... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Menyoal Istilah Radikalisme

Foto: Radikalisme.

KIBLAT.NET – Radikalisme merupakan kata yang tidak asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Ketika berbicara radikalisme, pandangan kita akan langsung mengarah pada segala tindakan anarkis yang dilakukan oleh orang Islam. Ya, orang Islam. Kenapa seperti itu, apakah benar radikalisme itu identik dengan Islam dan umatnya? Sebenarnya apa arti kata radikalisme itu? Mengapa seringkali dikait-kaitkan dengan Islam?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, dikatakan bahwa radikalisme memiliki beberapa arti, yakni paham atau aliran yang radikal dalam politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; atau sikap ekstrem dalam aliran politik.

Maka dapat disimpulkan bahwa kata radikalisme sebenarnya berlaku umum bagi setiap orang atau kelompok yang memiliki sebuah paham ekstrem mengenai perubahan drastis yang mendasar dan dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Jadi ketika ada seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kekerasan untuk mendapatkan sebuah perubahan yang mendasar, maka dia bisa disebut orang atau kelompok radikal. Lalu kini kenapa kata-kata radikal ini begitu melekat dengan Islam dan umatnya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita ambil contoh yakni apa yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana sekelompok pendukung fanatik seorang mantan gubernur histeris, membakar ban, berdemo hingga larut malam, membuat aksi lilin dimana-mana dan tak bertanggung jawab atas bekas lelehan lilinnya yang bisa saja membahayakan para pengguna jalan. Itu tidak disebut tindakan radikal dan melanggar hukum yang mana para pelakunya tidak diberi tindakan hukum apapun.

Kemudian sebagaimana yang dikutip dari laman Republika.com pada hari Rabu kemarin (11/10/2017), ketika sekelompok orang yang tidak bisa menerima kekalahan calon Bupati yang diusungnya mendatangi Kemendagri dan mengamuk di sana, melukai seorang karyawan, dan merusak beberapa fasilitas yang ada dan memaksa Mendagri untuk membatalkan putusan MK yang jelas tidak mungkin bisa dilakukan. Kejadian yang sangat anarkis. Namun sekali lagi, mereka tidak disebut radikal, intoleran ataupun anarkis, justru mereka diterima dengan baik oleh Mendagri yang mendengarkan dengan seksama apa yang mereka suarakan.

BACA JUGA  NU Channel Unggah Film 'My Flag - Merah Putih VS Radikalisme', Ada Adegan Rebut Cadar

Tetapi ketika umat Islam berusaha untuk menjaga kedamaian ibadahnya dengan menutup warung remang-remang yang menjual minuman keras di bulan Ramadhan, menggerebek tempat-tempat penyedia jasa layanan maksiat dan prostitusi yang bisa jadi sumber penyakit berbahaya, atau merazia miras yang bisa merusak akal dan pikiran generasi muda. Maka itu tidak bisa dipahami dan dimaklumi, sebab itu adalah tindakan anarkis, pelakunya adalah kelompok radikal yang membahayakan NKRI sebab mereka adalah orang-orang yang intoleran.

Atau ketika ada sebuah ormas Islam yang menginginkan kedamaian hidup di bawah sebuah negara yang menerapkan Islam secara ideologis yang membawa rahmat bagi seluruh alam, walaupun tidak memakai cara kekerasan, maka merekapun dianggap sebagai ormas radikal yang harus dibubarkan, dengan alasan bersikap intoleran dengan mengusung khilafah dan menentang NKRI. Padahal faktanya jauh berbeda dengan yang diungkapkan.

Keseriusan pemerintah dalam hal ini bahkan hingga menelurkan Perppu no 2 tahun 2017 tentang ormas. Perppu ini berisi tentang pengaturan pemerintah terkait ormas-ormas yang dipandang tidak sesuai dengan semangat Pancasila dan dianggap memecah belah NKRI. Perppu ini memudahkan pemerintah untuk menindak tegas ormas yang dianggap menentang pemerintah dan terlalu banyak mengkritik pemerintahan. Perppu yang slogan awalnya digunakan untuk mempertahankan NKRI (katanya), namun ternyata hanya alat untuk melanjutkan hegemoni pemerintahan di bawah arogansi rezim yang anti-kritik.

Islam bukanlah ajaran radikal, Islam adalah agama rahmatan lil alamiin. Hal tersebut terbukti dari beberapa kali aksi besar yang diadakan umat Islam, kesemuanya berjalan dengan tertib dan rapi, bersih dan tidak terjadi kekerasan sedikitpun. Bahkan membuktikan keindahan Islam dan kebersamaannya. Sebagai contoh pada Aksi 212, tampak jelas di sana semangat saling tolong menolong dan menghargai antara para peserta dan petugas serta orang-orang yang ada di sekitarnya.

BACA JUGA  Surat Terbuka untuk Macron: Abrahah Pun Dulu Meremehkan Kakbah

Islam bukanlah ajaran radikal, Islam adalah agama rahmatan lil alamiin, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya: 107). Yang membawa keberkahan dari langit dan bumi, jika diterapkan secara kaffah, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah: 208). InsyaAllah akan nyatalah firman Allah “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…”(QS. Al-Baqarah: 120). Sungguh benarlah firman Allah ini dan nyatalah permusuhan mereka. Melekatkan radikalisme dengan Islam adalah salah satu cara keji untuk menghapuskan Islam di tengah-tengah umatnya sendiri.

Mudah-mudahan kita senantiasa terhindar dari segala fitnah dan tuduhan keji para musuh-Nya. Masyarakat cerdas bukanlah masyarakat yang hanya mengukuhkan diri dengan informasi yang ada dan menelan informasi tersebut bulat-bulat, namun masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang mampu mencerna fakta dan informasi yang ada dengan menggunakan akal sehat yang tidak disokong dengan hawa nafsu melainkan hanya disokong oleh petunjuk Penciptanya. Wallahu A’lam bis Shawab.

 

Penulis: Tri Silvia


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

GP Ansor Angkat Bicara soal Pembakaran Balai Muhammadiyah di Aceh

Ketua PP GP Ansor Luthfi Thomafi mengatakan bahwa tidak benar telah terjadi pembakaran masjid di Desa Sanga, Biruen, Aceh. Menurut Luthfi, belum ada bangunan masjid di tempat tersebut.

Jum'at, 20/10/2017 12:12 3

Afghanistan

Taliban Serbu Markas Militer Afghanistan, Hanya 2 Tentara Selamat

Imarah Islam (Taliban) kembali menghentak dengan serangan malam spektakuler. Kali ini yang disasar adalah sebuah markas militer Afghan di propinsi bagian selatan, yaitu Kandahar.

Jum'at, 20/10/2017 11:37 0

Indonesia

Pembakaran Balai Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

Tempat pengajian tersebut, ungkap Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sudah berdiri bertahun-tahun. Begitupun masjid juga resmi mendapatkan izin pendirian bangunan, IMB.

Jum'at, 20/10/2017 11:14 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pengecut Bukan Mental Umat Islam!

Khutbah Pertama: إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ...

Jum'at, 20/10/2017 10:03 0

Philipina

Filipina Mulai Bersihkan Dampak Perang di Marawi

Perang terus berlanjut di tengah-tengah reruntuhan kota Marawi di Filipina. Namun, operasi pemulihan dampak perang dilakukan.

Jum'at, 20/10/2017 09:26 0

Suriah

Menlu Saudi Urusan Teluk Kunjungi Raqqah

“Mereka berjanji berkontribusi dalam rekonstruksi Raqqah,” imbuh Sido.

Jum'at, 20/10/2017 08:09 0

Palestina

Hamas: Tak Ada yang Dapat Lucuti Senjata Kami

Pernyataan ini sebagai tanggapan atas pernyataan AS. Hamas juga menegaskan tak ada satupun yang dapat memaksanya mengakui Israel

Jum'at, 20/10/2017 07:15 0

Myanmar

Menhan: Militan di Arakan Kalau Tak Ditangani Bisa Jadi ISIS

Alih-alih berperan, nyatanya tujuan pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut adalah agar tidak terbentuknya militansi ISIS di Negara tersebut.

Jum'at, 20/10/2017 06:45 0

Indonesia

Polri Antisipasi Militan Marawi Sentuh Indonesia, Begini Caranya

"Ada dua strategi pengawasan yang kita lakukan, front door dan back door. Front Door merupakan jalur udara yang meliputi Jakarta, Manila, dan Filipina. Kemudian Back Door adalah pengawasan melalui kepulauan yang ada di utara Indonesia, yaitu Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara," katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Gedung Staf Kepresidenan, Kamis, (19/10).

Jum'at, 20/10/2017 06:27 0

Indonesia

KSHUMI: Perppu Ormas Radikal, DPR Wajib Tolak

Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa Perppu Ormas sangat kejam.

Kamis, 19/10/2017 21:44 0

Close