... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Tugas dan Kewajiban Pemimpin Umat Islam

Foto: Pemimpin umat (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Kekuasaan di dalam Islam adalah tanggung jawab. Kekuasaan tidaklah diberikan kepada seseorang melainkan untuk mewujudkan tujuan. Nah, tercapainya tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara rakyat dan penguasa.

Maksud dan tujuan setiap kekuasaan di dalam Islam adalah agar agama ini menjadi milik Allah, kalimat Allah menjadi yang tertinggi dan ibadah hanya diperuntukkan untuk Allah. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk untuk beribadah semata kepada-Nya. Karena tujuan itulah Allah menurunkan wahyu, mengutus Rasul dan karena alasan itu juga Rasul dan orang-orang beriman melakukan jihad.

Pemimpin adalah wakil dari umat dalam mewujudkan tujuan-tujuan syariat. Rakyat telah memberikan haknya kepada pemimpin melalui baiat. Oleh karena itu kewajiban besar menanti tugas seorang pemimpin Islam.

Namun, tugas yang demikian besar itu rasanya tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin itu sendirian, meskipun dia orang yang kuat, pandai dan cerdas. Oleh karena itu Islam juga membebankan tanggung jawab ini kepada rakyat berupa penunaian terhadap hak-hak imam sebagai timbal balik dari kewajiban besar yang dipanggul oleh imam.

Oleh karena besarnya tanggung jawab dan tugas seorang pemimpin di dalam Islam, oleh karena itu Allah mempersiapkan balasan yang besar pula bagi mereka yang mampu menunaikannya dengan baik.

Rasulullah SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang Allah akan lindungi dalm naungan-Nya pada hari tidak perlindungan kecuali dari-Nya. Dan diantaranya adalah imam yang adil.” (HR Bukhari Muslim)

Sebaliknya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa kepemimpinan bisa jadi penyesalan di hari kiamat. Beliau berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan, “Sesungguhnya (kepemimpinan)itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim)

Tujuan kepemimpinan di dalam Islam adalah “Iqomatud din wa siyasatud dunya bihi.” (Menegakkan agama dan mengatur urusan dunia dengan agama). Tujuan ini perlu diwujudkan oleh seseorang yang diberi hak kepemimpinan terhadap umat.

Pertama adalah Iqomatud din, yaitu menegakkan agama. Menegakkan agama dibagi menjadi dua bentuk, yang pertama adalah menjaga agama (hifzud din) dan yang kedua adalah menjalankan agama (tanfiizuhu). Hifzud din bisa diterjemahkan dalam poin-poin berikut :

BACA JUGA  Sehari Pasca Reuni 212, Ada Ledakan Granat Menyasar Prajurit TNI di Monas

Pertama, mendakwahkan agama ini dengan tulisan, lisan dan kekuatan.

Tujuan yang paling penting kepemimpinan di dalam Islam adalah menyebarkan agama ini baik ke internal umat Islam maupun ke umat di luar Islam. Hal ini karena risalah Islam ini diperuntukkan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Terlebih dakwah dan menyebarkan Islam adalah tugas dari para Rasul dan Nabi.

Dakwah Islam bisa dilakukan dengan dua cara, memberikan keterangan baik dengan lisan maupun tulisan dan menggunakan kekuatan. Sebagaimana yang disebutkan Al-Juwaini, “Menyeru kepada agama yang benar ini memiliki 2 cara. Yang pertama dengan hujjah dan keterangan. Kedua, dengan kekuatan pedang.” (Ghiyatsul umam, Hal 144).

Dalam rangka menegaskan pentingnya menyebarkan Islam dengan cara yang kedua, yaitu dengan kekuatan, imam As-Subki berkata, “Dan di antara tugas penguasa adalah mempersiapkan pasukan dan menegakkan kewajiban jihad guna meninggikan kalimat Allah. Karena Allah tidaklah menyerahkan kepemimpinan kepadanya hanya untuk makan, inum dan tidur saja, akan tetapi agar seorang pemimpin tadi menolong agama, meninggikan kalimat Allah, maka sudah menjadi kewajibannya untuk tidak membiarkan orang-orang kafir  yang kufur dengan nikmat Allah dan tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya.” (Mu’idun Ni’am wa Mubidun Naqm, hal 16)

Inilah jalan yang telah ditempuh oleh pemimpin kaum muslimin. Setelah Allah memuliakan Rasul dengan risalah, Allah perintahkan beliau untuk menyampaikannya dan Allah anugerahkan tamkin. Kemudian Rasulullah SAW mengutus para utusan ke kota-kota menyeru mereka agar masuk Islam, menjelaskan kepada mereka jalan yang benar, membacakan kepada mereka Al-Quran. Beliau juga mengirim surat kepada para raja-raja agar masuk Islam, jika mereka menolak maka wajib bagi mereka membayar jizyah, jika mereka menolak maka mereka akan diperangi. Dan Rasulullah membuktikan itu dengan memerangi orang-orang musyrik dari kalangan Persia, Romawi dan lain sebagainya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para khulafa’ur Rasyidin –radiyallahu anhum– sehingga hanya dalam waktu yang sebentar, Islam telah memenuhi seantero dunia dan manusia berbondong-bondong masuk Islam. Sampai-sampai Harun Ar-Rasyid mensifati luasnya kekuaaan Islam berkata kepada awan, “Silahkan hujan mau turun dimanapun, niscaya hasilmu akan datang kepadaku.”

Kedua, mengcounter dan memerangi syubhat dan kebatilan.

BACA JUGA  Habib Rizieq Bantah Tak Lapor KBRI di Arab Saudi Soal Pencekalan

Di antara bentuk penjagaan terhadap Islam adalah menjaga orisinalitas ajaran islam dari penyelewengan. Hal ini menjadi tugas para pemimpin umat Islam. Abu Ya’la berkata, “Wajib bagi imam menjaga din ini sesuai dengan pokok-pokok ajaran para salaf. Jika seseorang tergelincir di dalam syubhat, maka wajib bagi imam untuk menjelaskan hujjah, menunjukkan yang benar dan menghukumnya dengan hukuman yang pantas  jika ada aturan atau hak yang dilanggar. Hal ini dilakukan agar agama terjaga dari kerusakan (pemahaman) dan umat terhalang dari ketergelinciran.” (Al-Ahkam As-Sulthoniyah Abu Ya’la, hal 27)

Cara untuk melawan syubhat juga bermacam-macam. Bisa dengan mengajarkan dan memberikan hujjah sebagaimana yang dilakuan Ali bin Abi Thalib terhadap khawarij, kala itu Ali bin Abi Thalib mengutus Ibnu Abbas untuk meluruskan syubhat yang ada pada khawarij.

Bisa juga dengan memberikan hukuman ta’zir atau pengasingan terhadap penebar syubhat, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khottob terhadap Shobigh yang bertanya hal-hal yang mutasyabih sehingga beliau mengasingkannya.Opsi terakhir adalah dengan memerangi mereka seperti yang dilakukan Ali-bin Abi Thalib terhadap khawarij.

Ketiga, menjaga perbatasan negeri kaum muslimin.

Sebagaimana pada dua poin di atas, seorang imam berkewajiban untuk menjaga pemahaman umat Islam, imam juga berkewajiban untuk menjaga keamanan kaum muslimin, baik dari gangguan internal, maupun eksternal. Hal ini agar memastikan keselamatan jiwa, harta dan kehormatan kaum muslimin.

Imam Haramain Al-Juwaini berkata, “Perhatian imam dalam menjaga perbatasan negeri kaum muslimin adalah hal yang penting, yaitu dengan menjaga benteng-benteng, memenuhinya dengan bahan makanan dan persedian air, membangun parit, perlengkapan perang dan peralatan untuk bertahan dan menyerang, dan hal ini menuntut adanya para pasukan yang menjaga setiap perbatasan.” (Ghiyatsul Umam, hal 156)

Adapun tujuan berikutnya adalah menjalankan agama (tanfidz)yang terwujud dalam poin-poin berikut :

Baca halaman selanjutnya: Pertama, menjalankan syariat,...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Gegara Pesta Miras, Billionaire Store Hentikan Kerjasama dengan J&T

Billionaire Store memutuskan untuk berhenti menjalin kerjasama dengan J&T Express karena acara ghatering yang diselingi pesta minuman keras beberapa waktu lalu.

Kamis, 26/10/2017 10:32 0

Myanmar

Turki Siap Bangun Proyek Penampungan Warga Rohingya Senilai $50 Juta

Koru berharap pemerintah Naypyidaw untuk memperhatikan kondisi etnis Muslim Rohingya dan memperhatikan peringatan yang ada.

Kamis, 26/10/2017 09:43 0

Turki

AFAD dan BSM Turki Salurkan Makanan kepada 1.500 Keluarga Suriah

Dalam hal ini, Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) dan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) turut berpartisipasi dalam distribusi bantuan pangan pada keluarga yang sedang berjuang di kota al-Bab dan Qabasin.

Kamis, 26/10/2017 09:30 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Guncang Markas Militer Afghanistan

Kelompok pejuang Islam Afghanistan, Taliban, dikabarkan kembali melakukan sejumlah penyerangan di provinsi Farah dan Herat.

Kamis, 26/10/2017 08:50 0

Afrika

Niger, Simpul Operasi Militer AS di Afrika Barat

Tanggal 4 Oktober lalu, pasukan khusus AS menjadi korban serangan ambush militan Islam di Niger, dekat perbatasan Mali. Empat tentara Amerika meregang nyawa. Setelah mencuat di publik, insiden ini kemudian mengungkap fakta lainnya bahwa ternyata AS mengerahkan hampir 1.000 pasukan darat di Niger, jumlah yang terlalu kolosal untuk sebuah negara kecil seperti Niger.

Kamis, 26/10/2017 08:15 0

Video Kajian

Bahaya Dosa Kecil (Bag 2) – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Seringkali kita merasa dibuat susah oleh Alalh SWT dalam berbagai hal. Tahukah kalian...

Kamis, 26/10/2017 08:00 0

Eropa

Cegah Spanyol Ambil Alih Kekuasaan, Catalonia Serukan Pemilu Lebih Awal

Para elit di pemerintahan lokal Catalonia mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk menggelar pemilu lebih awal pekan ini sebagai cara mengantisipasi atau mendahului langkah pemerintah Spanyol yang akan mengambil alih wilayah otonomi kaya tersebut.

Kamis, 26/10/2017 07:50 0

Indonesia

Fahri Hamzah Berharap Anies-Sandi Bisa Atasi Ketegangan Efek Pilkada

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah, berharap kepemimpinan baru Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno dapat menyelesaikan ketegangan pasca Pilkada DKI di tengah masyarakat

Kamis, 26/10/2017 07:35 0

Indonesia

Begini Pesan Din Syamsudin Kepada Non Pendukung Anies-Sandi

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr KH Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA menyerukan kepada masyarakat Indonesia, Jakarta khususnya, untuk bisa kembali bersama dan mempererat persatuan, usai momen Pilkada DKI yang dinilai menyebabkan kerenggangan di beberapa sendi bermasyarakat.

Kamis, 26/10/2017 06:43 0

Indonesia

Indonesia Selalu Bersama Palestina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia mendukung rekonsiliasi Palestina

Rabu, 25/10/2017 23:20 0

Close