Bom Taliban Hantam Markas Kepolisian Paktia, Kapolda Jadi Korban

KIBLAT.NET, Paktia – Dua serangan bom Taliban berhasil membunuh seorang Kapolda di provinsi Paktia. Selain itu, serangan terkoordinasi oleh tim skuat berani mati ini juga menewaskan puluhan aparat keamanan dan “collateral-damage” sejumlah warga sipil. Di hari Selasa (17/10/2017) pagi yang cerah, sebuah markas besar polisi dan pusat pendidikan dan latihan milik Polda di ibukota Gardez tiba-tiba dihantam bom dan serangan lanjutan. Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan di markas polisi ini dan merilis foto-foto dokumentasi.

Serangan pertama dimulai ketika Taliban meledakkan sebuah truk yang sarat dengan bahan peledak ‘high-explosive’ di luar gedung Mapolda Kota Gardez untuk mendobrak pintu dan membuka akses serangan. Setelah pembatas luar gedung terbuka, sebuah tim komando Taliban merangsek masuk ke dalam kompleks dan menyerang para personil aparat keamanan yang ada sebagai target yang sah.

Serangan kedua, Taliban menggunakan kendaraan militer jenis Humvee buatan Amerika yang dimodifikasi menjadi bom mobil yang diledakkan di luar kompleks Akademi Polisi. Dengan taktik yang sama, sebuah tim kecil penyerang secara efektif masuk dan menyerbu personil aparat keamanan di pusat pelatihan.

Laporan dari lapangan menyebutkan sempat terjadi baku tembak antara pejuang Taliban dengan pasukan kepolisian selama empat jam sebelum serangan betul-betul terhenti. Pejabat-pejabat Afghan mengklaim menewaskan para penyerang, namun Taliban mengatakan pejuang mereka berhasil meloloskan diri setelah misi sukses.

Data versi Kementerian Dalam Negeri Afghan mengkonfirmasi bahwa Kapolda provinsi Paktia bernama Toryalai Abdyani tewas bersama anak buahnya sebanyak 21 anggota polisi, termasuk 20 warga sipil. Sementara 48 polisi lainnya dan 110 warga sipil diklaim menderita luka-luka.

Melalui situs resmi Voice of Jihad, Taliban merilis pernyataan bertanggung jawab atas dua serangan terpisah tersebut, beserta dokumentasi foto dan narasi.

Sebelumnya, sebuah tim penyerang Taliban juga pernah menyerbu beberapa markas kepolisian di provinsi Paktia yang menewaskan sedikitnya 6 anggota polisi. Provinsi Paktia sendiri diketahui merupakan basis pertahanan Jaringan Haqqani di Afghanistan di samping wilayah Kurram dan Waziristan Utara di Pakistan.

Di bulan April, Taliban menggunakan taktik infiltrasi untuk menyusup ke dalam satuan Tentara Nasional Afghanistan (ANA) di markas militer di Mazar-i-Sharif, propinsi Balkh. Sepuluh penyerang komando Taliban dengan berkamuflase menggunakan seragam militer Afghan berhasil membunuh 140 tentara musuh hanya dalam satu kali serangan.

Tim penyerang Taliban mengadopsi taktik yang sudah cukup populer di kalangan kelompok-kelompok jihadis di berbagai front pertempuran selama lima belas tahun terakhir. Serangan terkoordinasi ini menggunakan pembom “bunuh-diri” dan sebuah tim penyerang komando, sebuah taktik yang kerap dipakai oleh Taliban, al-Qaidah dan cabang-cabangnya, termasuk entitas jihadis lainnya, seperti TTP (Taliban Pakistan), Lashkar-e-Taiba, IMU, al-Syabaab Somalia, dan ISIS. Serangan sejenis juga semakin populer di kelompok-kelompok jihad di Iraq, Suriah, Yaman, Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Nigeria.

Sumber: Long War Journal
Redaktur: Yasin Muslim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat