... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Sunnah Tadafu’, Eksistensi Pertarungan antara Hak dan Batil

Foto: Perang Salib sebagai salah satu bentuk sunnah tadafu''

KIBLAT.NET – Hidup di dunia ini kita mengenal yang namanya predator, yaitu binatang pemangsa dalam sebuah ekosistem. Untuk menjaga keseimbangan alam agar berada dalam kondisi ideal, keberadaan binatang predator menjadi sangat urgen. Sebab, bila predatornya hilang maka populasi hewan akan berbahaya bagi lingkungan yang lain.

Sebagai contoh, mungkin kita sering menyaksikan ada tanaman diserang oleh ulat yang makan dedaunan. Agar tanamannya selamat, maka Allah Ta’ala mendatangkan burung-burung kecil yang memakan ulat-ulat tersebut, sehingga tanaman yang daunnya dirusak ulat kembali tumbuh dengan baik. Atau contoh lainnya adalah keberadaan wereng yang dapat merusak tanaman. Ketika populasi meningkat dan tak terkendali, maka ia akan berbahaya. Untuk menjaganya, Allah pun menciptakan burung atau katak sebagai pemangsanya.

Dalam Islam, adanya ketetapan tersebut biasa disebut dengan sunnah tadaffu’, yaitu sebuah ketetapan Allah yang terjadi antar makhluk untuk saling bersaing, melawan, berebut dan saling memangsa. Ketetapan ini merupakan hukum alam yang tidak pernah berubah. Dari dulu sampai sekarang, kajadian sama, atau dalam istilah umumnya disebut dengan sunnatullah atau ketetapan ilahi. Dalam al-Quran surat Al-fath ayat 23, Allah ta’ala menyebutkan:

“Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.”

Pertarungan Abadi dan Ketetapan Ilahi

Di antara sunnatullah yang berlaku di muka bumi ini, selain ditetapkannya Sunnah Mudawalah (saling berkuasa), Allah juga menetapkan sebuah kehendak lain yang tidak bisa dihindarkan oleh makhluknya, yaitu sunnah tadafu’ (saling monolak dan melawan). Yaitu suatu ketetapan yang berlaku di antara makhluk untuk saling membela diri, berkonfrontasi dan saling melawan dan memperebutkan.

Tidak hanya terjadi pada ekosistem hewan, sunnah tadafu’ juga berlaku di antara manusia. Ketika orang-orang zalim berkuasa dan menghancurkan gerak hidup manusia yang ideal, maka Allah Ta’ala mengutus pasukan dari hamba yang dipilihNya untuk menghentikan kezaliman tersebut. Allah Ta’ala mengutus Nabi Ibrahim kepada Namrud yang tirani, mengirim Nabi Musa kepada Fir’aun yang sombong lagi menindas, menyuruh Thalut untuk melawan Jalut yang kejam, dan menghadirkan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam– di tengah-tengah masyarakat Quraisy yang musyrik dan suka membunuh.

Demikianlah hakitat sunnah tadafu’ yang terjadi di antara manusia. Perlawanan akan selalu ada di muka bumi ini. Sejak pertama kali Allah ciptakan manusia, perlawanan ahlu haq untuk menghancurkan kebatilan akan terus berlangsung. Pertarungan wali Allah sebagai representatsi ahlul haq melawan wali setan sebagai pengusung kebatilan itu tidak pernah ada ujungnya. Di antara mereka saling memenangkan pertarungan. Terkadang wali Allah yang tampil sebagai pemenang walaupun di waktu yang lain dia ditakdirkan kalah dan dikuasai oleh musuh.

Tentang perihal ini, Ibnul Qayyim menuturkan :

إنما يصيب المؤمن في هذه الدار من إدالة عدوه عليه، وغلبته له، وإذائه له في بعض الأحيان، أمر لازم لا بد منه

Artinya, “Orang mukmin hidup di dunia ini terkadang akan dikalahkan oleh musuhnya, dikuasai serta dilecehkan oleh mereka. Dan itu suatu keniscayaan yang pasti terjadi.” (Ighatsatul lahfan 2/189)

Lalu jika ada yang bertanya, “Kenapa kekuasaan itu terkadang ditakdirkan berada di tangan orang kafir dan mereka bisa mengalahkan orang Islam? Mengapa mereka bisa menguasai orang-orang islam?

Ibnul Qayyim memberikan jawaban, “Ini adalah tabiat hidup di dunia,” sebagaimana di dunia ini ada panas dan ada dingin, terkadang di satu sisi ia mengalami kesusahan dan di satu sisi yang lain ia mengalimi kemudahan. Ibnul Qayyim melanjutkan :

إنما يصيب المؤمن في هذه الدار من إدالة عدوه عليه، وغلبته له، أذاه له في بعض الأحيان أمر لازم لا بد منه، وهو كالحر الشديد، والبرد الشديد، والأمراض والهموم والغموم، فهذا أمر لازم للطبيعة والنشأة الإنسانية في هذه الدار

Artinya,“Apa yang menimpa orang beriman di dunia ini, berupa pengusaan musuh atas diri mereka, terkadang mereka dikalahkan dan dilecehkan. Ini bagian dari sesuatu yang pasti terjadi. Sama seperti adanya panas dan dingin, sakit demam dan sedih, semua itu adalah perkara yang biasa terjadi di tengah-tengah kehidupan manusia di muka bumi ini.” (Ighatsatul lahfan 2/189)

Peperangan yang terjadi di antara manusia merupakan salah satu sunnah tadafu’ yang tak pernah ada ujungnya. Semenjak Allah menciptakan Adam, peperangan antara pembela al-haq dengan pembela kebatilan terus terjadi hingga sekarang.

Ibnu Khaldun berkata,

اعلم أن الحروب وأنواع المقاتلة لم تزل واقعة في الخليقة منذ برأها الله” قال: “وهو أمر طبيعي في البشر لا تخلو عنه أمة ولا جيل

Ketahuilah! Bahwasanya peperangan dengan segala macam bentuknya itu akan selalu terjadi di antara makhluk sejak Allah tempatkan pertama kali di muka bumi. Ini merupakan perkara yang pasti terjadi di antara manusia, tidak ada umat atau generasi yang bisa menghindarinya.” (Ibnu Khaldun, Muqaddimah, 145)

Maka siapa saja yang bermimpi agar perang itu berakhir, maka sama saja dia sedang berangan-angan. Sebab, perlawanan itu tidak akan ada habisnya. Hanya ada satu masa di mana seluruh manusia di muka bumi akan merasakan kedamaian dan tidak ada percecokan, yaitu ketika Nabi Isa as turun dan berhasil membunuh Dajjal. Setelah itu manusia hidup dalam keadaan nyaman. Namun hnya beberapa saat saja. Sangat pendek jika dibandingkan dengan umur dunia.

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (QS. Al-Baqarah: 251)

Baca halaman selanjutnya: Jika Sunnah Tadafu’ Tidak...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

JPU Kasus Tamim Pardede Dinilai Tak Serius Hadapi Persidangan

Salah satu yang menunjukkan itu, BAP saksi isinya sama semua

Selasa, 31/10/2017 07:34 0

Indonesia

Demokrat Minta Beberapa Pasal UU Ormas Dihapus

"Partai Demokrat menyoroti dasar atas diterbitkannya UU Ormas terkait pemaknaan Ormas yang bertentangan dengan pancasila. Apa yang bertentangan dengan pancasila itu? Dikhawatirkannya Menteri atau Pemerintah memberikan keotoriterannya menggunakan UU Ormas," katanya di Wisma Proklamasi, Senin, (30/10).

Selasa, 31/10/2017 06:50 0

Indonesia

Demokrat Dukung Perppu Ormas Jadi UU Lalu Minta Revisi, Begini Kata SBY

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan sikap Demokrat yang setuju Peprpu Ormas jadi Perppu, lalu meminta revisi

Senin, 30/10/2017 22:38 0

Indonesia

Resmi, Pemprov DKI Jakarta Setop Izin Alexis

Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjanjikan akan menutup tempat hiburan Alexis saat kampanye lalu

Senin, 30/10/2017 21:36 0

Indonesia

Papua Memanas, Mapolsek Tembagapura Diserang Kelompok Bersenjata

Terjadi baku tembak antara aparat kepolisian dan kelompok bersenjata di Mapolsek Tembagapura, Jayapura, Papua

Senin, 30/10/2017 20:58 0

Indonesia

Dituntut 3 Tahun Penjara, Tamim Pardede: No Problem

Tamim Pardede pegias media sosial diperkarakan setelah memperingatkan soal kebangkitan Komunisme

Senin, 30/10/2017 20:18 0

Indonesia

Kemkominfo Sebut Registrasi Kartu SIM untuk Mempermudah Penyaluran Bantuan

Pengguna seluler diwajibkan registrasi kartu SIM

Senin, 30/10/2017 19:21 0

Indonesia

SBY Ingatkan Pemerintah Soal Ormas

Menurut SBY pemerintaha harus menjadikan ormas sebagai partner

Senin, 30/10/2017 18:58 0

Indonesia

UU Ormas Bikin Pemerintah Otoriter, Demokrat Desak Revisi

Demokrat mendesak dilakukannya revisi undang-undang ormas, meski pemerintah kerap tidak mengindahkan ajuan revisi UU dari DPR

Senin, 30/10/2017 17:42 0

Analisis

Memahami Strategi Tito Karnavian Hadapi Kelompok Insurgensi dan Islam Radikal

Meskipun pemerintah telah memiliki Densus 88 yang disebut telah mendulang kesuksesan dalam pemberantasan kelompok terorisme, namun acaman terorisme belum sepenuhnya telah dinetralisir.

Senin, 30/10/2017 17:33 0