... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mayoritas HTS Dikabarkan Tak Setuju Konfrontasi dengan Turki

Foto: Militer Turki/ilustrasi

KIBLAT.NET, Idlib – Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), yang menguasai provinsi Idlib, dikabarkan terbagi dua pandangan menyikapi operasi militer Turki di Idlib. Di saat yang sama, gerakan jihadis itu dilaporkan menyetujui penempatan 100 tentara Turki di wilayahnya yang berbatasan dengan milisi Kurdi Suriah.

Kabar tersebut beredar di saat HTS belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru di wilayah yang mayoritas di kuasai oposisi itu. Sementara isu menjadi perhatian banyak pihak.

Menurut informasi yang dihimpun Al-Araby Al-Jadid pada Selasa (10/10), di tubuh HTS setidaknya terbagi dua aliran pandangan menyikapi langkah Turki terhadap Idlib tersebut. Kubu pertama memilih tidak memerangi militer Turki jika tujuannya masuk ke Idlib mencegah bombardir warga sipil .

Kelompok pertama ini memandang, konfrontasi militer dengan Turki hanya menjadi bencana bagi revolusi. Karena akan menimbulkan momok menakutkan bagi warga sipil yang selama ini dianggap negara paling memihak rakyat Suriah. Terlebih, Turki merupakan bagian dari organisasi internasional, yang memungkinkannya meminta bantuan militer dari negara lain.

Memereka melihat Turki hanya mencari keuntungan dalam operasi ini. Hal ini pun menjadi perhatian oposisi untuk mendapat keuntungan dari kepentingan Turki tersebut, dengan meminimalkan ancaman kerusakan dari intervensi Turki itu semampunya. Karena itu, kata mereka, Ankara bekerja sama dengan faksi-faksi yang ada dan tidak membuat kekuatan baru. Turki juga tidak ikut campur dalam urusan sipil dan menolak kehadiran militer Turki di Idlib.

Kubu yang diketuai oleh para komandan HTS asli Suriah ini bahkan menyeru mendahulukan “bahasa pikiran” dan menjauhi sikap ekstrem yang tidak menimbulkan manfaat, bahkan menyebabkan bahaya yang lebih besar.

Kelompok kedua berpandangan harus melawan intervensi militer Turki. Pandangan ini dipilih kubu yang dikenal “keras” di tubuh HTS. Kelompok yang berpandangan seperti ini dipimpin oleh sejumlah ulama, yang mayoritas bukan asli Suriah, dan jumlah mereka tidak mendominasi. Di antara, Syaikh Abu Yaqdzan Al-Misri. Ia termasuk ulama HTS yang getol menyerukan perang terhadap militer Turki dan faksi FSA yang didukung Ankara.

Akan tetapi, pengamat militer, Kolonel Mustafa Bakkor, mengatakan bahwa kelompok kedua ini yang diisi orang-orang dari luar Suriah ini berpandangan hanya akan melawan militer Turki jika masuk Idlib. Ia menekankan bahwa kelompok kedua ini minoritas.

Kesepakatan dengan Turki

Di waktu yang sama, sejumlah sumber menyebut HTS menjalin kesepakatan dengan Turki membolehkan penyebaran 100 tentara Turki di tiga pos strategis di kota Ifrin, yang membela wilayah HTS dan milisi Kurdi. Para tentara itu hanya dibolehkan membawa senjata ringan.

Sebelumnya, militer Turki mengirim tim survei ke wilayah kontrol HTS di Idlib setelah insiden baku tembak terbatas antara militer Turki dan HTS di perbatasan. Menurut sumber lokal, tim itu menuju sejumlah wilayah di Idlib dengan dikawal para pejuang HTS. Ankara mengatakan bahwa tim ini untuk memetakan dan mensurvei lokasi-lokasi yang dijadikan pos pengawas militer Turki.

Sementara itu, sampai Senin siang, belum ada tentara Turki yang masuk ke Idlib melainkan tim survei tersebut. Namun Turki telah memobilisasi pasukan dan armada tempur di wilayah perbatasan dengan Idlib.

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Modernisasi Lembaga, MUI Ikut Sertifikasi ISO

Ia menambahkan, jika sudah bersertifikat ISO, semua langkah yang dilakukan MUI akan ada dokumennya, misal soal surat keluar atau masuk, penyelenggaraan kegiatan, kegiatan rapat itu ada SOPnya.

Rabu, 11/10/2017 06:40 0

Indonesia

Densus Anti-Korupsi Akan Dibentuk, IPW: Tantangan Terbesar Kepercayaan Publik

"Persoalan lainnya, agar kepercayaan publik muncul, Densus Antikorupsi harus segera membersihkan lingkungan kepolisian dari dugaan korupsi, suap, dan pungli. Sehingga, kesan sapu kotor untuk membersihkan rumah yang kotor tidak berkembang memojokkan Densus Antikorupsi," tukas Neta.

Rabu, 11/10/2017 06:23 1

Indonesia

Aneh, BY Didakwa dengan Pasal Hate Speech Namun Dituntut Pakai Pasal Hacker

Hal itu dirasakan oleh tim kuasa Hukum Buni Yani. Dalam BAP, kliennya dituntut oleh polisi dan jaksa dengan pasal ujaran kebencian namun dalam vonis hakim menggunakan pasal hacker

Rabu, 11/10/2017 05:55 1

Indonesia

Buni Yani Dituntut 2 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Buni Yani dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta atau subsider (pengganti denda) 3 bulan kurungan.

Selasa, 10/10/2017 21:13 1

Indonesia

Desak DPN Peredah Cabut Laporan, Eggi Sudjana: Saya Maafkan Tapi Kalau Tidak…

" Cabutlah laporannya, tapi kalau tidak cabut laporannya. Saya lapor balik itu intinya," ujarnya.

Selasa, 10/10/2017 20:50 0

Indonesia

Bantah Tuduhan, Kuasa Hukum Eggi Sudjana Lapor Balik DPN Peredah

Kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan balik pihak yang melaporkan Eggi Sudjana dengan tuduhan penistaan agama.

Selasa, 10/10/2017 20:04 0

Indonesia

Nota Keberatan Ditolak, Begini Kelanjutan Kasus Muhammad Hidayat

Sidang kasus Muhammad Hidayat berlanjut pekan depan

Selasa, 10/10/2017 18:36 0

Indonesia

Sebut Eggi Sudjana ‘Bodoh’, Romo Magnis Dipolisikan

Menurut salah satu anggota APPEKAT, Rangga Lukita Destana selain Romo Magnis masih ada enam orang yang dilaporkan.

Selasa, 10/10/2017 17:43 0

Indonesia

Eggi Sudjana: Argumentasi Saya Al-Quran, Saya Tidak Menghina Agama Apapun

Pengacara kondang Eggi Sudjana menjelaskan alasannya ungkapannya yang berujung pada pelaporan ke Bareskrim Polri

Selasa, 10/10/2017 17:28 1

Indonesia

Soal Praktik Gay, Komisi VIII: Harus Ada Sanksi Tegas

Iskan menegaskan agar pihak berwajib terus memantau praktik penyimpangan seksual yang semakin marak di kota-kota besar.

Selasa, 10/10/2017 16:58 0