... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Reklamasi dan Meikarta, Komisi II: Jangan Ada Negara dalam Negara

Foto: Reklamasi Teluk Jakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria memberikan komentar soal pelarangan meliput salah satu jurnalis stasiun televisi di kawasan reklamasi, Jakarta Utara. Ia menegaskan, hal itu berlebihan.

“Saya kira berlebihan. Jadi jangan sampai kita ini membangun negara dalam negara. Meikarta, reklamasi, jangan memberi kesempatan eksklusifisme,” katanya kepada Kiblat.net di Gedung DPR RI, Jakarta pada Kamis (19/10/2017).

“Pantai saja sebenarnya milik rakyat. Tidak boleh pantai dikuasai oleh sekelompok orang apalagi perusahaan,” sambungnya.

Ia juga menegaskan, soal janji penghentian reklamasi oleh Anies-Sandi, warga Jakarta perlu untuk memberikan waktu kepada pasangan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa janji tersebut harus direalisasikan.

“Banyak pemimpin bangsa ini ketika kampanye manis-manis, mencari simpati masyarakat. Tetapi ketika terpilih lupa dengan janji,” ujar Riza.

Meski demikian, politikus partai Gerindra ini juga optimis bahwa Anies-Sandi akan merealisasikan seluruh janji-janji kampanyenya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Ketika Presiden Israel Bilang, “Kami Tidak Memerangi Islam”

Presiden Israel Reuven Rivlin mengklaim bahwa negaranya tidak memerangi Islam. Pernyataan ini ia sampaikan di hadapan seorang delegasi Kristen Zionis di Yerusalem.

Jum'at, 20/10/2017 13:54 0

Opini

Menyoal Istilah Radikalisme

Radikalisme memiliki beberapa arti, yakni paham atau aliran yang radikal dalam politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; atau sikap ekstrem dalam aliran politik.

Jum'at, 20/10/2017 13:04 0

Afghanistan

Taliban Serbu Markas Militer Afghanistan, Hanya 2 Tentara Selamat

Imarah Islam (Taliban) kembali menghentak dengan serangan malam spektakuler. Kali ini yang disasar adalah sebuah markas militer Afghan di propinsi bagian selatan, yaitu Kandahar.

Jum'at, 20/10/2017 11:37 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pengecut Bukan Mental Umat Islam!

Khutbah Pertama: إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ...

Jum'at, 20/10/2017 10:03 0

Philipina

Filipina Mulai Bersihkan Dampak Perang di Marawi

Perang terus berlanjut di tengah-tengah reruntuhan kota Marawi di Filipina. Namun, operasi pemulihan dampak perang dilakukan.

Jum'at, 20/10/2017 09:26 0

Suriah

Menlu Saudi Urusan Teluk Kunjungi Raqqah

“Mereka berjanji berkontribusi dalam rekonstruksi Raqqah,” imbuh Sido.

Jum'at, 20/10/2017 08:09 0

Palestina

Hamas: Tak Ada yang Dapat Lucuti Senjata Kami

Pernyataan ini sebagai tanggapan atas pernyataan AS. Hamas juga menegaskan tak ada satupun yang dapat memaksanya mengakui Israel

Jum'at, 20/10/2017 07:15 0

Myanmar

Menhan: Militan di Arakan Kalau Tak Ditangani Bisa Jadi ISIS

Alih-alih berperan, nyatanya tujuan pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah agar tidak terbentuknya militansi ISIS di Negara tersebut.

Jum'at, 20/10/2017 06:45 0

Philipina

Ini Biaya Perang Marawi yang Harus Dikeluarkan Pemerintah Filipina

Pemerintah Filipina mengumumkan pihaknya telah menghabiskan PHP 5 miliar ($ 97,21 juta) dalam perang di Marawi melawan kelompok Abu Sayyaf dan Maute. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai sekitar Rp 1, 3 triliun.

Kamis, 19/10/2017 17:07 0

Suriah

Jenderal Senior Assad Tewas di Deir Zour

Zahr al-Deen tewas bersama sejumlah pasukan Assad setelah sebuah alat peledak improvisasi meledak di Hweijeh Sakr di Deir Zour.

Kamis, 19/10/2017 13:41 0

Close
CLOSE
CLOSE