... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mendagri Akui Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, e-KTP Belum Tuntas

Foto: Menteri Dalam Negeri Indonesia, Thajo Kumolo dalam diskusi Forum Medika Barat 9, di Staf Kepresidenan, Kamis (19/10).

KIBLAT.NET, Jakarta- Pemerintahan Jokowi-JK memasuki tahun kerja ke-3, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Salah satu hal terpenting yakni pendataan warga negara melalui e-KTP.

Selain mengalami berbagai kendala dalam proses pembuatannya. Rupanya, dana proyek negara ini juga dikorupsi oleh sejumlah pejabat. Hal itu diakui oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Thajo Kumolo.

“Kita targetkan di Tahun 2019 e-KTP dapat terselesaikan. Kemendagri selama ini harus bolak-balik mengatasi e-KTP ini. Utamanya bolak-balik dipanggil KPK,” katanya dalam diskusi Forum Medika Barat 9, di Staf Kepresidenan, Kamis (19/10).

Dia memaparkan sebanyak 261 juta penduduk 94 persennya telah terdata. Banyak kendala dalam pembuatannya, mulai dari korupsi hingga pemalsuan e-KTP. Tercatat sebanyak 169 e-KTP ganda palsu aktif telah diamankan.

“Biaya kontrak mencapai Rp8-Rp9 juta dalam pembuatan e-KTP. Target di 2019 semua warga negara yang telah memiliki NIK dapat melakukan Pemilihan Umum Presiden atau Pemilihan Daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan di dalam e-KTP terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan nomor tersebut, nantinya bisa diketahui latar belakang pemiliknya. Baik data pribadi, riwayat sakit, riwayat kriminal, asuransi dan sebagainya.

 

Reporter: Hafidz Salman
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Jenderal Senior Assad Tewas di Deir Zour

Zahr al-Deen tewas bersama sejumlah pasukan Assad setelah sebuah alat peledak improvisasi meledak di Hweijeh Sakr di Deir Zour.

Kamis, 19/10/2017 13:41 0

Video Kajian

Inilah Kenapa Aku Memilih Islam – Risdo Matondang

KIBLAT.NET – Hari ini hijrah menjadi istilah populer di banyak kalangan. Ia telah menjadi semangat...

Kamis, 19/10/2017 13:35 1

Suriah

Dikabarkan Luka Parah, Al-Jaulani Muncul dalam Video Serangan HTS ke Hama

Abu Muhammad Al-Jaulani muncul dalam sebuah video operasi Haiah Tahrir Syam (HTS) terhadap pasukan Suriah di Mushayrifah dan Abu Dali, provinsi Hama.

Kamis, 19/10/2017 10:00 0

Opini

Sekulerisasi Seksualitas

Orientasi ekonomi yang sekuleristik akan melahirkan perilaku ekonomi yang melanggar etika agama

Rabu, 18/10/2017 17:11 0

Suriah

5 Fakta Penting tentang Raqqah, Bekas Ibukota ISIS di Suriah

Raqqa adalah provinsi di Suriah pertama yang direbut oleh pejuang Suriah setelah pecahnya revolusi di awal tahun 2011. 

Rabu, 18/10/2017 15:50 0

Opini

‘Pribumi’ di Zaman Nabi

Saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah, mereka disambut baik oleh pribumi Madinah. Para pribumi memberikan rumah, harta, lapangan kerja bahkan jodoh bagi para pendatang, Nabi dan para sahabatnya.

Rabu, 18/10/2017 15:18 0

Turki

Bukan Jawab Kuis Presiden, Bocah-bocah Ini Dapat Sepeda Karena Rutin Shalat Shubuh

Anak-anak di Istanbul, Turki menerima hadiah sepeda karena telah beribadah Shalat Shubuh selama 40 hari berturut-turut secara berjamaah di masjid.

Rabu, 18/10/2017 14:42 0

Philipina

Apakah Perang Marawi Benar-benar Usai?

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa 17 Oktober 2017 menyatakan bahwa Kota Marawi telah dibebaskan setelah pertempuran selama lima bulan melawan militan Maute.

Rabu, 18/10/2017 13:33 1

Afghanistan

Bom Taliban Hantam Markas Kepolisian Paktia, Kapolda Jadi Korban

Dua serangan bom Taliban berhasil membunuh seorang Kapolda di provinsi Paktia. Selain itu, serangan terkoordinasi oleh tim skuat berani mati ini juga menewaskan puluhan aparat keamanan dan “collateral-damage” sejumlah warga sipil.

Rabu, 18/10/2017 10:11 0

Palestina

Israel Tolak Negosiasi dengan Pemerintahan Rekonsiliasi Palestina

"Pemerintah Israel tidak akan bernegosiasi secara politis dengan pemerintah Palestina apabila Hamas ikut serta di dalamnya," kata Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (17/10).

Rabu, 18/10/2017 09:20 0

Close