... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Benang Merah antara Bom Mogadishu dan Operasi AS di Somalia

Foto: Serangan AS di Barire, Somalia.

KIBLAT.NET, Mogadishu – Sebuah serangan yang dipimpin Amerika Serikat pada akhir Agustus terhadap desa nelayan Somalia di Barire diyakini sebagai pemicu kemarahan penduduk lokal yang masih hidup dalam serangan tersebut.

Dikutip dari Antiwar, Rabu (17/10/2017), para penyidik ​​percaya bahwa kemarahan itu mungkin telah memicu serangan bom besar-besaran baru-baru ini di ibukota Somalia, Mogadishu.

Pemerintah Somalia pada awalnya mengklaim bahwa semua orang yang terbunuh di Barire adalah teroris, namun pejabat provinsi memastikan hampir semua korban adalah warga sipil yang bekerja di daerah pertanian, termasuk beberapa anak-anak. Apalagi, bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka sengaja dieksekusi.

Penyidik ​​Somalia mengatakan bahwa para tetua suku setempat telah menuntut balas dendam setelah pembunuhan Barire, dan sangat marah pada pemerintah pusat karena telah menghabiskan waktu lama untuk mengabulkan permintaan itu. Mereka mengatakan bahwa serangan Mogadishu yang menewaskan lebih dari 300 orang kemungkinan adalah pembalasan dendam dari tragedi di Barire.

Belum ada klaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut, namun aparat keamanan langsung menuding al-Shabaab bertanggung jawab. Truk berisi bahan peledak dan diledakkan dari jarak jauh itu mengenai tanki minyak sehingga menimbulkan ledakan besar.

Sumber: Antiwar
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Bom Taliban Hantam Markas Kepolisian Paktia, Kapolda Jadi Korban

Dua serangan bom Taliban berhasil membunuh seorang Kapolda di provinsi Paktia. Selain itu, serangan terkoordinasi oleh tim skuat berani mati ini juga menewaskan puluhan aparat keamanan dan “collateral-damage” sejumlah warga sipil.

Rabu, 18/10/2017 10:11 0

Palestina

Israel Tolak Negosiasi dengan Pemerintahan Rekonsiliasi Palestina

"Pemerintah Israel tidak akan bernegosiasi secara politis dengan pemerintah Palestina apabila Hamas ikut serta di dalamnya," kata Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa (17/10).

Rabu, 18/10/2017 09:20 0

Suriah

Koalisi AS: 400 Anggota ISIS Raqqah Menyerahkan Diri

"Dalam beberapa hari terakhir saja, sekitar 350 militan di Raqqah menyerah diri kepada Pasukan Demokratik Suriah, termasuk beberapa pejuang asing, dan mereka ditahan setelah diinterogasi," kata Dillon sebuah teleconference kepada media, seperti dilansi Sky News Arabic.

Rabu, 18/10/2017 08:47 0

Yaman

Lagi, Jet UEA Jatuh di Yaman

Dua pilot pesawat tempur tentara Uni Emirat Arab (UEA) tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat di Yaman.

Rabu, 18/10/2017 08:00 0

Afrika

Syaikh Al-Azhar “Serang” Seruan Kesetaraan Gender di Tunisia

Grand Syaikh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, Selasa (17/10), kembali mengkritik keras seruan kesetaraan gender dan bolehnya Muslim menikah dengan non-Muslim oleh presiden Tunisia. Seruan itu dinilai menyerang ajaran Islam.

Rabu, 18/10/2017 07:31 0

Suriah

Raqqah Jatuh ke Tangan Milisi Kurdi

"Operasi militer di Raqqah telah selesai," kata juru bicara SDF, Thalal Salaw, kepada AFP.

Rabu, 18/10/2017 05:59 0

Video News

Kiblat Review: Mungkinkah Perppu Ormas Batal?

KIBLAT.NET – Peraturan Pemerintah Pengganti  Perundang-undangan atau PERPPU nomor 2 tahun 2017, mengatur tentang Organisasi...

Selasa, 17/10/2017 18:17 0

Arab Saudi

Syaikh Abdul Majid al-Zindani di Bawah Tahanan Rumah Arab Saudi

Ulama terkemuka Yaman, Syaikh Abdul Majid al-Zindani berada di bawah tahanan rumah di Arab Saudi. Demikian menurut keterangan seorang sumber Yaman seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa (17/10/2017).

Selasa, 17/10/2017 17:08 0

Myanmar

Kapal Rohingya Kembali Tenggelam, Enam Korban Belum Ditemukan

Dua belas warga Muslim Rohingya, termasuk enam anak dikabarkan meninggal karena tenggelam setelah kapal mereka terbalik saat melarikan diri dari Myanmar.

Selasa, 17/10/2017 15:15 0

Video News

Stabilnya Uang Dinar dan 14 Abad Harga Kambing (Dr. Imam Teguh Saptono)

KIBLAT.NET – Sejarah membuktikan, emas dan perak merupakan alat tukar paling stabil yang pernah dikenal...

Selasa, 17/10/2017 14:30 0

Close