HOTS IPTIJ, Geliat Komunitas Penghafal Al Quran di Negeri Matahari Terbit

KIBLAT.NET, Jakarta – Animo terhadap komunitas penghafal Al Quran Hafidz On The Street (HOTS) juga muncul di Jepang. Komunitas itu menggeliat di Negeri Matahari Terbit sejak pertengahan tahun 2016.

Aris Kanzai (28 tahun), salah satu pengurus HOTS Jepang, menuturkan liku-liku komunitasnya. Selama ini anggota komunitas itu menghafal Al Qur’an melalui grup whatsapp.

Semua bermula saat Aris masih menjadi siswa jurusan otomatif di Tokyo dan sedang magang di sebuah pabrik otomotif Jepang. Terbentuknya Hafidz On The Street (HOTS) Region Japan atau biasa disebut HOTS IPTIJ (Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia di Jepang) bermula dari pertemuanya dengan MASTER (Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum) Trainer.

“Saya awalnya ketemu Founder HOTS dan juga Yayasan Askar Kauny (YAK,red), Ustadz Bobby saat beliau menjelaskan Program MASTER – Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum di salah satu sekolah di Tokyo, mulai saat itu juga saya jatuh cinta pada program menghafal, karena begitu mudah dan menenangkan,” ungkap Aris saat ditemui Kiblat.net di sela pelatihan Duta Guru Al Quran Se-Indonesia yang digelar YAK di Bogor, Senin (06/11).

Saat itu, ungkapnya, kehidupan yang berkecukupan dan di negeri yang memang dikenal sebagai workaholic, lalu bisa meluangkan waktu untuk menghafal Al Quran adalah sebuah kenikmatan yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Karenanya, ia pun memasukkan program MASTER ini ke kelompoknya, sesama siswa Indonesia di Jepang.

BACA JUGA  Slamet Maarif: Reuni 212 Tahun Ini Ditunda

“Sedikit demi sedikit saya masukkan program MASTER ke komunitas di Jepang, dan Alhamdulillah terbentuk HOTS Jepang, walau masih awal, saya harap komunitas menghafal ini akan semakin besar dan memberikan manfaat bagi Ummat Islam di Dunia,” ungkapnya.

Aris pun menyebutkan, saat ini walau baru berjumlah 30 orang, anggota HOTS Jepang cukup antusias, dan bahkan dalam waktu dekat, HOTS ini akan dikenalkan dan merekrut warga Jepang yang berminat menghafal Al Quran.

“Karena metode menghafal ini sangat mudah, saya yakin teman-teman Jepang nantinya akan tertarik, dan semangat menghafal Al Qur’an,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat