... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty Internasional: Kekerasan Aparat Meningkat di Era Jokowi-JK

Foto: Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty International di tiga tahun Jokowi-JK turut menyoroti pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat TNI dan Polri. Tercatat, angka pembunuhan di luar hukum oleh aparat meningkat tajam.

Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mengatakan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat antara lain pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, atau perlakuan kejam atau tidak manusiawi lainnya, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan lainnya. Sasarannya adalah para terduga pelaku kejahatan biasa, narkoba, atau terorisme.

“Dugaan-dugaan terjadinya pembunuhan di luar hukum atau penyiksaan yang keduanya merupakan kejahatan di bawah hukum internasional banyak yang tidak diinvestigasi. Bahkan bila ada, pelakunya hanya diberikan sanksi administratif atau disipliner saja,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Sabtu, (21/10).

Dia menjelaskan akar masalahnya adalah ketiadaan suatu mekanisme akuntabilitas eksternal yang independen untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM serius. Hal itu berlaku bagi kejahatan oleh aparat TNI atau Polri.

Di dalam Nawacita, Jokowi secara eksplisit menyatakan berkomitmen menghapus semua bentuk impunitas di dalam sistem hukum nasional, termasuk di dalamnya merevisi UU Pengadilan Militer yang pada masa lalu merupakan salah satu sumber pelanggaran HAM.

“Amnesty menilai janji nawacita itu hinggka kini tidak ada tanda-tanda komitmen akan diimplementasikan,” ungkapnya.

Usman melanjutkan Pemerintahan Jokowi-JK juga sedang mempersiapkan suatu rancangan undang-undang tentang revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU No. 15/2003). Draf RUU revisi tersebut terus berubah hingga hari ini, namun terdapat beberapa ketentuan yang nampaknya akan disepakati bersama antara pemerintah dan DPR RI menyangkut masa penahanan pra-sidang yang begitu panjang.

BACA JUGA  Klarifikasi Soal Ceramah Salib, UAS: Pengajian Itu Sudah 3 Tahun Lalu

Hal itu antara lain adanya penahanan administratif di mana terduga pelaku terorisme bisa ditempatkan dalam suatu tempat penahanan tertentu dalam waktu hingga enam bulan tanpa mengeluarkan suatu ancaman pidana terhadap orang tersebut.

“Tidak ada ketentuan dalam draf RUU tersebut bagi mereka yang ditahan dengan cara demikian untuk memiliki akses terhadap seorang pengacara atau anggota keluarganya, atau layanan kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Hafidz Salman
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Dikirim Latihan Militer di AS, Banyak Perwira Afghanistan Kabur

Sekitar 13 persen tentara Afghan yang menjadi peserta latihan militer di AS dinyatakan hilang.

Ahad, 22/10/2017 07:20 0

Video News

Masjid di Yangon Tak Boleh Adzan Pakai Speaker

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 18:52 0

Video News

Begini Gambaran Kamp Pengungsian Rohingya

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 18:41 0

Khazanah

Raja Nasrani ini Menangis Saat Pertama Kali Mendengar Al-Quran

KIBLAT.NET - Nama aslinya Ashamah bin Jabar, dia termasuk golongan sahabat dan yang baik Islamnya. Ia tidak sempat berhijrah dan tidak pernah bertemu dengan Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam. Maka jika dilihat dari satu sisi, ia lebih pantas masuk dalam jajaran para tabi’in, meskipun dilihat dari sisi yang lain ia layak disebut Sahabat.

Sabtu, 21/10/2017 17:41 0

Rohah

Sopir Taksi dan Kekuatan Doa Seorang Ibu

Kisah di bawah ini bukan mengada-ada. Dikutip dari Ilmfeed.com, Kamis 12 Oktober 2017, Omar Hajaj menceritakan sepenggal pengalaman dengan seorang sopir taksi di Madinah. Dari sinilah ia menemukan sesuatu yang berharga dari doa seorang ibu. Apa hubungannya? Simak kisahnya berikut ini!

Sabtu, 21/10/2017 14:44 0

Video News

Relawan One Care Ungkap Situasi Mencekam di Sittwe

KIBLAT.NET – Dalam sebuah kesempatan, Tim KIBLAT TV berhasil mewawancari salah satu relawan One Care....

Sabtu, 21/10/2017 14:16 0

Yaman

Ingin Tutup Sekolah, Syiah Hutsi Ajak Para Guru dan Siswa Berperang

Pemberontak Syiah Hutsi berniat untuk menutup sekolah-sekolah di wilayah yang dikuasai guna menempatkan anak-anak di dalam peperangan dan mempersenjatai mereka.

Sabtu, 21/10/2017 13:00 0

Afrika

Berisiko Besar, Kenapa Pentagon Bersikeras Pertahankan Pasukan di Niger?

Situasi ini memberi kesempatan AFRICOM untuk terus berkampanye sesuai keinginan mereka. Alih-alih menjawab pertanyaan mengapa pasukan AS berada di suatu tempat yang membahayakan seperti di Niger.

Sabtu, 21/10/2017 11:45 0

Mesir

35 Perwira Polisi Mesir Tewas Ketika Gerebek Militan Sinai

Sedikitnya 35 perwira polisi Mesir tewas dalam baku tembak saat melakukan penggerebekan terhadap sebuah basis militan Sinai.

Sabtu, 21/10/2017 11:11 0

Suriah

Zona De-Ekskalasi Jadi Target Serangan Assad, Satu Anak Tewas

Sedikitnya satu anak tewas ketika tentara rezim Assad menyerang wilayah Kafr Batna di Ghouta Timur yang termasuk bagian dari zona de-eskalasi.

Sabtu, 21/10/2017 10:17 0

Close