... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Buntut Serangan 4 Oktober, Militer AS di Niger Minta Anggaran Lebih

Foto: Militer AS di Nigeria

KIBLAT.NET, Niger – Serangan ambush militan Islam pada 4 Oktober lalu di Niger yang menewaskan 4 anggota pasukan khusus AS nampaknya berbuntut panjang. Insiden memalukan itu akhirnya memaksa Pentagon mengakui bahwa selama ini militer Amerika rutin menggelar patroli darat di negara wilayah Sahel Afrika. Sementara bagi pusat komando AS di Afrika (AFRICOM), insiden ini merupakan sebuah kesempatan.

Setelah terungkap di publik keterlibatan AS saat ini dalam operasi militer di Niger dan di berbagai negara Afrika lainnya, AFRICOM mengumumkan akan mengajukan lebih banyak lagi “request” budget plus peralatan militer dari yang ada sekarang. Sebagian diklaim akan digunakan untuk menghadapi serangan ambush.

Faktanya memang, pasukan khusus AS yang dikirim ke Afrika tidak dilengkapi dengan kendaraan lapis baja, tanpa pesawat pengintai udara, termasuk tidak memiliki sistem evakuasi apabila terjadi masalah terhadap pasukan darat di lapangan. Dalam kondisi yang setara, ternyata unit pasukan khusus tidak serta merta lebih hebat dibanding pasukan gerilyawan dalam pertempuran. Peristiwa tragis 4 Oktober lalu termasuk insiden-insiden yang tak terhitung lainnya telah membuktikan.

Sejumlah pertanyaan pernah diajukan sebelumnya mengapa AS mengerahkan pasukan di Niger. Alhasil, bukan investigasi yang dilakukan melainkan penambahan budget/anggaran militer yang lebih besar sebagai satu-satunya solusi. Hal inilah yang oleh kalangan anti-perang dianggap akan memfasilitasi terjadinya perang-perang baru lainnya yang tiada akhir. [hun]

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi: Negara Ini Kebanyakan Aturan

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia kebanyakan aturan

Senin, 23/10/2017 22:19 0

Indonesia

Fitnah Paham Wahabi Penyebab Pembakaran Masjid Muhammadiyah di Aceh

Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam Amar Makruf Nahi Munkar yang berdasarkan Quran dan Assunah

Senin, 23/10/2017 21:58 0

Indonesia

Masuk ke Kantor Facebook, Jokowi: Saya Syok

Presiden Jokowi mengaku syok saat diajak bermain pingpong virtual Facebook, Mark Zuckerberg

Senin, 23/10/2017 21:33 0

Indonesia

Polisi Didesak Usut Aktor Intelektual Pembakaran Masjid Muhammadiyah di Bireun Aceh

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak kepolisian usut tuntas kasus pembakaran komplek Masjid At-Takwa Muhammadiyah di Bireun Aceh

Senin, 23/10/2017 20:51 0

Indonesia

Penuhi Janji Kampanye, Anies akan Realisasikan Ini

Anies akan merealisasikan janji pengiriman tenaga ahli medis untuk berkeliling kampung

Senin, 23/10/2017 20:26 0

Indonesia

3 Puting Beliung Muncul Bersamaan di Kepulauan Seribu, BNPB: Cuaca Ekstrem Meningkat

Munculnya tiga puting beliung di Kepulauan Seribu menunjukkan peningkatan cuaca ekstrem

Senin, 23/10/2017 20:01 0

Indonesia

Mahasiswa Jadi Tersangka, Pemuda Muhammadiyah Siap Berikan Bantuan Hukum

Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan Satgas Hukum dan Advokasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah siap membantu mahasiswa yang ditahan polisi

Senin, 23/10/2017 19:08 0

Indonesia

Polisi Papua Ditembaki KKB Usai Evakuasi Jenazah Briptu Berry, 4 Terluka

Timsus Polda Papua ditembaki usai mengevakuasi Briptu Berry Permana, anggota Brimob Polri yang tewas dalam baku tembak di Tembagapura

Senin, 23/10/2017 17:21 0

Indonesia

Demo Tiga Tahun Jokowi-JK, Dua Mahasiswa Dijadikan Tersangka

Usai demostrasi tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di depan Istana Merdeka, Jumat 20 Oktober 2017, polisi mengamankan 14 mahasiswa. Mereka diamankan polisi lantaran tidak membubarkan diri hingga pukul 18.00 WIB.

Senin, 23/10/2017 14:46 0

Indonesia

Peneliti LIPI: Banyak yang Tak Puas dengan Jokowi Bila Nawa Cita Dirinci

Sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK mencapai 60-70 persen. Namun, tingkat kepuasan itu tidak diukur dari program Nawa Cita yang digagas Jokowi-JK.

Senin, 23/10/2017 14:21 0

Close