwah di Garut berjalan dengan khusyuk. Saya berjanji InsyaAllah di Garut berjalan sejuk. Dan hati-hati provokasi orang-orang yang tidak ingin ada kesejukan," katanya kepada Kiblat.net di gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (07/11/2017).

Rabu, 08/11/2017 14:10 0

Indonesia

Soal Penolakan Pengajian UBN di Garut, KH Cholil Nafis: Jaga Ukhuwah

KH Cholil Nafis menilai penolakan ceramah Ustadz Bachtiar Nasir serta KH Shabri Lubis dalam Tabligh AKbar di Garut kurang tepat secara hukum

Rabu, 08/11/2017 13:39 0

Indonesia

Kominfo Akan Blokir WhatsApp Jika Konten GIF Asusila Masih Muncul

"Apabila tidak dilaksanakan dalam waktu 2x24 jam, maka Kementerian Kominfo akan melakukan tindakan tegas, termasuk pemblokiran,” kata Sammy.

Rabu, 08/11/2017 12:07 0

Indonesia

Ditolak Ceramah di Garut, UBN: Info Hanya Sepihak, Jadi Salah Paham

Ia juga beranggapan bahwa penolakan ini barangkali karena ada informasi yang masuk secara sepihak dan tidak komplit. Akhirnya, kata dia, terjadilah salah paham.

Rabu, 08/11/2017 11:38 0

Indonesia

Penolakan Felix Siauw di Bangil Atas Komando Ketua Umum GP Ansor

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Agama GP Ansor Pusat, Fairuz Ahmad mengatakan bahwa setiap gerakan Banser baik dari pusat maupun di daerah atas komando dari Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut

Rabu, 08/11/2017 11:14 9

Video News

(Wawancara Eksklusif) UBN: Penolakan PCNU Garut karena Mispersepsi

Ketua GNPF Ulama, Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa penolakan tersebut timbul akibat adanya mispersepsi saja.

Rabu, 08/11/2017 10:53 0

Indonesia

Dikenal Kerap Jaga Gereja, Ini Alasan GP Ansor

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Agama GP Ansor Pusat, Fairuz Ahmad mengungkapkan alasan mengapa selama ini GP Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) Ansor dikenal kerap memberikan pengamanan terhadap gereja.

Rabu, 08/11/2017 10:34 0

Close