... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Persoalan Utang di Balik Gencarnya Pembangunan 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek infrastruktur

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai dalam kurun waktu tiga tahun Pemerintahan Jokowi-JK mengalami peningkatan utang negara yang besar. Hal itu dampak dari pembangunan proyek infrastruktur secara bersamaan yang dinilai sangat dipaksakan di tahun ini.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan tiga tahun Jokowi-JK yang menjadi sorotan masyarakat adalah beban utang negara di masa kepimpinannya hingga kini sebanyak Rp1.800 triliun. Artinya, dalam satu tahun utang negara Rp600 triliun, sebulan Rp50 triliun dan seharinya negara berhutang Rp1,8 triliun.

“Patut diapresiasi memang usaha Pemerintahan Jokowi untuk membangun ifrastruktur negara aalah keunggulannya. Persoalannya dalam pembangunan infrastruktur ini telah menyerap dana APBN Rp600 triliun. Alokasinya Rp120 triliun untuk perhubungan dan Rp480 triliun pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Ini bermasalah, patut dievaluasi,” katanya dalam diskusi publik “Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi di Pilres 2019” diRestoran Batik Kuring, Jakarta Selatan, Ahad, (22/10).

Dia menjelaskan dalam perjalanan progres pembangunan bahkan ada fakta pembantingan stir, dari proyek tol laut ke tol darat. Terbukti, tol laut yang dahulu digaungkan kini tidak terdengar lagi, justru sekarang pamer tol darat. Sehingga tol darat, meluangkan konsentrasi anggaran negara yang begitu besar. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan tol darat ini negara harus menyerap sumber daya, dana dan termasuk pinjaman utang.

BACA JUGA  Diisukan Gangguan Jiwa, Penusuk Syekh Ali Jaber Ternyata Punya Akun Instagram

“Sayangnya, tol yang sudah groundbreaking dan kita harapkan itu justru tidak bisa berfungsi maksimal, lantaran masih terkendala kerusakan di sana-sini. Kami melihat apa yang dilakukan Jokowi di sisi lain baik, tetapi bisa dinilai konotasinya untuk kepentingan Pilpres 2019,” ungkapnya.

Muzani melanjutkan pihaknya melihat banyak anggaran yang dikeluarkan tidak memberikan dampak positif yang besar. Contohnya, di Tahun 2018 akan ada event IIMF di Bali yang mengundang 15 ribu orang dari berbagai negara, event itu kurang lebih menghabiskan dana RP900 miliar, di event lainnya yang sama di 2018 akan menghabiskan dana Rp6,3 triliun.

“Hanya untuk event seperti itu dengan tujuan mempromosikan negara saja harus mengeluarkan dana sebesar itu. Sehingga akan banyak anggaran yang digunakan dan mau tidak mau pinjaman utang bertambah. Hemat kami, pemerintah harus melakukan reorientasi kembali program kerjanya,” sarannya.

Ketua Fraksi Gerindra itu mengungkapkan pembayaran utang harus sesuai tempo. Tahun ini saja pemerintah harus melunasi pokok dan bunga hutang sebesar Rp514 triliun. Artinya dana APBN 30 persennya hanya untuk membayar utang.

“Jika terus seperti ini maka bank tidak akan sanggup memberikan asupan dana lagi dan ujung-ujungnya rakyat yang disengsarakan dengan naiknya biaya kebutuhan. Semua ini kita soroti bukan bermaksud mencari kekurangan Jokowi-JK, tetapi ini bagian dari demokrasi kita untuk saling membangun,” pungkasnya.

BACA JUGA  Syaikh Ali Jaber Ditusuk, Komisi VIII: Indonesia Darurat Perlindungan Tokoh Agama

Reporter : Hafidz Salman
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Persoalan Utang di Balik Gencarnya Pembangunan 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK”

  1. Cinta NKRI

    Hutang Rp1.800 triliun (Rp.1.800.000.000.000.000):
    pembangunan infrastruktur, YES.
    Beras impor.
    Sapi impor.
    Garam Impor.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Dikirim Latihan Militer di AS, Banyak Perwira Afghanistan Kabur

Sekitar 13 persen tentara Afghan yang menjadi peserta latihan militer di AS dinyatakan hilang.

Ahad, 22/10/2017 07:20 0

Video News

Masjid di Yangon Tak Boleh Adzan Pakai Speaker

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 18:52 0

Video News

Begini Gambaran Kamp Pengungsian Rohingya

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 18:41 0

Khazanah

Raja Nasrani ini Menangis Saat Pertama Kali Mendengar Al-Quran

KIBLAT.NET - Nama aslinya Ashamah bin Jabar, dia termasuk golongan sahabat dan yang baik Islamnya. Ia tidak sempat berhijrah dan tidak pernah bertemu dengan Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam. Maka jika dilihat dari satu sisi, ia lebih pantas masuk dalam jajaran para tabi’in, meskipun dilihat dari sisi yang lain ia layak disebut Sahabat.

Sabtu, 21/10/2017 17:41 0

Rohah

Sopir Taksi dan Kekuatan Doa Seorang Ibu

Kisah di bawah ini bukan mengada-ada. Dikutip dari Ilmfeed.com, Kamis 12 Oktober 2017, Omar Hajaj menceritakan sepenggal pengalaman dengan seorang sopir taksi di Madinah. Dari sinilah ia menemukan sesuatu yang berharga dari doa seorang ibu. Apa hubungannya? Simak kisahnya berikut ini!

Sabtu, 21/10/2017 14:44 0

Video News

Relawan One Care Ungkap Situasi Mencekam di Sittwe

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 14:16 0

Yaman

Ingin Tutup Sekolah, Syiah Hutsi Ajak Para Guru dan Siswa Berperang

Pemberontak Syiah Hutsi berniat untuk menutup sekolah-sekolah di wilayah yang dikuasai guna menempatkan anak-anak di dalam peperangan dan mempersenjatai mereka.

Sabtu, 21/10/2017 13:00 0

Afrika

Berisiko Besar, Kenapa Pentagon Bersikeras Pertahankan Pasukan di Niger?

Situasi ini memberi kesempatan AFRICOM untuk terus berkampanye sesuai keinginan mereka. Alih-alih menjawab pertanyaan mengapa pasukan AS berada di suatu tempat yang membahayakan seperti di Niger.

Sabtu, 21/10/2017 11:45 0

Mesir

35 Perwira Polisi Mesir Tewas Ketika Gerebek Militan Sinai

Sedikitnya 35 perwira polisi Mesir tewas dalam baku tembak saat melakukan penggerebekan terhadap sebuah basis militan Sinai.

Sabtu, 21/10/2017 11:11 0

Suriah

Zona De-Ekskalasi Jadi Target Serangan Assad, Satu Anak Tewas

Sedikitnya satu anak tewas ketika tentara rezim Assad menyerang wilayah Kafr Batna di Ghouta Timur yang termasuk bagian dari zona de-eskalasi.

Sabtu, 21/10/2017 10:17 0

Close