... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Demokrat Minta Beberapa Pasal UU Ormas Dihapus

Foto: Partai Demokrat menggelar konferensi pers menyikapi Perubahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas 2017, Senin (30-10-2017)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi Demokrat Komisi II, Fandi Utomo, mengatakan beberapa point UU Ormas perlu direvisi. Partai Demokrat memberi catatan beberapa point tersebut.

“Partai Demokrat menyoroti dasar atas diterbitkannya UU Ormas terkait pemaknaan Ormas yang bertentangan dengan pancasila. Apa yang bertentangan dengan pancasila itu? Dikhawatirkannya Menteri atau Pemerintah memberikan keotoriterannya menggunakan UU Ormas,” katanya di Wisma Proklamasi, Senin, (30/10).

Dia menjelaskan, sehingga dalam penetapan suatu ormas bertentangan harus berdasarkan negara kesatuan dan sistem demokrasi yang tercantum di konstitusi kita. Adapun penetapan sanksinya diserahkan kepada pengadilan.

“Salah satu point UU Ormas yang berlebihan adalah ormas yang bertentangan selain dihukum administratif juga ada sanksi pidana. Partai Demokrat mengusulkan untuk ditiadakan sanksi pidana itu,” harapnya.

Fandi melanjutkan, adanya revisi UU Ormas dengan tujuan PD mendukung ketentuan negara untuk melindungi rakyatnya. Akan tetapi kewenangan itu jangan sampai digunakan sebagai senjata menjustifikasi atau membubarkan Ormas.

“PD meminta Pasal 63-69 dihapus. Salah satu isi yang PD kritik terkait, pembubaran ormas tanpa pengadilan. Solusinya kita berharap status hukum ormas bisa langsung dibekukan apabila melanggar, tetapi pembubarannya dikembalikan kepada pengadilan,” ujarnya.

Sehingga fase pembekuan hingga pembubaran, Demokrat mengusulkan pengurangan jangka waktu penyelesaian di bawah 100 hari yang sebelumnya 400 hari.

“Partai Demokrat mengingatkan pentingnya proses hukum pembubaran ormas, penetapan pelanggaran ormas sesuai norma dan penentuan tindak hukum pidana harus dikembalikan kepada kitab hukum pidana,” pungkasnya.

BACA JUGA  Kemenag: Syarat Permohonan Rekomendasi FPI Sudah Terpenuhi

Reporter : Hafidz Salman
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Memahami Strategi Tito Karnavian Hadapi Kelompok Insurgensi dan Islam Radikal

Meskipun pemerintah telah memiliki Densus 88 yang disebut telah mendulang kesuksesan dalam pemberantasan kelompok terorisme, namun acaman terorisme belum sepenuhnya telah dinetralisir.

Senin, 30/10/2017 17:33 0

Prancis

Prancis: Perang terhadap “Teroris” di Timteng Belum Berhasil

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Barley, mengungkapkan bahwa perang melawan “teroris” di Timur Tengah belum berhasil. Hal itu diungkapkannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (29/10).

Senin, 30/10/2017 14:46 0

Tarbiyah Jihadiyah

Zuhud, Modal Awal Istiqomah dalam Perjuangan

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan pandangannya secara singkat terhadap An-Nabulsi, "Dia adalah seorang yang zuhud, ahli ibadah, wara' yang selalu berkorban di jalan Allah."

Senin, 30/10/2017 14:10 0

Afrika

Presiden Al-Bashir: Proyek Islam di Sudan Telah Berhasil

"Proyek Islam di Sudan telah berhasil yang ditandai dengan penyebaran masjid dan meningkatnya jumlah pemuda yang mendatanginya," kata Al-Bashir.

Senin, 30/10/2017 12:15 0

Suriah

Perundingan Astana Ketujuh, Ini 5 Hal Pokok yang Harus Diketahui

Pertemuan ini disebut-sebut untuk menyerukan penghentian serangan antara kelompok oposisi dan pasukan yang berperang atas nama Presiden Bashar Assad untuk jangka waktu setidaknya enam bulan.

Senin, 30/10/2017 11:11 0

Afrika

Khalifa Haftar Diselidiki atas Penemuan Puluhan Mayat di Bengazhi

Khalifa Haftar, yang menguasai Libya timur, diselidiki atas penemuan 36 mayat tak dikenal di daerah sebelah timur Benghazi. Mayat tersebut menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan luka peluru di kepala.

Senin, 30/10/2017 10:22 0

Video Kajian

Jadi Tahu : Bolehkah Perempuan Memakai Perfume ?

KIBLAT.NET – Parfume pada saat ini sudah menjadi barang yang tak bisa lepas dari kehidupan...

Senin, 30/10/2017 09:37 0

Amerika

Beli Sistem Rudal S-400 Rusia, Turki Tuai Ancaman NATO

Sejak Turki membeli S-400 dari Rusia, awalnya pihak NATO hanya menyampaikan komplain bahwa sistem pertahanan buatan Rusia itu tidak kompatibel dengan sistem pertahanan udara NATO.

Senin, 30/10/2017 05:49 0

Afghanistan

Helikopter NATO Jatuh di Logar, Ditembak Taliban?

Helikopter Chinook banyak digunakan dalam misi penyerangan udara. Chinook membawa bom, amunisi, dan perbekalan dari makanan hingga air minum. Chinook diklaim efektif untuk digunakan dalam misi di Afghanistan, bisa membawa beberapa ton kargo atau mencapai 55 pasukan dan memiliki jangkauan maksimal 426 km (265 mil).

Senin, 30/10/2017 05:15 0

Rusia

Janda Perwira Rusia Tuntut Kompensasi atas Kematian Suaminya di Suriah

Sejak suaminya tewas pada 18 April, Bordova telah berselisih dengan militer Rusia untuk mendapatkan dukungan finansial terkait haknya sebagai seorang janda perwira.

Ahad, 29/10/2017 13:40 0

Close