PKS Muda: APBN 2018 Tidak Sehat dan Berujung Utang

KIBLAT.NET, Jakarta- Partai Keadilan Sejahtera Muda menyoroti APBN 2018 di bawah Pemerintahan Jokowi-JK, yang dinilai tidak sehat. Mengevaluasi APBN 2018 itu, PKS Muda menggelar diskusi publik dengan tema “APBN 2018 Buat Siapa?”

Jubir Bidang Ekonomi PKS Muda, Muhammad Kholid mengatakan, APBN 2018 yang telah disepakati adalah sebuah produk politik. Sehingga APBN menggambarkan prevensi politik kebijakan pemerintah mendatang.

“APBN 2018 nanti PKS Muda melihat pemerintah terlalu optimis sehingga APBN tidak realistis. Sebaiknya pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi negara baru menyusun APBN yang realistis,” katanya dalam diskusi, di Kantor DPTP PKS, Selasa, (31/10).

Kholid menjelaskan APBN Pemerintah Jokowi-JK tidak berkesinambungan. Presiden selalu bilang uangnya ada, tinggal kerja saja. Tetapi PKS Muda melihat justru sebaliknya, uangnya tidak ada dan akhirnya pemerintah terpaksa terus menghutang.

“APBN secara fiskal tidak sehat. Ini akan berbahaya bagi negara. Dalam kondisi normal saja kondisi Pemerintah ngos-ngosan, apalagi kalau datang kondisi krisis baik dari internal atau eksternal,” ujarnya.

Dia melihat pemerintah saat ini gencar melakukan pembelanjaan infrastruktur. Tetapi faktanya, dari pembelanjaan besar itu tidak memberikan pertumbuhan ekonomi yang besar.

Senada pengamat ekonomi, M Rihan Handaulah mengatakan, di dalam hutang, pemerintah juga harus membayar bunga. Hingga kini hutang negara terus meningkat bahkan sekitar 10 (sepuluh) persen dari APBN hanya untuk membayar hutang dan itu baru membayar bunganya saja.

BACA JUGA  Sempat Masuk IGD, Kondisi Habib Rizieq Baik

“Realisasi pertumbuhan badan modal di era Jokowi-JK hanya sedikit. Akibatnya infrastruktur yang digembor-gemborkan jutru berjalan lambat,” ujarnya.

Direktur IDEAS, Yusuf Wibisono mengatakan rencana APBN 2015-2018 mengalami naik turun. Melihat dari 4 (empat) strategi anggaran APBN era Jokowi realisasinya sangat jauh dari target. Setidaknya hingga 3 tahun pertama pemerintahan Jokowi-JK dananya ternyata tidak ada, prediksi IDEAS hutang negara di tahun 2017 mencapai Rp 4 ribu triliun dan di 2019 bisa mencapai Rp5 ribu triliun.

“Prediksi kami strategi pemerintah tidak akan mencapai target. Pemotongan belanja adalah mimpi buruk bagi pemerintahan sehingga ujung-ujungnya harus menghutang. Hutang ini terus menjadi beban rakyat, di mana rakyat disengsarakan melalui perpajakan dan pencabutan subsidi,” pungkasnya.

 

Reporter: Hafidz Salman
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat