... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Utusan PBB Mengeluh Para Pemimpin di Yaman Tak Tertarik Perdamaian

Foto: Peta perairan Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Yaman saat ini sedang menghadapi bencana akibat ulah manusia, namun masing-masing pihak yang berperang enggan berdamai dan terus mengejar kekuasaan. Demikian pernyataan Utusan Khusus PBB untuk Yaman pada hari Selasa (10/10).

“Tidak ada yang menang dalam perang ini, dan pihak yang kalah adalah rakyat Yaman yang hidup dalam penderitaan,” kata Utusan Khusus tersebut mengenahi situasi di Yaman di depan majelis Dewan Keamanan PBB.

“Pada saat negara menjadi semakin miskin, para pemimpinnya justru semakin kaya, dan mereka tidak ingin mengatasi persoalan dan situasi yang ada,” katanya.

Menurut Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ahmed bahwa dalam konteks rekonsiliasi, pemimpin-pemimpin di Yaman tidak tertarik dengan kesepakatan (damai) apapun sejak mereka kehilangan kekuasaan dan otoritas kontrol atas negara Yaman.

“Sekitar 15 juta warga tidak memiliki akses terhadap air bersih dan juga layanan kesehatan di Yaman,” kata John Ging dalam sebuah briefing di kantor PBB. John Ging adalah direktur operasional untuk Koordinasi Urusan-Urusan Kemanusian (OCHA) lembaga dunia PBB.

Data lainnya, masih menurut Ging, terdapat sekitar 7 juta penduduk sedang menghadapi bahaya kelaparan, sementara 460 ribu anak-anak menderita kekurangan gizi. “Lebih dari 2.100 orang meninggal dunia akibat penyakit kolera,” imbuhnya.

Yaman mulai terjerumus ke dalam perang sipil pada tahun 2014 ketika pemberontak Syiah Hautsi menyerang dan menguasai ibukota Sanaa, termasuk mengontrol sejumlah besar wilayah negara itu. Agresi besar-besaran Hautsi ini akhirnya mendorong pemerintah pusat untuk memindahkan ibukota dengan status at-interim di kota pesisir Aden.

Tahun 2015, Arab Saudi dan beberapa negara sekutunya melancarkan kampanye militer melalui serangan udara yang bertujuan untuk menghancurkan dan menetralisir kemajuan militer Hautsi di Yaman. Sudan termasuk bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi ini.

Data PBB menyebutkan hingga hari ini terdapat lebih dari 10.000 orang, termasuk sebagian besar warga sipil terbunuh akibat konflik berkepanjangan tersebut. [hun]

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Singgung Kasus Hate Speech, Komisi III: Polisi Seakan Tajam ke Umat Islam

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mempertanyakan kinerja polisi dalam menangani kasus hate speech atau ujaran kebencian.

Kamis, 12/10/2017 19:15 0

Indonesia

Ditagih Penyelesaian Kasus Pembacokan Hermansyah, Ini Jawaban Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian tak banyak berkomentar saat ditanya soal penyelesaian kasus pembacokan yang menimpa saksi ahli kasus Ahok, Hermansyah

Kamis, 12/10/2017 18:13 0

Indonesia

Minta Keadilan, Istri Jonru Temui Fadli Zon di Gedung DPR

Terkait kasus yang menjerat Jonru tersebut, keluarga meminta agar Fadli memberikan perlindungan. Hal ini disampaikan oleh istrinya saat pertemuan tersebut.

Kamis, 12/10/2017 17:46 1

Indonesia

Dalam Kasus Hate Speech, Komisi III Khawatir Polisi Jadi Alat Kekuasaan

Anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memberikan komentar soal kasus ujaran kebencian yang ramai akhir-akhir ini.

Kamis, 12/10/2017 17:07 1

Indonesia

Dalam Penindakan Pelaku Ujaran Kebencian, Kapolri Merasa Tak Tebang Pilih

Kapolri Tito Karnavian merasa tidak melakukan pilih kasih dalam penegakan hukum. Menurutnya, dalam penindakan, polisi mempertimbangkan tingkat tindakan pelaku.

Kamis, 12/10/2017 16:50 0

Indonesia

Bentuk Densus Anti Korupsi, Polri Minta Anggaran Rp 2,6 Triliun

Kepolisian Republik Indonesia berencana membuat Densus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam hal ini, Kapolri Tito Karnavian mengatakan bahwa dana menjadi hal penting dalam program.

Kamis, 12/10/2017 14:20 0

Indonesia

Timses Anies-Sandi: 23 Janji Akan Segera Diwujudkan

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik pada 16 Oktober 2017 mendatang. Keduanya akan memimpin Ibu Kota untuk periode 2017-2022 menggantikan Djarot Syaiful Hidayat.

Kamis, 12/10/2017 14:03 0

Indonesia

Sidang Terorisme Klaten, TPM: Tak Ada Bukti Teror

Pengacara terdakwa terorisme Klaten, Winarno dan Murjianto merasa janggal dengan kasus yang menimpa kliennya. Sebab, kedua kliennya didakwa dengan pasal terorisme, sementara keduanya tidak melakukan tindakan teror.

Kamis, 12/10/2017 13:20 0

Indonesia

Anies-Sandi Diminta Tidak Pencitraan dan Jaga Amanah

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan dilantik pada 16 Oktober 2017 mendatang.

Kamis, 12/10/2017 12:20 0

Profil

Ibnu Umar At-Turkistani, Singa Muda Uighur

Dia dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dibalik sikapnya yang tidak banyak bersuara ternyata tersimpan bashirah yang mengagumkan. Seluruh pikirannya selalu berkutat akan keadaan umat Islam. Terlebih ia lahir dan hidup di tengah-tengah masyarakat Islam yang selalu terdzalimi oleh kaum tak bertuhan.

Kamis, 12/10/2017 12:00 0

Close
CLOSE
CLOSE