... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi: Rudal Balistik Syiah Hutsi Dipasok Iran

Foto: Peluncuran rudal balistik/ilustrasi

KIBLAT.NET, Riyadh – Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyebut Iran sebagai pemasok rudal balistik kepada pemberontak Syiah Hutsi untuk melakukan serangan ke ibukota Saudi pada Sabtu (04/11/2017) lalu.

“Rudal-rudal Hutsi yang menargetkan Arab Saudi diproduksi oleh Iran, mereka tidak terlibat dalam amunisi tentara Yaman.” kata juru bicara koalisi, Turki al-Maliki dalam konferensi pers yang diadakan di ibukota Riyadh, Senin (06/11/2017).

“Hutsi tidak dapat meningkatkan ketegangan tanpa dukungan rezim Iran,” imbuhnya sembari menyebutkan sejumlah serangan Hutsi ke dalam negeri Saudi.

Dua gambar rudal balistik yang diberi nama “Volcano 1” dan “Volcano 2” ditampilkan oleh Al-Maliki. Ia mengatakan bahwa Hutsi sebelumnya tidak memiliki senjata tersebut hingga dipasok oleh Iran.

Al-Maliki juga mengatakan bahwa Hutsi telah menanam hampir 50.000 ranjau di perbatasan Arab Saudi.

Menurut sebuah pernyataan dari kantor berita resmi SPA, Arab Saudi menyatakan tindakan Iran sebagai pemasok Hutsi adalah bentuk perang yang jelas dan langsung terhadap negara.

“Arab Saudi berhak untuk menanggapi Iran sebagai hak untuk memelihara daratan, orang, dan kepentingan sebagai bagian dari hukum internasional,” demikian kata pernyataan tersebut.

Koalisi juga menyebut Iran telah melanggar keputusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), terkait perdamaian regional dan global.

Lebih lanjut, Arab Saudi juga menyebut Iran mengadakan pelatihan militer untuk pemberontak Hutsi dan memberikan dukungan material kepada mereka.

BACA JUGA  Untuk Menangkap Veronica, Polri Akan Minta Bantuan Interpol

Diketahui, sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebuah rudal balistik pada hari Sabtu yang ditembakkan dari Yaman ke Riyadh. Sebagai tanggapan, koalisi menutup perbatasan, baik udara, darat, dan laut dengan Yaman.

Hingga saat ini, Hutsi biasanya menargetkan Jeddah. Rudal balistik yang ditujukan ke ibukota menjadi sebuah pesan bagi Saudi dari proxy Iran. Sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri mengajukan pengunduran diri dari Arab Saudi sehingga memicu gejolak di Lebanon, di mana Syiah Hizbullah memiliki pengaruh di dalamnya.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Penangkapan Jurnalis Dikabarkan Meningkat di Idlib, Ini Kata HTS

Penangkapan dan intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis oleh kelompok tak dikenal di provinsi Idlib meningkat beberapa hari terakhir. Bersamaan dengan itu, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) yang mengontrol mayoritas Idlib melakukan pembatasan terhadap jurnalis, sehingga memicu perdebatan.

Selasa, 07/11/2017 09:56 0

Afrika

Presiden Somalia Kumpulkan Kepala Daerah untuk Hadapi Al-Shabab

Seperti dilansir Al-Jazeera, di antaranya mengenai restrukturisasi militer untuk mengalahkan “terorisme”.

Selasa, 07/11/2017 08:17 0

Turki

Lembaga Kemanusiaan Turki Kembali Distribusikan Bantuan kepada Rohingya

Badan Koordinasi dan Bantuan Turki (TIKA) telah meluncurkan tahap kedua dari kampanye bantuan kemanusiaan di wilayah Rakhine.

Selasa, 07/11/2017 07:22 0

Afrika

Presiden Sudan Ancam Kelompok Bersenjata dengan UU Syariat

UU Al-Harabah adalah salah satu hukum UU Syariat Islam yang termaktub dalam QS Al-Maidah: 33. Hukum ini mengancam kepada kelompok pengacau di wilayah pemerintahan Islam.

Selasa, 07/11/2017 06:32 0

Arab Saudi

5 Tokoh Penting yang Ditangkap Bin Salman Atas Dugaan Korupsi

Dari sekian banyak, ada 5 tokoh penting yang ditangkap 'KPK' Arab Saudi. Siapa saja? Yuk simak artikel ini

Senin, 06/11/2017 16:49 0

Suriah

Israel Siap Lindungi Komunitas Syiah Druze di Suriah

Desa Hader dihuni oleh komunitas Druze, sebuah sekte agama turunan Syiah Ismailiyah yang berada di Suriah, Israel, Wilayah Palestina dan Lebanon.

Senin, 06/11/2017 15:30 0

Analisis

Intrik Politik di Balik Drama Penangkapan Para Pangeran Saudi

Pemerintah Arab Saudi menangkap 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri. Di antara yang paling menonjol adalah Pangeran Alwaleed bin Talal yang memiliki kekayaan bersih 22 miliar dolar AS (Rp297 triliun).

Senin, 06/11/2017 15:29 0

Opini

Yang Pasti Bukan di Lantai Tujuh

Dalam perjalanan dakwahnya, Rasulullah SAW kerapn menjanjikan satu hal; yaitu surga. Ketika menyaksikan keluarga Yasir yang disiksa oleh kafir Quraisy, beliau hanya bisa berkata, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir!

Senin, 06/11/2017 15:00 0

Arab Saudi

Pangeran Saudi Terbunuh dalam Kecelakaan Helikopter di Perbatasan Yaman

Pangeran Saudi Mansour bin Muqrin bersama sejumlah pejabat provinsi dilaporkan terbunuh dalam sebuah kecelakaan helikopter. Kecelakaan itu terjadi dekat perbatasan kerajaan dengan Yaman.

Senin, 06/11/2017 14:09 0

Arab Saudi

Bin Salman Tangkap Pangeran dan Menteri Saudi atas Dugaan Korupsi

Penangkapan massal itu berdasarkan perintah dari komisi anti-korupsi yang terbentuk beberapa jam sebelumnya atas perintah Putra Mahkota Muhammed bin Salman.

Senin, 06/11/2017 13:49 0

Close