... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Download

Laporan Syamina: Korupsi Memicu Terorisme

KIBLAT.NET – Dunia mengakui, bahwa korupsi adalah ancaman utama bagi perdamaian dan stabilitas. Korupsi adalah jantung dari banyak masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini.

Hubungan antara korupsi dan terorisme telah lama dikenal. Meskipun bukan merupakan satu-satunya kontributor terjadinya destabilisasi sebuah negara,  korupsi bisa memberikan dampak yang sangat besar. Ia bisa menguras sumber daya publik dan meruntuhkan kepercayaan publik pada pemerintahnya. Mulai dari korupsi kecil-kecilan dari pejabat kelas rendah hingga suap yang melibatkan pemimpin politik, korupsi akan melemahkan sebuah negara.

Korupsi berpotensi meningkatkan risiko konflik, dan konflik juga berpotensi meningkatkan risiko korupsi. Keduanya memiliki hubungan simbiosis yang bisa mengancam perdamaian dan stabilitas di negara yang sudah dikepung oleh kekerasan.

Korupsi bisa memicu konflik dan ketidakstabilan dalam tiga cara. Pertama, korupsi bisa memicu keluhan sosial dan politik, terutama rasa ketidakadilan. Kedua, jika korupsi telah mengubah negara dari seperangkat institusi yang menyediakan barang publik ke dalam sekumpulan institusi yang akan dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi, negara menjadi semacam hadiah yang harus diperebutkan. Ketiga, korupsi dapat merusak kapasitas dan legitimasi negara. Dengan merampas sumber daya dan dengan misalokasi, korupsi melemahkan kemampuan negara untuk menyediakan layanan publik utama, termasuk keamanan.

Dampak negatif korupsi pada perlindungan hak asasi manusia dan pembangunan juga cukup jelas. Bahkan, PBB sendiri menegaskan bahwa negara seringkali tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk melindungi hak asasi manusia karena korupsi. Korupsi sangat berbahaya bagi seluruh bentuk hak asasi manusia: hak sipil, hak politik, hak ekonomi, sosial, hak budaya, hingga hak untuk berkembang. Dampak korupsi paling berbahaya bagi mereka yang miskin dan termarjinalisasi, yang selama ini cukup bergantung pada layanan publik. Korupsi juga berpotensi menciptakan budaya kebal hukum.

Dalam banyak kasus, korupsi telah menghasilkan beberapa krisis keamanan yang paling mengerikan saat ini. Hal ini disebabkan oleh empat unsur yang biasanya melekat pada korupsi, yaitu penghinaan yang ditimpakan pada korban, kurangnya bantuan, struktur dan kecanggihan jaringan korup, dan jumlah aset yang dicuri benar-benar kolosal.

Korupsi dan ekstremisme kekerasan adalah produk sampingan dari pemerintahan yang buruk—baik di tingkat lokal maupun nasional. Penelitian yang dilakukan oleh International Republican Institute (IRI) menunjukkan bahwa korupsi adalah pendorong utama terorisme di semua wilayah, mulai dari Bosnia, Tanzania hingga Tunisia. Selain itu, banyak faktor yang secara tradisional dianggap terkait dengan terorisme—seperti pengangguran, alienasi politik, dan marginalitas masyarakat—justru sebenarnya terkait dengan korupsi pada tingkat tertentu.

Download di sini untuk baca Laporan Syamina lebih lengkap.

Laporan Syamina: Korupsi Memicu Terorisme
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Syaikh Abu Qatadah dan Al-Maqdisi Imbau Persatuan di Tubuh HTS

Sejumlah ulama jihadis menyerukan sebuah inisiatif untuk rekonsiliasi antara Haiah Tahrir Syam dan kelompok Al-Qaidah di Suriah. Syaikh Abu Qatadah al-Filistini dan Abu Muhammad al-Maqdisi menjadi bagian dari pemrakarsa seruan itu.

Kamis, 26/10/2017 11:55 0

Manhaj

Tugas dan Kewajiban Pemimpin Umat Islam

Kekuasaan di dalam Islam adalah tanggung jawab. Kekuasaan tidaklah diberikan kepada seseorang melainkan untuk mewujudkan tujuan. Nah, tercapainya tujuan tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara rakyat dan penguasa.

Kamis, 26/10/2017 11:20 0

Indonesia

Gegara Pesta Miras, Billionaire Store Hentikan Kerjasama dengan J&T

Billionaire Store memutuskan untuk berhenti menjalin kerjasama dengan J&T Express karena acara ghatering yang diselingi pesta minuman keras beberapa waktu lalu.

Kamis, 26/10/2017 10:32 0

Myanmar

Turki Siap Bangun Proyek Penampungan Warga Rohingya Senilai $50 Juta

Koru berharap pemerintah Naypyidaw untuk memperhatikan kondisi etnis Muslim Rohingya dan memperhatikan peringatan yang ada.

Kamis, 26/10/2017 09:43 0

Turki

AFAD dan BSM Turki Salurkan Makanan kepada 1.500 Keluarga Suriah

Dalam hal ini, Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) dan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) turut berpartisipasi dalam distribusi bantuan pangan pada keluarga yang sedang berjuang di kota al-Bab dan Qabasin.

Kamis, 26/10/2017 09:30 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Guncang Markas Militer Afghanistan

Kelompok pejuang Islam Afghanistan, Taliban, dikabarkan kembali melakukan sejumlah penyerangan di provinsi Farah dan Herat.

Kamis, 26/10/2017 08:50 0

Afrika

Niger, Simpul Operasi Militer AS di Afrika Barat

Tanggal 4 Oktober lalu, pasukan khusus AS menjadi korban serangan ambush militan Islam di Niger, dekat perbatasan Mali. Empat tentara Amerika meregang nyawa. Setelah mencuat di publik, insiden ini kemudian mengungkap fakta lainnya bahwa ternyata AS mengerahkan hampir 1.000 pasukan darat di Niger, jumlah yang terlalu kolosal untuk sebuah negara kecil seperti Niger.

Kamis, 26/10/2017 08:15 0

Video Kajian

Bahaya Dosa Kecil (Bag 2) – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Seringkali kita merasa dibuat susah oleh Alalh SWT dalam berbagai hal. Tahukah kalian...

Kamis, 26/10/2017 08:00 0

Eropa

Cegah Spanyol Ambil Alih Kekuasaan, Catalonia Serukan Pemilu Lebih Awal

Para elit di pemerintahan lokal Catalonia mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk menggelar pemilu lebih awal pekan ini sebagai cara mengantisipasi atau mendahului langkah pemerintah Spanyol yang akan mengambil alih wilayah otonomi kaya tersebut.

Kamis, 26/10/2017 07:50 0

Indonesia

Fahri Hamzah Berharap Anies-Sandi Bisa Atasi Ketegangan Efek Pilkada

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah, berharap kepemimpinan baru Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno dapat menyelesaikan ketegangan pasca Pilkada DKI di tengah masyarakat

Kamis, 26/10/2017 07:35 0