... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KSHUMI: Perppu Ormas Radikal, DPR Wajib Tolak

Foto: Perppu Ormas

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa Perppu Ormas sangat kejam. Ia menilai, hal itu terlihat dari tidak adanya proses pengadilan dalam pembubaran Ormas.

“Perppu ormas sangat kejam dan radikal. Karena subjek hukum dapat dituduh bersalah dan dinyatakan bersalah tanpa proses peradilan,” katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Kamis (19/10).

“Padahal proses peradilan menjadi sangat penting menjamin prinsip negara hukum ‘due process of law‘ yaitu seseorang dituduh bersalah diberikan hak melakukan pembelaan diri,” sambungnya

Ia juga mengatakan bahwa Perppu Ormas telah mengkriminalisasi ajaran dan dakwah Islam. Sebagai contoh, kata dia, Hizbut Tahrir Indonesia dicabut status badan hukum dan dinyatakan bubar diantaranya dituduh menganut, mengajarkan dan mengemban faham bertentang dengan pancasila.

“Padahal yang dianut serta diajarkan HTI adalah ajaran Islam. Diantaranya terkait syariah khilafah, syariah khilafah dituduh bertentangan dengan pancasila,” imbuhnya.

Menurutnya, selain mengkriminalisasi ajaran Islam, Perppu itu juga mengkriminalisasi simbol Islam. Misalnya kalimat tauhid. Oleh sebab itu, ia mendesak kepada DPR agar menolak Perppu tersebut.

“DPR wajib tolak. Atau kondisi negara akan selalu genting diakibatkan Perppu nomor 2 tahun 2017. Bahkan akan dicatat oleh sejarah sebagai lembaga yang ikut serta melahirkan negara kekuasaan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan kepada rakyat untuk terus melakukan upaya perlawanan melalui kekuatan hukum, dan kekuatan politik yaitu dengan aksi 1 juta umat bela Islam tolak Perppu Ormas.

BACA JUGA  KSHUMI Khawatir Kasus UAS Mengarah ke Kriminalisasi Ulama

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Ini Biaya Perang Marawi yang Harus Dikeluarkan Pemerintah Filipina

Pemerintah Filipina mengumumkan pihaknya telah menghabiskan PHP 5 miliar ($ 97,21 juta) dalam perang di Marawi melawan kelompok Abu Sayyaf dan Maute. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai sekitar Rp 1, 3 triliun.

Kamis, 19/10/2017 17:07 0

Suriah

Jenderal Senior Assad Tewas di Deir Zour

Zahr al-Deen tewas bersama sejumlah pasukan Assad setelah sebuah alat peledak improvisasi meledak di Hweijeh Sakr di Deir Zour.

Kamis, 19/10/2017 13:41 0

Video Kajian

Inilah Kenapa Aku Memilih Islam – Risdo Matondang

KIBLAT.NET – Hari ini hijrah menjadi istilah populer di banyak kalangan. Ia telah menjadi semangat...

Kamis, 19/10/2017 13:35 1

Suriah

Dikabarkan Luka Parah, Al-Jaulani Muncul dalam Video Serangan HTS ke Hama

Abu Muhammad Al-Jaulani muncul dalam sebuah video operasi Haiah Tahrir Syam (HTS) terhadap pasukan Suriah di Mushayrifah dan Abu Dali, provinsi Hama.

Kamis, 19/10/2017 10:00 0

Opini

Sekulerisasi Seksualitas

Orientasi ekonomi yang sekuleristik akan melahirkan perilaku ekonomi yang melanggar etika agama

Rabu, 18/10/2017 17:11 0

Suriah

5 Fakta Penting tentang Raqqah, Bekas Ibukota ISIS di Suriah

Raqqa adalah provinsi di Suriah pertama yang direbut oleh pejuang Suriah setelah pecahnya revolusi di awal tahun 2011. 

Rabu, 18/10/2017 15:50 0

Opini

‘Pribumi’ di Zaman Nabi

Saat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya hijrah dari Mekkah, mereka disambut baik oleh pribumi Madinah. Para pribumi memberikan rumah, harta, lapangan kerja bahkan jodoh bagi para pendatang, Nabi dan para sahabatnya.

Rabu, 18/10/2017 15:18 0

Turki

Bukan Jawab Kuis Presiden, Bocah-bocah Ini Dapat Sepeda Karena Rutin Shalat Shubuh

Anak-anak di Istanbul, Turki menerima hadiah sepeda karena telah beribadah Shalat Shubuh selama 40 hari berturut-turut secara berjamaah di masjid.

Rabu, 18/10/2017 14:42 0

Philipina

Apakah Perang Marawi Benar-benar Usai?

Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa 17 Oktober 2017 menyatakan bahwa Kota Marawi telah dibebaskan setelah pertempuran selama lima bulan melawan militan Maute.

Rabu, 18/10/2017 13:33 1

Afghanistan

Bom Taliban Hantam Markas Kepolisian Paktia, Kapolda Jadi Korban

Dua serangan bom Taliban berhasil membunuh seorang Kapolda di provinsi Paktia. Selain itu, serangan terkoordinasi oleh tim skuat berani mati ini juga menewaskan puluhan aparat keamanan dan “collateral-damage” sejumlah warga sipil.

Rabu, 18/10/2017 10:11 0

Close