... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Ibnu Umar At-Turkistani, Singa Muda Uighur

Foto: Peta Turkistan Timur

KIBLAT.NET – Dia dikenal sebagai sosok yang pendiam. Dibalik sikapnya  yang tidak banyak bersuara ternyata tersimpan bashirah  yang mengagumkan. Seluruh pikirannya selalu berkutat akan  keadaan umat Islam. Terlebih ia lahir dan hidup di  tengah-tengah masyarakat Islam yang selalu terzalimi  oleh kaum tak bertuhan.

Satu firman Allah yang menancap kuat di hatinya adalah

 إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum, hingga kaum tersebut merubah diri mereka.” (Ar-Ra’ad : 11)

Mujahid Uighur ini melihat masyarakat sekitarnya selalu tertindas dan mendapat perlakuan diskriminatif. Tak jarang juga darah kaum muslimin tertumpah dengan mudahnya. Maka, ia menekankan pada dirinya bahwa umat Islam harus bergerak melawan dan berubah agar dapat hidup bebas berdasarkan syariat Islam.

Maka, kebulatan tekadnya mendorong untuk bergabung bersama mujahidin dan berjuang bersama para tentara Allah. Pada akhirnya mujahid Uighur ini mendapatkan impian setiap mujahid, yaitu mati syahid. Mujahid ini bernama Turghun atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Umar At-Turkistani.

Kehidupan Awal Ibnu Umar

Ibnu Umar adalah mujahid asli Turkistan. Ia lahir di daerah Hotan, Turkistan. Tidak banyak informasi yang menyebutkan kehidupan masa kecilnya. Turghun kecil mendapat pendidikan masa kecil di lingkungan yang agamis. Kemudian melanjutkan ke tingkatan ibtidaiyah (setara SD) hingga lulus, setelah itu melanjutkan ke jenjang berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan formal, Turghun lebih condong untuk mendalami ilmu agama.

Turghun meyakini di hatinya bahwa tanpa ilmu agama kehidupan menjadi hampa. Akhirnya ia memulai petualangannya di dunia ilmu agama dengan berguru pada para ulama-ulama setempat. Suasana menuntut ilmu agama semakin mendukung tatkala Turghun ikut saudaranya yang membuka sebuah toko buku di depan universitas di tempatnya. Maka sudah dipastikan kehidupannya selalu bergumul dengan kitab-kitab para ulama.

Selama masa berguru pada para ulama, calon mujahid Turkistan ini sering bertukar pikiran atau berdiskusi dengan para ulama setempat. Mereka membicarakan permasalahan yang menimpa kaum muslimin Uighur di tanah air mereka sendiri. Karena diskusi ini membuat wawasan Turghun terbuka luas, ia pun berpikir bagaimana cara memperjuangkan hak kaummnya yang tertindas.

Maka, dengan tekad yang bulat ia melangkahkan kaki untuk berhijrah guna mencari perbekalan yang cukup memperjuangkan Islam dan keadilan. Sebagian besar dari para tholabatul ilmi di Xinjiang memang lebih sering hijrah ke luar negeri. Hal itu disebabkan pemerintah komunis China yang membatasi pergerakan masyarakat muslim di sana. Banyak kebijakan yang diberlakukan pemerintah membuat mereka terjepit dan cenderung diskriminatif.

Bersama dengan tiga puluh orang lainnya yang terdiri dari para thullab dan asatidzah mengurus pembuatan paspor. Pada tahun itu pula mereka berangkat ke Pakistan. Kesedihan menggelayut di hati mereka karena meninggalkan keluarga dan sanak saudara. Namun, tekad bulat di hati membuat mereka tegar untuk menempa diri dan berjuang di jalan Allah.

Baca halaman selanjutnya: Kehidupan di Bumi Hijrah...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Keamanan Yaman Tangkapi Kader Partai Al-Ishlah

Partai Islamis Yaman, Partai Al-Islah, melaporkan bahwa pasukan keamanan pemerintah pada Rabu (11/10) menangkap sepuluh komandan dan kader partai. Kampanye panangkapan ini terjadi di ibukota sementara Yaman, Aden.

Kamis, 12/10/2017 11:40 0

Myanmar

OHCHR: Tentara Myanmar Bakar Masjid dan Al-Qur’an

Kepala Komisioner Tinggi HAM (OHCHR) Thomas Hunecke mengaku telah menerima informasi bahwa tentara Myanmar menanam ranjau guna mencegah etnis Rohingya kembali.

Kamis, 12/10/2017 11:11 0

Indonesia

Akhir Oktober, Data Pelanggan Kartu Prabayar Harus Sesuai KTP dan KK

Dalam peraturan yang akan berlaku mulai tanggal 31 Oktober 2017 tersebut, data yang dimasukkan oleh pelanggan akan disesuaikan oleh petugas penyelenggara jasa telekomunikasi dan divalidasi ke database Ditjen Dukcapil.

Kamis, 12/10/2017 10:43 0

Suriah

Lagi, Delegasi Militer Turki Masuki Wilayah Oposisi Suriah

Rombongan delegasi militer Turki kembali memasuki Suriah pada Rabu (11/10). Mereka ditugaskan mensurvei lokasi pos-pos militer yang akan didirikan sebagai bagian dari realisasi kesepakatan pembicaraan Astana VI.

Kamis, 12/10/2017 09:10 0

Indonesia

5 Kejanggalan Seword.com yang Perlu Diketahui

kominfo.go.id pada 20 Februari 2017 telah mengingatkan bahwa Seword merupakan media abal-abal.

Kamis, 12/10/2017 08:26 0

Suriah

Warga Idlib Berharap Masuknya Turki Hentikan Gempuran

sejumlah warga di Idlib berharap pasukan Ankara bisa menghentikan serangan yang dilancarkan udara rezim Assad dan separatis PKK.

Kamis, 12/10/2017 07:39 0

Indonesia

Begini Komentar Netizen Soal Insiden Brimob di Blora

"Tak pantas diberi senjata yg lebih canggih, bisa habis rakyat...," ungkapnya.

Kamis, 12/10/2017 06:50 0

Indonesia

Majelis Hakim dan JPU Sidang Terorisme Jaringan Klaten Dinilai Langgar KUHAP

"Menurut kami, putusan majelis hakim dan saudara penuntut umum untuk membacakan keterangan saksi di persidangan ini melanggar ketentuan KUHAP pasal 162," katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (11/10).

Kamis, 12/10/2017 06:29 0

Indonesia

JPU Sidang Terorisme Kembali Tak Bisa Hadirkan Saksi, Pengacara Heran

Dalam sidang tuduhan terorisme dengan terdakwa Winarno dan Murjianto yang digelar Rabu (11/10), Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali tidak bisa menghadirkan saksi sesama tahanan terorisme.

Kamis, 12/10/2017 05:53 0

Indonesia

‘Negara Biayai Polisi Mahal Tapi Malah Mati Konyol’

Neta S Pane menegaku prihatin dengan kejadian penembakan Brimob ke kawannya sendiri di Blora, Jawa Tengah. Sebab, polisi yang dibayar dengan uang rakyat, justeru mati dengan sia-sia.

Rabu, 11/10/2017 19:46 0