... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

IPW Dukung Pembentukan Densus Tipikor, Asalkan…

Foto: Ketua IPW, Neta S Pane

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesian Police Watch (IPW) mendukung keberadaan Detasemen Khusus Anti Korupsi (Densus Tipikor). Dari sini, IPW berharap Densus Tipikor mampu melakukan dua hal secara beriringan. Yaitu sosialisasi pencegahan korupsi dan penindakan tegas terhadap para pelaku.

“Densus ini mampu melakukan dua hal secara beriringan, yakni program pencegahan korupsi dengan cara melakukan sosialisasi dan kampanye ke jajaran pemerintahan maupun masyarakat. Selain juga tentunya membuat strategi maupun kajian-kajian untuk menghilangkan korupsi dari negeri ini,” kata Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW.

“Kedua melakukan penindakan dengan tegas dan terobosan baru agar terjadi efek jera di masyarakat, terutama di lingkungan aparatur negara untuk tidak melakukan korupsi,” imbuhnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Rabu (25/10/2017).

Neta mengatakan seharusnya aparatur penegak hukum sebagai langkah utama pemberantasan korupsi. Setelah itu jajaran partai politik di legislatif dan pemerintahan. Kemudian mengenakan pasal hukuman mati bagi para koruptor, terutama bagi aparatur penegak hukum yang melakukan korupsi.

“Jika saja Densus melakukan langkah terobosan ini, Densus Anti Korupsi tidak akan tumpang tindih dengan KPK, kejaksaan dan Dittipikor Polri. Sebab, ketiga institusi tersebut tidak pernah melakukannya,” ucapnya.

Neta mengatakan Densus Tipikor perlu diperkuat dengan fasilitas dan dana operasional yang setara dengan KPK. Disamping itu, Densus harus dikasih target waktu untuk menunjukkan kinerjanya.

BACA JUGA  Menolak Pengungsi Rohingya Sama dengan Legalkan Pelanggaran HAM

“Jika targetnya tidak tercapai, Densus harus dievaluasi dan bila perlu dibubarkan. IPW sangat menyayangkan keputusan presiden yang menunda keberadaan Densus Anti Korupsi,” ungkapknya.

Soal penundaan ini, Neta mengimbau agar Polri melakukan evaluasi untuk membangun soliditas dan koordinasi, serta untuk memperkuat konsep pemberantasan korupsinya, sebelum melahirkan Densus Anti Korupsi.

“Strategi dan terobosan baru memerangi korupsi dan memusnahkan korupsi di negeri ini sangat diperlukan. Jika Densus tidak membawa konsep dan strategi baru sebaiknya tidak perlu dilahirkan karena akan sia-sia dan membebani anggaran negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai Densus Anti Korupsi berpotensi untuk melakukan Abuse of Power atau penyalahgunaan kekuasaan. Sehingga, ia mengatakan hendaknya Densus Anti Korupsi dibenahi dulu perencanaannya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Gara-gara Facebook Salah Terjemah Ucapan ‘Selamat Pagi’, Pria Palestina Ditangkap

Facebook melalui melalui layanan terjemahannya malah menampilkan terjemahan "sakiti mereka" dalam bahasa Inggris atau "serang mereka" dalam bahasa Ibrani.

Rabu, 25/10/2017 16:30 0

Manhaj

Menunda Penegakan Syariat Demi Mensejahterakan Rakyat?

Upaya menjadikan Islam sebagai landasan hidup dalam segala aspek kehidupan memang tidak bisa dibilang mudah. Tantangan yang dihadapi cukup kompleks. Tidak hanya dari rangkaian aksi yang lancarkan musuh Islam, namun terkadang penolakkan terhadap penegakkan syariat justru muncul dari kalangan masyarakat yang ber-KTP Islam.

Rabu, 25/10/2017 16:15 1

News

Sidang Keenam Hidayat, JPU Tak Kunjung Hadirkan Saksi Pelapor

Seperti saat sidang sebelumnya, JPU beralasan saksi pelapor sedang menjalani operasi usus buntu.

Rabu, 25/10/2017 14:35 0

Eropa

Di Eropa, Minat Belajar Bahasa Arab Masyarakat Terus Meningkat

"Ada banyak keingintahuan tentang dunia Arab. Orang ingin tahu lebih banyak tentang orang Arab yang tinggal di sini dan tentang budaya mereka. Mereka merasa tidak percaya apa yang mereka baca dan lihat di media, yang mencoba menunjukkan dunia Islam dan Arab secara negatif," tambahnya.

Rabu, 25/10/2017 11:37 0

Video Kajian

Ciri Hati yang Mengagungkan Allah – Ust. Abdul Khalid, MA.

KIBLAT.NET – Ada ciri-ciri hati yang mengagungkan Allah. Apakah ciri-ciri tersebut ? Apakah hati anda...

Rabu, 25/10/2017 10:49 0

Amerika

Kanada Janji Salurkan Jutaan Dolar untuk Rohingya

Perdana Menteri Justin Trudeau juga memaparkan bahwa pihaknya telah menunjuk Bob Rae, mantan perdana menteri Ontario sebagai utusan khusus ke Myanmar.

Rabu, 25/10/2017 10:10 0

Irak

Kurdi Peshmerga Baku Tembak dengan Milisi Syiah Iraq

etidaknya tiga orang tewas dalam sebuah bentrokan yang melibatkan milisi Syiah Hashd al-Shaabi dengan pasukan Kurdi Peshmerga di Iraq utara.

Rabu, 25/10/2017 08:45 0

News

Ifan Seventeen Keluhkan Kedatangan TKA Cina, Begini Respon Kemnaker

Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen diminta melapor ke Dinas Tenaga Kerja atau Imigrasi soal kedatangan TKA Cina

Selasa, 24/10/2017 15:49 0

Rusia

Ketua Parlemen Kuwait Usir Delegasi Israel, Ini Videonya

Dalam sebuah pidato selama kurang dari 45 detik, Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim menghardik ketua delegasi Israel dalam Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-137 di Rusia.

Selasa, 24/10/2017 14:16 0

Suriah

Lagi, Komandan HTS Jadi Target Pembunuhan

Operasi pembunuhan terhadap komandan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) kembali terjadi. Kali ini, korbannya seorang komandan HTS di kota Al-Dana, pedesaan Idlib Utara. Sebuah bom pinggir jalan menghancurkan mobil yang ditumpangi komandan tersebut.

Selasa, 24/10/2017 10:30 0

Close