... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Putusan Perppu Ormas, CAF Ingatkan DPR Bukan ‘Dewan Perwakilan Rezim’

Foto: Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang Perppu Ormas di Gedung DPR, Kamis (19/10/2017).

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Civilization Analysis Forum (CAF), Lutfi Sarif Hidayat mengatakan, persoalan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang ormas sangat mengusik nalar, rasa serta nurani keadilan.

“Indonesia ini berdasar hukum. Ketika ada sebuah proses hukum serius karena menyangkut hak warga negara kemudian berjalan tanpa ada proses pengadilan maka pasti keadilan akan sangat sulit didapat. Inilah yang terjadi pada Perppu Ormas,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Senin (24/10/2017).

Lutfi mengingatkan, Menkopolhukam Wiranto pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pembubaran ormas HTI akan dilakukan melalui proses pengadilan. Namun yang terjadi justru tiba-tiba tanggal 19 Juli 2017 pemerintah mencabut status badan hukum tanpa melalui proses pengadilan.

“Apabila dirasa ada pihak yang salah faham dengan HTI, termasuk pemerintah. Maka jalan terbaik adalah dengan mengedapankan dialog sebelum mengambil langkah-langkah berikutnya,” ungkapnya.

Lutfi menyayangkan pemerintah bertindak berlebihan dan cenderung represif bahkan mengarah pada tindakan otoriter dengan adanya Perppu Ormas ini.

“Faktanya yang saya dengar dialog dengan dengan HTI misalnya sangat sedikit dan bahkan hampir tidak pernah diberikan ruang. Justru yang terjadi adalah opini sepihak dan lebih kepada propaganda bersifat negatif kepada HTI,” terangnya.

Lutfi mengungkapkan, seharusnya pemerintah berterima kasih kepada ormas-ormas Islam. Kritik-kritik yang muncul dari mereka adalah bagian dari perbaikan dan kecintaan terhadap negeri. Apalagi negeri ini masih dirundung berbagai macam persoalan, baik krisis moral, ketimpangan ekonomi, poltik oportunistik, belum terwujudnya keadilan dari segala bidang dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Aboe Bakar Al-Habsy Pertanyakan Pihak yang Ngotot Bahas RUU HIP

“Bukankah ormas-ormasi Islam, termasuk HTI memiliki sumbangsih terhadap persoalan-persoalan tersebut agar lebih baik?” tanyanya.

Ia pun menyebut sebuah ironi ketika elemen-elemen masyarakat berupa ormas sedang dalam upaya memberikan kontribusi untuk negeri, kemudian dibubarkan. Sehingga rasa optimisme terhadap rezim ini hilang. “Jangan sampai pemerintahan ini terkesan dikendalikan oleh rezim yang anti-kritik padahal mereka belum berbuat untuk keadilan bagi rakyatnya,” sambungnya.

Lutfi lalu mengimbau kepada DPR untuk mendengarkan suara rakyat. “Berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus aksi menolak Perppu Ormas dari segenap elemen masyarakat tersebar di seluruh bumi Nusantara ini. Ini menunjukkan mereka, kami yang Anda wakilkan menolak Perppu Ormas ini,” ujarnya.

“Jadi, tolaklah Perppu Ormas dalam sidang paripurna Anda sekalian. Ingat, bahwa DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat bukan ‘Dewan Perwakilan Rezim’,” tukas Lutfi.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Lagi, Komandan HTS Jadi Target Pembunuhan

Operasi pembunuhan terhadap komandan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) kembali terjadi. Kali ini, korbannya seorang komandan HTS di kota Al-Dana, pedesaan Idlib Utara. Sebuah bom pinggir jalan menghancurkan mobil yang ditumpangi komandan tersebut.

Selasa, 24/10/2017 10:30 0

Suriah

Meninggal Akibat Kurang Gizi, Bayi Suriah Ini Curi Perhatian Dunia

Foto Sahar Dofdaa, bayi perempuan berusia satu bulan yang diambil dari media AFP membuat hati miris. Dengan berat tidak sampai 2 kilogram, tulang dadanya terlihat jelas dibalut kulit tipis. Ibunya mengalami kekurangan gizi akut sehingga sulit untuk menyusui, sedangkan ayahnya tidak mampu membeli makanan untuk putrinya.

Selasa, 24/10/2017 10:10 0

Philipina

Filipina: Pertempuran Marawi Telah Selesai

Pemerintah Filipina, Senin (23/10), mengumumkan berakhirnya pertempuran di kota Marawi di pulau Mindanao yang mayoritas Muslim. Pengumuman itu setelah kelompok Maute yang terkait dengan organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) diklaim berhasil dilumpuhkan.

Selasa, 24/10/2017 09:32 0

Eropa

Terinspirasi Katalonia, Venesia dan Lombardi Italia Utara Ingin Merdeka

Setelah sebelumnya Pulau Canvey di Inggris, akhir pekan lalu jajak pendapat yang tidak mengikat di wilayah Italia bagian utara bisa menjadi sebuah dasar bagi upaya selanjutnya menuju langkah pemisahan diri.

Selasa, 24/10/2017 08:12 0

Afrika

Buntut Serangan 4 Oktober, Militer AS di Niger Minta Anggaran Lebih

Insiden memalukan itu akhirnya memaksa Pentagon mengakui bahwa selama ini militer Amerika rutin menggelar patroli darat di negara wilayah Sahel Afrika

Selasa, 24/10/2017 07:15 0

Arab Saudi

Soal Kunjungan Bin Salman ke Israel, Begini Tanggapan Resmi Saudi

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP pada Jumat (20/10/2017) bahwa Putra Mahkota Saudi Emir Mohammed bin Salman diam-diam mengunjungi Tel Aviv pada bulan September.

Senin, 23/10/2017 13:21 0

Afrika

Gandeng Amerika, Somalia Deklarasikan Perang Melawan Al-Syabab

Presiden Somalia akan mendeklarasikan peran melawan kelompok jihadis al-Syabab. Demikian menurut keterangan seorang pejabat militer pada Jumat (20/10/2017).

Senin, 23/10/2017 11:44 0

Palestina

Disebut Bersitegang dengan Qatar, Hamas: Itu Tidak Benar

Kelompok perlawanan rakyat Palestina, Hamas membantah sebuah laporan tentang ketegangan dengan Qatar.

Senin, 23/10/2017 10:31 0

Suriah

Kurdi YPG “Kuningkan” Raqqah

Hal yang sama juga dilakukan ISIS saat mengontrol Raqqah. Mereka mengecat dinding-dinding bangunan di pusat kota dengan bendera mereka.

Senin, 23/10/2017 08:44 0

Afghanistan

Dikirim Latihan Militer di AS, Banyak Perwira Afghanistan Kabur

Sekitar 13 persen tentara Afghan yang menjadi peserta latihan militer di AS dinyatakan hilang.

Ahad, 22/10/2017 07:20 0

Close