Pengacara: Jika Kasus Eggi Berlanjut, Aib Besar Bagi Hukum di Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Salah satu anggota Tim Advokat Pejuang Penegak Kalimat Tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa (APPEKAT Ketuhanan Yang Maha Esa), Rangga Lukita Destana menegaskan bahwa jika kasus kliennya, Eggi Sudjana berlanjut maka ini bentuk runtuhnya hukum di Indonesia.

“Kalau misalnya terus berlanjut laporan terhadap Kang Eggi ini, menurut pendapat kami ini runtuhnya hukum di negara ini,” kata Rangga di Barenskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat pada Selasa (10/10).

Ia juga menegaskan bahwa kasus Eggi merupakan aib besar bagi hukum di Indonesia. Sebab, apa yang diucapkan Eggi masih berkaitan di ruang lingkup persidangan.

“Hanya di Indonesia orang mengajukan permohonan mencari keadilan di Mahkamah Konstitusi kemudian memberikan statement masih dalam lingkup persidangan konstitusi dijerat undang-undang pidana. Ini bakal menjadi aib besar di dunia peradilan kita,” tegasnya.

“Bayangkan saja kalau Mahkamah Konstitusi ini ada pertemuan konstitusi sedunia saya hawatir Pak Arif Hidayat atau Maria Farida ditanya, orang baru mengajukan permohonan keadilan di pengadilan kamu kok langsung bisa dijerat pidana ,” sambungnya.

Selain itu, yang diucapkan Kang Eggi merupakan pemenuhan hak untuk mendapatkan informasi yaitu memenuhi sebagai narasumber wartawan. Menurutnya, wartawan ingin tahu apa isi materi pepohonan Eggi.

“Sebab ketika di dalam persidangan, wartawan dilarang bertanya,” tukasnya.

Seperti diketahui, sejumlah ormas yang mengaku cinta tanah air melaporkan Eggi ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan penistaan agama. Mereka melaporkan pernyataan Eggi saat berbicara dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), 2 Oktober lalu, mengenai gugatan terhadap Perppu Ormas.

BACA JUGA  Soal Pelanggaran PSBB, Haikal Hassan: Semua Sudah Disanksi, Mau Apa Lagi?

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat