... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

BEM-SI: Wajah Demokrasi Indonesia dalam Titik Nadir

Foto: Mahasiswa berdemo di depan Istana Negara, Kamis (20/10/2016)

KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi demonstrasi untuk mengevaluasi tiga tahun kepemerintahan Jokowi-JK oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia(BEM-SI) beberapa waktu lalu berakhir ricuh. Total dua orang Aktivis telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua belas orang lainya dikenakan wajib lapor.

Menanggapi hal ini, BEM-SI menilai tindakan represif yang dilakukan oleh aparat telah merusak nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Hal ini disampaikan oleh perwakilan BEM-SI, Ali Abdillah.

“Wajah demokrasi di Indonesia hari ini dalam kondisi titik nadir. Apapun alasannya, tindakan represif aparat Kepolisian terhadap aktivis yang menyuarakan aspirasi di muka publik, merupakan tindakan yang mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia,” kata Ali kepada Kiblat.net, Jumat malam (27/10), di Kantor Sekretariat ILUNI UI.

BEM-SI juga menilai tindakan represif aparat yang berlebihan dan cepat menetapkan tersangka terhadap aktivis mahasiswa merupakan cermin ketidakadilan hukum. Dia membandingkan hal tersebut dengan kasus-kasus lainnya, di mana polisi cukup lama dalam menetapkan tersangka.

Selain mengecam keras perilaku aparat terhadap kejadian tersebut, mereka juga meminta agar segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa dihentikan.

“Kami menuntut Kepolisian untuk membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang ditangkap serta mencabut status tersangkanya, juga mendesak presiden untuk memerintahkan dan menegur Kapolri agar bertindak mengedepankan semangat demokrasi,” kata Ali.

BEM-SI juga menyatakan, masih akan mendukung penuh keberlanjutan gerakan mahasiswa sebagai bagian tak terpisahkan dari proses kontrol sosial atas kinerja pemerintah.

BACA JUGA  Jokowi Ingin Setiap Kebijakan Mengandung Rasa Ideologi Pancasila

“Karena jika negara dan aparatnya gelap mata dan abai dalam menjalankan amanah reformasi, bukan tidak mungkin bangsa ini kembali masuk dalam gua gelap otoritarianism,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Gara-Gara Trump, Kasus Sersan Bergdahl Berpotensi Ditutup

Hakim pengadilan militer AS yang memimpin sidang pembacaan hukuman Sersan Bowe Bergdahl mengatakan saat ini masih mempertimbangkan kemungkinan untuk menutup kasus tersebut

Sabtu, 28/10/2017 07:34 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : Persaudaraan yang Membawa Ke Surga (Ust. Joko Imanudin, S.Pd.I)

KIBLAT.NET – Ada sebuah persaudaraan yang kekal abadi dan bahkan lebih baik dari pada persaudaraan...

Jum'at, 27/10/2017 17:21 0

Amerika

Diduga Intervensi Pemilu AS, Twitter Blokir Iklan dari Dua Media Besar Rusia

Twitter menyatakan akan melarang iklan dari dua media terkemuka Rusia, Russia Today (RT) dan Sputnik karena mencoba mengganggu pemilihan presiden AS tahun 2016.

Jum'at, 27/10/2017 15:10 0

Suriah

Rezim Assad Terbukti Jatuhkan Bom Kimia di Khan Sheikhoun

Rezim Assad terbukti melakukan serangan gas sarin yang mematikan di sebuah kota yang dikuasai oposisi pada bulan April. Demikian menurut sebuah laporan PBB pada Kamis (26/10/2017 sebagaimana dikutip Daily Sabah.

Jum'at, 27/10/2017 11:31 0

Suriah

Empat Konferensi Soal Suriah Digelar November, Salah Satunya Bikinan Rusia

Rusia mengejutkan semua orang dengan menggelar konferensi yang disebut "Rakyat Suriah" di pangkalan militer Hameimim di Lattakia.

Jum'at, 27/10/2017 10:15 0

Amerika

Laporan Internasional Kembali Tegaskan Assad Gunakan Senjata Kimia

Isinya menegaskan rezim Suriah bertanggung jawab atas pembantaian yang menewaskan lebih dari 87 orang dan memicu gelombang kecaman internasional.

Jum'at, 27/10/2017 08:00 0

Lebanon

Beirut Memanas, Warga Syiah Turun ke Jalan Kutuk Hizbullah

"Warga menyebut Hizbullah sebagai penyebab kerusakan. Banyak juga yang memposting di akun media sosial mereka dan mengutuk organisasi itu dan sekretaris jendralnya," kata laporan TV setempat yang dikutip Aawsat.

Kamis, 26/10/2017 17:38 1

News

Khutbah Jumat: Inilah Tiga Karakter Muslim Sejati

Tanpa itu, seorang muslim bisa goyah. Banyak kisah menjadi pelajaran. Seseorang telah beriman dan hijrah bersama Nabi SAW ke Madinah, namun kemudian goyah oleh kuda peliharaannya di Mekkah. Ia menyalahkan jalan hijrah.

Kamis, 26/10/2017 15:36 3

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Korupsi Memicu Terorisme

Dunia mengakui, bahwa korupsi adalah ancaman utama bagi perdamaian dan stabilitas. Korupsi adalah jantung dari banyak masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini.

Kamis, 26/10/2017 12:37 0

Suriah

Syaikh Abu Qatadah dan Al-Maqdisi Imbau Persatuan di Tubuh HTS

Sejumlah ulama jihadis menyerukan sebuah inisiatif untuk rekonsiliasi antara Haiah Tahrir Syam dan kelompok Al-Qaidah di Suriah. Syaikh Abu Qatadah al-Filistini dan Abu Muhammad al-Maqdisi menjadi bagian dari pemrakarsa seruan itu.

Kamis, 26/10/2017 11:55 0

Close