... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Munarman Nilai Perppu Ormas Lebih Kejam dari Hukum Pidana

Foto: Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang Perppu Ormas di Gedung DPR, Kamis (19/10/2017).

KIBLAT.NET, Jakarta- Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman menegaskan bahwa Perppu Ormas masih menyisakan kejanggalan. Salah satunya adalah seseorang bisa dipidana karena menjadi organisasi yang dilarang.

“Perppu ini, orang tidak bersalah, tidak melakukan perbuatan, hanya menjadi salah satu anggota ormas, pemegang kekuasaan berkehendak untuk menghukum memenjarakan dengan hukuman 5 tahun atau penjara seumur hidup,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPR, di Gedung DPR RI, Jakarta Kamis (19/10).

Ia juga menegaskan, hukum pidana saja  menganut asas tiada hukuman tanpa kesalahan. Artinya, seseorang akan dihukum bila melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

“Artinya, hukum pidana pun tidak sekejam itu. Hukum pidana saja ada kesalahan hukum pidana. Tetapi Perppu ini orang gak berbuat bisa dihukum, hanya sekedar menjadi anggota pasif saja,” ungkapnya.

“Misalnya, di pemerintah yang akan datang, jika dia tidak suka dengan MUI, bisa dibubarkan dengan Perppu ini. Dan orang yang pernah menjadi anggota MUI ditangkap,” sambungnya.

Saya kira, kata dia, kami sudah paparkan bahan-bahan yang panjang untuk menolak Perppu ini. Maka, ia menegaskan sudah sangat layak Perppu ini untuk ditolak oleh DPR.

“Mudah-mudahan kita doakan dari kita umat Islam supaya DPR ini memiliki kekuatan untuk menolak atau tidak menyetujui Perppu ini,” tukasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Ini Biaya Perang Marawi yang Harus Dikeluarkan Pemerintah Filipina

Pemerintah Filipina mengumumkan pihaknya telah menghabiskan PHP 5 miliar ($ 97,21 juta) dalam perang di Marawi melawan kelompok Abu Sayyaf dan Maute. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai sekitar Rp 1, 3 triliun.

Kamis, 19/10/2017 17:07 0

Suriah

Jenderal Senior Assad Tewas di Deir Zour

Zahr al-Deen tewas bersama sejumlah pasukan Assad setelah sebuah alat peledak improvisasi meledak di Hweijeh Sakr di Deir Zour.

Kamis, 19/10/2017 13:41 0

Video Kajian

Inilah Kenapa Aku Memilih Islam – Risdo Matondang

KIBLAT.NET – Hari ini hijrah menjadi istilah populer di banyak kalangan. Ia telah menjadi semangat...

Kamis, 19/10/2017 13:35 1

Suriah

Dikabarkan Luka Parah, Al-Jaulani Muncul dalam Video Serangan HTS ke Hama

Abu Muhammad Al-Jaulani muncul dalam sebuah video operasi Haiah Tahrir Syam (HTS) terhadap pasukan Suriah di Mushayrifah dan Abu Dali, provinsi Hama.

Kamis, 19/10/2017 10:00 0

Opini

Sekulerisasi Seksualitas

Orientasi ekonomi yang sekuleristik akan melahirkan perilaku ekonomi yang melanggar etika agama

Rabu, 18/10/2017 17:11 0

Suriah

5 Fakta Penting tentang Raqqah, Bekas Ibukota ISIS di Suriah

Raqqa adalah provinsi di Suriah pertama yang direbut oleh pejuang Suriah setelah pecahnya revolusi di awal tahun 2011. 

Rabu, 18/10/2017 15:50 0

Opini

‘Pribumi’ di Zaman Nabi

Saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah, mereka disambut baik oleh pribumi Madinah. Para pribumi memberikan rumah, harta, lapangan kerja bahkan jodoh bagi para pendatang, Nabi dan para sahabatnya.

Rabu, 18/10/2017 15:18 0

Turki

Bukan Jawab Kuis Presiden, Bocah-bocah Ini Dapat Sepeda Karena Rutin Shalat Shubuh

Anak-anak di Istanbul, Turki menerima hadiah sepeda karena telah beribadah Shalat Shubuh selama 40 hari berturut-turut secara berjamaah di masjid.

Rabu, 18/10/2017 14:42 0

Philipina

Apakah Perang Marawi Benar-benar Usai?

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa 17 Oktober 2017 menyatakan bahwa Kota Marawi telah dibebaskan setelah pertempuran selama lima bulan melawan militan Maute.

Rabu, 18/10/2017 13:33 1

Afghanistan

Bom Taliban Hantam Markas Kepolisian Paktia, Kapolda Jadi Korban

Dua serangan bom Taliban berhasil membunuh seorang Kapolda di provinsi Paktia. Selain itu, serangan terkoordinasi oleh tim skuat berani mati ini juga menewaskan puluhan aparat keamanan dan “collateral-damage” sejumlah warga sipil.

Rabu, 18/10/2017 10:11 0

Close