... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perjalanan Tim Kemanusiaan ONECARE untuk Rohingya Tembus Myanmar

Foto: ONECARE salurkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar

KIBLAT.NET, Rakhine – Tragedi genosida yang dialami etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar mengiris hati masyarakat dunia. Lembaga kemanusiaan ONECARE menerjunkan langsung timnya untuk meringankan beban etnis muslim minoritas itu.

Tak ingin berpangku tangan melihat kesengsaraan etnis Rohingya, ONECARE kembali mengutus tim relawan kemanusiaan langsung ke Myanmar. Imron, salah satu anggota Tim Kemanusiaan ONECARE untuk Rohingya menuturkan kisahnya dalam menyampaikan amanah dari kaum muslimin Indonesia.

Alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk berangkat kali ini. Kami membawa amanah bantuan sosial baik makanan, obat-obatan atau hal hal lain yang dibutuhkan, untuk para warga yang hingga saat ini terembargo di negaranya sendiri.

Hari pertama di Myanmar (6/10), kami langsung mencari penginapan di salah satu hotel di Kota Yangon, ibukota Myanmar. Kesempatan itu juga jadi momentum melepas lelah setelah hampir 24 jam melakukan perjalanan udara.

Tidak melewatkan kesempatan emas, di sela-sela waktu istirahat kami mengunjungi pusat pemukiman kaum Muslimin di Yangon. Supir taxi yang kami tumpangi seorang warga berkebangsaan Myanmar, membawa kami ke Madrasah yatim piatu yang kondisinya juga sangat memprihatinkan. Sebuah asrama yang ditempati kurang lebih 70 anak beserta 10 tenaga pengajar itu kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. Jangan kira ada subsidi makanan pokok, bahkan listrik pun mereka harus mandiri.

Kedatangan kami di Madrasah yang sudah berdiri sejak 1958 itu disambut dengan baik. Tampak raut wajah kegembiraan dari mereka bertemu dengan saudara muslim dari negara lain. Terlebih kedatangan kami untuk menyerahkan bantuan dari masyarakat Indonesia kepada mereka.

Pukul 16.30 waktu Myanmar, setelah berbincang lama dengan para pengurus, kami menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan mereka. Mendengar bacaan Al quran, menyimak hafalan, hingga mendengarkan mereka membaca kitab-kitab yang ditulis dengan bahasa Urdu.

Komunikasi menjadi satu kesulitan tersendiri bagi kami, karena memang mereka tidak bisa berbahasa Arab maupun Inggris. Sementara, kami juga tidak bisa berbahasa lokal Myanmar. Salah seorang tenaga pengajar, Muhammad Idris namanya, akhirnya bisa membantu kami dengan komunikasi bahasa Arab.

Alhamdulillah, dua buah alat pemasak nasi, tiga karung beras dan tiga jerigen minyak goreng yang merupakan titipan dari kaum muslimin kepada ONECARE telah berpindah dari tangan kami ke genggaman mereka. Semoga donasi kaum muslimin semuanya diterima Allah dan diganti dengan yang lebih baik.

ONECARE berikan bantuan ke madrasah yatim piatu di Yangon, ibukota Myanmar

 

Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Rambu-rambu Maslahat Menurut Dr. Thoriq Abdul Halim

Dalam menyimpulkan sebuah hukum, ada salah satu kaidah dasar yang disepakati oleh para ulama yaitu Jalbul Mashalih Wa Dar-ul Mafasid yakni mengambil kemaslahatan serta menghindari bahaya atau kerusakan.

Selasa, 10/10/2017 15:30 0

Indonesia

Anaknya Ditawari Beasiswa hingga Perguruan Tinggi, Begini Jawaban Ibu Yogi

Masuk Islamnya Yogi Setiadi, anak berusia 8 tahun yang berasal dari Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat tersebut disambut suka cita oleh masyarakat.

Selasa, 10/10/2017 15:00 0

Indonesia

Perlakuan Berbeda Diterima Muhammad Hidayat di Sidang Putusan Sela

Ada pemandangan tak biasa dalam persidangan kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Muhammad Hidayat

Selasa, 10/10/2017 14:52 0

Indonesia

Jelang Putusan Sela, M. Hidayat: Mudah-mudahan Hakim Punya Hati Nurani

Terdakwa kasus ujaran Kebencian, Muhammad Hidayat dijadwalkan menjalani sidang putusan sela, Selasa (10/10/2017)

Selasa, 10/10/2017 14:20 0

Foto

Penampakan Masjid Tertua di Arab Saudi Selatan

Masjid Sadreed, yang terletak di utara provinsi Al-Namas di Arab Saudi Selatan, dianggap sebagai salah satu masjid tertua dan bersejarah yang dibangun pada tahun 787 Masehi.

Selasa, 10/10/2017 14:00 0

Indonesia

5 Fakta Yogi Bocah Muallaf, Nomor Tiga Mengejutkan

Kisah Yogi Setiadi, bocah 8 tahun dari kabupaten Ketapang yang berkemauan keras masuk Islam, ternyata menyembunyikan banyak fakta menarik.

Selasa, 10/10/2017 12:42 1

Video Kajian

Wanita Keluar Rumah Tanpa Mahram – Ust. Dr. A. Zain An Najah .MA.

KIBLAT.NET – Sering muncul pertanyaan, bolehkah perempuan keluar rumah tanpa ada Mahram ? Anda punya...

Selasa, 10/10/2017 10:33 0

Indonesia

Begini Perjalanan Yogi Setiadi, Bocah 8 Tahun Jadi Mualaf

Dengan diantar oleh ibunya, Yogi Setiadi mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Senin, 09/10/2017 19:18 1

Indonesia

Lumbung Desa Cigalontang Mantapkan Langkah Jadi Desa Wisata

Kunjungan 114 pelajar SMA IT Insantama ke Lumbung Desa Sinergi Foundation (LD-SF) di Kampung Cibaeud Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya semakin memantapkan langkah Sinergi Foundation untuk menjadikan LD Cigalontang sebagai desa wisata.

Senin, 09/10/2017 17:02 0

Analisis

Membaca Langkah Turki di Suriah

Membaca langkah kebijakan yang diambil Turki di Suriah sebenarnya tidak rumit. Kita hanya perlu membaca rentetan kejadian-kejadian politik yang terjadi sebelumnya.

Senin, 09/10/2017 16:32 6

Close