... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Minta Kepolisian Tindak Aktor Pembubar Pengajian

Foto: Maneger Nasution

KIBLAT.NET, Jakarta- Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution menegaskan bahwa polisi seharusnya memproses aktor pembubaran pengajian Felix Siauw. Sebab, pembubaran suatu kegiatan hanya boleh dilakukan oleh kepolisian.

“Mestinya pihak kepolisian itu kemudian memeriksa siapapun pelaku dari aktor dari pembubaran itu. Dalam masalah hukum, Kepolisian negara tidak boleh tunduk kepada siapapun,” ujarnya kepada Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (07/11/2017).

“Tidak boleh kita berbeda pandangan kemudian kita mengambil peran negara,” sambungnya.

Menurutnya, kalau ada perbedaan pandangan sesama warga negara, sebaiknya penyelesaiannya dilakukan dengan cara yang baik. Yaitu melalui musyawarah, pendekatan melalui musyawarah itu menjadi hal penting

“Kalaupun tidak tercapai dengan musyawarah, ajukan proses hukum. Itulah mekanisme paling elegan,” tegasnya.

Menurutnya, ada dua kemungkinan negara melakukan pelanggaran HAM. Pertama, melakukan suatu pelanggaran HAM itu sendiri, atau negara melakukan pembiaran sebuah pelanggaran HAM.

“Misalnya negara tau bahwa orang berkumpul itu hak asasi, tapi kemudian membiarkan hak asasi orang diganggu. Itu negara melakukan pelanggaran HAM dengan pembiaran,” tukasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Haiah Tahrir Syam Netralisir Empat Sel ISIS di Idlib

HTS meluncurkan operasi keamanan besar untuk membersihkan sel-sel ISIS di Idlib dan pedesaannya pada bulan Juli. Dari operasi itu sepuluh orang anggota ISIS berhasil ditangkap, di antaranya komandan keamanan organisasi itu yang berjuluk Abu Suleiman Ar-Ruusi.

Rabu, 08/11/2017 17:00 0

Arab Saudi

(Foto) Sedihnya Pangeran Muqrin saat Pemakaman Mendiang Anaknya

Pangeran Muqrin tampak sedih. Pandangan matanya terlihat sayu. Mantan Putra Mahkota Arab Saudi ini juga ikut mengangkut langsung jasad anaknya ke peristirahatan terakhir.

Rabu, 08/11/2017 16:54 0

Asia

Ke Jepang, Trump Tekan Abe Beli Senjata Buatan Amerika

Dalam kunjungannya ke Tokyo pekan ini, Presiden AS Donald Trump tengah membuat sebuah dorongan besar untuk mengamankan berbagai kesepakatan jual beli senjata bagi produsen-produsen utama senjata Amerika.

Rabu, 08/11/2017 14:45 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bekukan 1.200 Lebih Rekening Pribadi terkait Korupsi

Bank-bank Arab Saudi telah membekukan lebih dari 1.200 rekening milik individu dan perusahaan sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi.

Rabu, 08/11/2017 13:26 0

Video News

(Wawancara Eksklusif) UBN: Penolakan PCNU Garut karena Mispersepsi

Ketua GNPF Ulama, Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa penolakan tersebut timbul akibat adanya mispersepsi saja.

Rabu, 08/11/2017 10:53 0

Rusia

Rusia: Kami Sudah Coba Semua Model Senjata Terbaru di Suriah

Kepala Staf Umum Pasukan Bersenjata Rusia, Valery Girasimov, mengatakan bahwa militer Rusia telah mencoba semua model senjata modern dalam perang di Suriah

Rabu, 08/11/2017 09:37 0

Arab Saudi

Raja Salman Panggil Presiden Palestina, Ada Apa?

Kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh, menyusul undangan mendadak Raja Salman bin Abdul Aziz, menimbulkan beberapa pertanyaan tentang pentingnya kunjungan pada masa berdebat ini pada Selasa (07/11).

Rabu, 08/11/2017 08:34 0

Arab Saudi

Arab Saudi Kembali Cekal Ulama

Ulama yang dicekal kali ini adalah Syaikh Aidh Al-Qarni, penulis buku fenomenal Laa Tahzan.

Rabu, 08/11/2017 07:32 1

Info Event

Hadirilah! Talkshow Islamic Journalist Training LDK Salim UNJ

💥 *MOMEN PUNCAK* 💥 *ISLAMIC JOURNALISTIC TRAINING #2017* _dengan bangga mempersembahkan_ ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 🎙GELAR WICARA JURNALISTIK🎙...

Selasa, 07/11/2017 21:20 0

Afghanistan

Mau Tahu Luas Wilayah Kontrol Taliban di Afghanistan? Ini Petanya

Kerugian bagi Amerika Serikat bukanlah rahasia lagi. Negara adidaya dunia itu memang mengalami kerugian yang cukup signifikan mulai dari sisi biaya perang hingga besarnya jumlah tentaranya yang pulang dalam peti mati.

Selasa, 07/11/2017 20:10 0

Close