... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Dakwah Bukti Cinta

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET – Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al-Ashr ayat 1-3,  “Demi massa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan dengan jelas bahwa manusia itu merugi, kecuali orang yang memiliki tiga hal. Yaitu iman, amal shalih dan saling menasehati (dakwah).

Iman menjadi syarat diterimanya amal shalih, dan saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran adalah aktifitas yang akan membuat kita istiqamah terhadap amal sshalih tersebut. Maka ketika kita ingin menjadi orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat, tentu aktifitas saling mengingatkan/ dakwah harus menjadi  bagian dari hidup bahkan menjadi poros kehidupan.

Sebagai manusia tentu tidak akan luput dari salah dan khilaf bahkan bodoh. Dengan adanya aktifitas dakwah dan saling mengingatkan ini tentu akan meminimalisasi salah dan lupa bahkan akan tertunjuki pada jalan yang haq. Jalan yang haq inilah sebenarnya yang akan membuat hidup di dunia ini menjadi tenteram dan damai, bahkan sampai di akhirat nanti. Oleh karena itu dakwah harus terus dilakukan kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Mulai dari keluarga hingga negara.

Dalam keluarga misalnya, seorang istri tentu tidak ada yang sempurna, begitupula seorang suami. Istri dan suami adalah sepasang manusia yang tidak luput dari salah. Maka saling mengingatkan di antara keduanya adalah sesuatu yang harus senantiasa dilakukan. Saling mengoreksi dan melengkapi satu sama lainnya sehingga akan terjadi keharmonisan dalam rumah tangga. Pun tak rela pasangannya nanti di hari akhir nanti mendapat siksa pedih, maka saling mengingatkan (dakwah) adalah wujud cinta sejati.

Dalam tatanan lingkungan masyarakat juga harus ada dakwah. Karena kita tidak bisa menjadi baik sendiri. Kebaikan itu harus di tularkan kepada yang lain, maka sesungguhnya ketika kita melakukan dakwah adalah bukti cinta kita pada lingkungan masyarakat tempat kita hidup. Ketika lingkungan sudah dihiasi oleh dakwah maka kerukunan antar tetangga akan terjaga dan anak-anak akan terjaga perilaku dan akhlaknya.

BACA JUGA  Kiblatorial: Kisruh Tentara Urus Dakwah

Begitu pula dalam sekup negara. Dakwah pun harus dilakukan, karena bila penguasa berbuat zalim maka kerusakannya begitu luas. Maka tak heran Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang  mengingatkan penguasa zalim. Fakta saat ini di negeri kita para penguasa tengah melakukan banyak kezaliman. Salah satunya adalah mengeluarkan Perppu ormas no 2 tahun 2017.  Perppu ini lahir cacat secara hukum karena tidak ada kegentingan memaksa. Secara kontennya pun terdapat upaya memberangus sikap kritis rakyat dan membungkam dakwah. Maka kezaliman ini harus diungkap ke tengah-tengah masyarakat supaya masyarakat memahami dan ikut mengingatkan penguasa untuk mencabut Perppu tersebut.

Secara konstitusional, telah ditetapkan bahwa Perppu dibuat manakala ada kegentingan memaksa. Kegentingan memaksa adalah keadaan saat pemerintah terdesak untuk mengambil tindakan atas suatu peristiwa yang terjadi secara sontak dan mendadak, tapi payung hukum yang menjadi dasar tindakan itu tidak ada, atau ada tapi tidak memadai dan bila ditempuh prosedur normal memakan waktu lama, sementara pemerintah harus segera bertindak. Dalam keadaan seperti itulah, pemerintah, dalam hal ini presiden bisa menerbitkan Perppu.

Pada faktanya ketika sudah diumumkan Perppu Ormas ini, kondisi Indonesia aman-aman saja. Tidak ada kejadian yang membuat genting negeri ini. Bahkan pembubaran ormas dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan 10 hari setelah Perppu Ormas diterbitkan. Andai HTI merupakan ormas yang mengancam, maka dalam kurun waktu 10 tersebut bisa saja melakukan pemberontakan dan berupaya mengganti Pancasila.

Selain dakwah merupakan bukti cinta, dakwah pun merupakan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan merupakan amal ibadah yang paling tinggi dan mulia di sisi-Nya.

Dan mukmin laki-laki dan mukmin wanita, satu sama lainnya, mereka adalah kekasih, hendaknya saling beramar ma’ruf dan nahi munkar, saling mengajak mendirikan shalat, menunaikan zakat, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, merekalah orang-orang yang dirahmati Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Hikmah.” (QS. At-Taubah: 71).

Dan bekerjasamalah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan, dan jangan bekerjasama di atas dosa dan permusuhan“. (QS. Al-Maidah: 2).

BACA JUGA  Soal "Good Looking", Menag Sebaiknya Bertaubat

Dalam QS. Al-Fushilat ayat 33 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman sebagai berikut, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

Namun tak dipungkiri aktifitas mengingatkan atau dakwah ini bukanlah hal yang mudah. Penuh dengan lika liku dan ujian serta pengorbanan. Mulai dari pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, harta bahkan nyawa.  Tak jarang seorang suami mengingatkan istrinya yang berujung pada pertengkaran. Begitupula ketika istri menasehati suami, suami malah merasa direndahkan dan tidak dihormati.

Begitupun dakwah di lingkungan masyarakat, tidak semua masyarakat bisa menerima dakwah secara langsung, terkadang mereka yang tidak suka bisa melarang menggunakan fasilitas masjid atau mushola untuk dakwah dan para pengembannya dikucilkan. Maka dalam kondisi ini bukanlah dakwahnya yang dihentikan, namun yang perlu diperhatikan adalah uslub atau caranya.

Lebih lagi dakwah pada para penguasa, tantangannya lebih besar, penguasa punya kekuatan untuk bisa menekan bahkan memenjarakan atau menghilangkan nyawa. Akhir-akhir ini pun banyak para ulama yang kritis, mereka dikriminalisasi. Tak jelas apa salah mereka namun mereka ditangkap dan dipenjarakan. Ajaran Islam dikriminalkan, padahal merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk menyampaikan seluruh ajaran Islam tanpa pilih-pilih.

Sejatinya dalam kondisi apapun kebenaran itu harus tetap disampaikan sehingga akan nampak jelas kebenarannya dan bisa diterima oleh masyarakat bahkan penguasa. Yang harus terus disiapkan adalah amunisi, yaitu ilmu, uslub dan cara. Selain itu sikap sabar menanggung segala resiko dakwah harus sudah dimiliki.

Sekali lagi dakwah tidak boleh berhenti, tidak boleh mengenal kata bosan. Meski celaan yang didapat, tapi yakinlah bahwa suatu hari dengan ijin Allah mereka akan sadar. Yang perlu kita siapkan adalah amunisi dan cara cantik untuk menyampaikannya. Tapi tetap tidak boleh menghilangkan atau menutupi ajaran Islam yang sebenarnya.

Mari terus tebarkan dakwah sebagai wujud cinta kita pada Allah dan Rasulnya. Juga sebagai wujud cinta pada saudara sesama Muslim. Wallahu a’lam…

 

Penulis: Verawati S.Pd (Praktisi Pendidikan)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Lanjutkan Rekonsiliasi, Hamas: Kami Takkan Berhenti Melawan Israel

Salah berkeyakinan bahwa para pejuang Hamas dan rakyat Palestina tidak akan meninggalkan perlawanan terhadap pemerintah Zionis Israel.

Sabtu, 21/10/2017 08:02 0

Indonesia

Soal Perppu Ormas, LBH Jakarta Punya Penilaian Tersendiri

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa menjelaskan dalam menyikapi Perppu ini, LBH Jakarta memberikan penilaian dalam dua hal; satu soal formal dan kedua adalah substansial.

Jum'at, 20/10/2017 19:38 0

Indonesia

Foto: Demo Mahasiswa Sikapi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia berunjuk rasa di depan Istana Negara dengan tajuk "Sidang Rakyat". Ribuan massa pada Jumat (20/10/2017) terlihat memadati jalan dengan pengawalan ratusan aparat kepolisian. 

Jum'at, 20/10/2017 18:49 0

News

Fraksi Gerindra: Perppu Ormas Harus Ditolak

Riza mengaku pihaknya sudah menerima berbagai masukan ormas terkait Perppu ini. Oleh sebab itu, fraksi-fraksi lain juga diharapkan bisa memahami dan mengerti tentang bahaya Perppu nomor 2 tahun 2017 ini.

Jum'at, 20/10/2017 18:40 0

Indonesia

Kemenag: Liberalisme Lebih Berbahaya daripada Radikalisme

Kementerian Agama tidak setuju dengan istilah deradikalisasi untuk mencegah pemikiran radikal. Alasannya, kata Sekretaris Jenderal Kementrian Agama, Nur Syam, deradikalisasi hanya menstigma kepada satu kelompok saja, dalam hal ini agama Islam.

Jum'at, 20/10/2017 18:10 0

Indonesia

Tiga Tahun Jokowi-JK, Penegakan Hukum dan Ekonomi Dinilai Jalan di Tempat

"Kenaikan tarif dasar listrik beberapa kali dan pembangunan yang berfokus pada infrastruktur telah mengakibatkan konsumsi dan daya beli masyarakat menurun," tegas Riko.

Jum'at, 20/10/2017 17:40 0

Indonesia

Dewan Pertahanan Nasional Akan Kendalikan Usaha Bela Negara

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto membeberkan sejumlah terobosan untuk mewujudkan tugas pokok bidang polhukam. Terobosan itu, antara lain mengupayakan adanya usaha bela negara.

Jum'at, 20/10/2017 16:57 1

Suriah

Setelah Raqqah Diambil Alih, Kemana Perginya Militan ISIS?

Mosul di Iraq mungkin merupakan pusat populasi terbesar yang pernah dimiliki ISIS, namun Raqqah adalah pusat kekuasaan ISIS. Raqqah sendiri menjadi kota utama yang berhasil dikuasai ISIS pertama kali di Suriah.

Jum'at, 20/10/2017 16:37 0

Video Kajian

Khutbah Jumat : 6 Penyebab Kemaksiatan (Ust. Abu Muhammad Nabil, S.Pd.I)

KIBLAT.NET – Kita sebagai manusia tentu saja takkan terlepas dari dosa. Bahkan seorang ulama sekalipun...

Jum'at, 20/10/2017 16:04 0

Indonesia

Di DPR, MUI Sampaikan Sikap Tegas terkait Perppu Ormas

Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikap terkait munculnya Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan (ormas).

Jum'at, 20/10/2017 15:16 0

Close