Terinspirasi Katalonia, Venesia dan Lombardi Italia Utara Ingin Merdeka

KIBLAT.NET, Katalonia – Perkembangan politik di Katalonia yang berusaha memisahkan diri dari Spanyol hanyalah satu dari sekian gerakan politik-ekonomi berbasis massa yang ingin memisahkan diri dari pemerintah pusat di seluruh Eropa. Setelah sebelumnya Pulau Canvey di Inggris, akhir pekan lalu jajak pendapat yang tidak mengikat di wilayah Italia bagian utara bisa menjadi sebuah dasar bagi upaya selanjutnya menuju langkah pemisahan diri.

Dengan didukung oleh Partai Lega Nord (LNP), dua wilayah besar yaitu Venesia (Venice) dan Lombardy mengadakan voting untuk mengajukan petisi kepada pemerintah pusat Italia bagi otonomi yang lebih luas serta penguasaan yang lebih besar atas pendapatan di sektor pajak. Diperkirakan petisi tersebut akan disetujui oleh 90 persen suara rakyat yang mendukung.

Kedua provinsi yang bertetangga tersebut berambisi mendirikan sebuah entitas wilayah bernama Padania dengan Partai Lega Nord sebagai kendaraan politik utamanya. Padania adalah nama lain dari Lembah Po di Italia. Istilah ini digunakan sampai awal 1990an ketika Partai Lega Nord mengusulkan Padania sebagai nama yang cocok untuk sebuah “negara otonomi” Italia Utara. Meskipun referendum merupakan langkah termudah menuju pemisahan diri, voting yang digelar saat ini dianggap sebagai langkah awal untuk memobilisasi dukungan menuju kemerdekaan.

Hal ini menyerupai situasi di Katalonia, dan hanya berbeda dalam eskalasi dan skala. Baik dalam kasus di Spanyol maupun Italia, wilayah-wilayah yang menginginkan otonomi maupun kemerdekaan penuh merupakan wilayah kaya di negara masing-masing. Mereka merasa dibebani secara tidak adil dengan pajak yang sangat tinggi sementara hasilnya lebih banyak dilarikan ke wilayah lain.

Kedua wilayah Italia ini memiliki sejarah otonomi yang cukup panjang. Lombardy pernah diperintah oleh tuan tanah kaya raya secara terpisah di Milan dan Mantua. Sementara Republik Venesia (Venice) pernah eksis sebagai negara hingga masa pendudukan Napoleon. [hun]

Sumber: Antiwar
Editor: YasinMuslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat