... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Korupsi Masih Jadi Momok, Instansi Pemberantasan Korupsi Malah Ribut

Foto: Wakil ketua Komisi III, Desmon J Mahesa

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi III DPR RI terus mengevaluasi kinerja pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Pasalnya, dengan dibentuknya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), korupsi tetap menjadi momok bagi negara. Pengembalian uang negara dari para koruptor tak sepadan dari kerugian negara yang dikorupsi.

Wakil ketua Komisi III, Desmon J Mahesa mengatakan, 15 tahun keberadaan KPK patut dievaluasi. Dalam penanganan kasus korupsi, kerap mengalami timpang tindih antara tiga institusi pemerintah, KPK, Kejagung dan Polri. Terjadilah dalam perjalanannya ke tiga pihak berdrama dengan tingkah lucu saat terjadi kasus korupsi besar.

“KPK yang diberikan anggaran besar, jangan sampai disia-siakan. Komisi III membutuhkan pendataan jelas hasil dari KPK. Kita akui selama 15 tahun KPK telah berupaya dengan baik, meskipun ada hal yang perlu dievaluasi,” katanya kepada awak media usai rapat gabungan antara Komisi III, Kapolri, KPK dan Kejagung di Senayan, Senin, (16/10).

Ia menjelaskan dalam rapat sejak pagi itu, Komisi III meminta ketiga institusi menyusun data untuk diajukan dan dimusyawarahkan dalam sidang rapat selanjutnya Senin mendatang. Tujuannya adalah mengurangi tingkat korupsi yang tinggi dengan mempersatukan mereka dalam pemberatasan korupsi. Hal itu menjadi usulan Kapolri, Tito Karnavian untuk dibentuknya Densus Tipikor.

“Di sini kita berharap ke tiga instansi tidak mementingkan egonya masing-masing. Kita ketahui kejagung sendiri awalnya merasa keberatan dengan dibentuknya Densus Tipikor. Kita berharap antar kabinet tidak saling ribut mementingkan egonya,” ungkap Desmon.

BACA JUGA  Redakan Konflik, Tokoh Bangsa dan Ulama Disarankan Kunjungi Papua

Dalam rapat itu, dia melanjutkan Komisi III tidak membahas keunggulan masing-masing instansi. Akan tetapi evaluasi agar ketiganya bisa saling melengkapi dalam pemberantasan korupsi. Setidaknya di awal ini mereka setuju untuk dibentuknya Densus Tipikor. Meskipun dalam pembentukannya memiliki dua opsi kepemimpinan.

“Opsi satu atap, dibentuknya tiga pimpinan kolektif kolegial. Sehingga pengambilan keputusan tidak deadlock. Opsi ke dua beda atap, pembagian tugas masing-masing. Misalkan, Polri bagian tipikor , Kejagung sebagai satgasnya dan KPK menangani kasus korupsi besarnya,” pungkas Desmon.

Reporter : Hafidz Salman
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Rezim Suriah Tuntut Turki Tarik Pasukan dari Idlib

Penyebaran pasukan oleh Ankara ini juga merupakan hasil kesepakatan dengan pihak Rusia dan Iran untuk membangun zona aman di provinsi tersebut, bahwa Turki akan mengirim tentara-tentaranya di wilayah oposisi dalam rangka mewujudkan tujuan dalam perundingan.

Selasa, 17/10/2017 06:15 0

Amerika

Kematian Militer AS Non-Tempur Meningkat

Empat belas anggota marinir AS dan personil Angkatan Laut lainnya mengalami luka-luka, sementara beberapa dalam kondisi kritis ketika program latihan yang mereka jalani berubah menjadi insiden kecelakaan.

Senin, 16/10/2017 15:29 1

Philipina

Filipina Klaim Lumpuhkan Pemimpin Abu Sayyaf dan Maute

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengumumkan pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Totoni Hapilon, dan pemimpin kelompok Maute, Omar Maute, tewas dalam operasi militer di Kota Marawi, Senin pagi (16/10). Operasi menargetkan keduanya berdasarkan informasi mantan sandera kelompok yang diyakini berbaiat ke Daulah Islamiyah (ISIS) itu.

Senin, 16/10/2017 14:48 0

Suriah

Tak Mau Nurut, Barat Hentikan Dukungan terhadap Jaisyul Izzah

MOC merupakan ruang operasi militer yang dikendalikan oleh AS, Prancis, Inggirs, Yordania dan sebagian negara Teluk pada 2013. Ruang operasi ini untuk menghimpun faksi-faksi oposisi Suriah yang dianggap moderat. Mereka didanai, disenjatai dan diberi dukungan lainnya namun dengan syarat patuh dengan AS.

Senin, 16/10/2017 14:10 0

Suriah

Serangan Terakhir ke Raqqah Dimulai, Sebagian ISIS Sepakat Keluar

“Ini pertempuran akhir,” ujar Salaw seraya menunjukkan bahwa pertempuran ini akan berlanjut sampai Raqqah bersih dari ISIS.

Senin, 16/10/2017 12:30 0

Rusia

Indonesia Bawa Isu Rohingya di Sidang IPU ke-137

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-137 di Rusia. Ia bersama tujuh delegasi negara lain mengusulkan untuk membahas krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim di Myanmar.

Senin, 16/10/2017 11:21 0

Qatar

Ketika UEA Berencana Invasi Qatar Menggunakan Tentara Bayaran

Sebuah laporan terbaru menyebutkan, mantan deputi perdana menteri Qatar mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) berencana melakukan invasi militer ke Doha dengan mengerahkan tentara swasta. Abdullah bin Hamad al-Attiyah melontarkan tudingannya itu pada hari Rabu (11/10/2017) seperti yang dimuat di koran Spanyol, ABC.

Senin, 16/10/2017 11:14 0

Suriah

Komandan Sayap Militer Ahrar Al-Syam Mengundurkan Diri

Komandan sayap militer gerakan Ahrar Al-Syam, Abu Adnan Zabadani (Abu Adnan Zeitoun) mengundurkan diri setelah satu setengah bulan pengangkatannya oleh panglima tertinggi Ahrar, Hassan Sufan.

Senin, 16/10/2017 07:35 0

Afrika

Korban Ledakan Tembus 85 Jiwa, Somalia Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Presiden Somalia, Abdullahi Mohamed Farmaajo mengumumkan tiga hari berkabung nasional yang dimulai pada Ahad (15/10).

Ahad, 15/10/2017 16:35 0

Afrika

Ledakan Bom Truk di Somalia, Korban Tewas Terus Meningkat

Ledakan terjadi pada hari Sabtu (14/10) di simpang K5, diketahui sebagai kawasan yang cukup vital. Karena dipenuhi dengan kantor instansi pemerintahan, hotel dan restoran.

Ahad, 15/10/2017 15:48 0

Close