... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Filipina Akan Serahkan Warganya Terkait ISIS yang Diminta AS

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Manila – Departemen Kehakiman Filipina mengumumkan, Senin (09/10), mereka akan memulai proses peradilan untuk menyerahkan warganya yang dicurigai terlibat dalam rencana serangan di kota New York ke Amerika Serikat. Departemen pemerintahan itu juga mengungkapkan bahwa negaranya menjadi “wilayah kembang biak teroris”.

Filipina menangkap Russell Salik dan dua orang lainnya pada bulan Ramadhan 2016 silam karena diduga anggota ISIS. Kini, AS menuduhnya memiliki hubungan dengan perencana serangan di New York pekan lalu.

Salik ditangkap di Filipina pada bulan April, dan Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa pihaknya meminta Salik untuk diadili di negaranya. AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria berusia 37 tahun tersebut telah mentransfer uang ke tersangka yang diduga hendak melakukan serangan di New York.

“Ini berarti bahwa kita harus memulai prosedur deportasi yang dipersyaratkan. Ada jalan yang harus ditempuh, ini telah terjadi beberapa kali di masa lalu, ” kata Menteri Kehakiman AS Vitaliano Aguirre dalam sebuah pernyataan. Namun dia tidak menetapkan batas waktu untuk meminta tahanan warga Filipina itu.

Pihak berwenang AS mengumumkan pada Jumat lalu bahwa beberapa tempat di jalur kereta bawah tanah di New York, Times Square dan beberapa tempat konser dijadikan rencana target serangan, yang digagalkan oleh agen FBI.

FPI menuduh para tersangka anggota ISIS dan beruhubungan dengan dan dua orang lainnya yang masing-masing warga Kanada, Abdurrahman Al-Behansawi (19) dan warga AS yang tinggal di Pakistan, Thalhah Harun Al-Amriki (19).

Dalam dokumen yang ditandatangani, FBI mencantumkan surat-surat Salik ke “kaki tangannya” dalam skema yang menggambarkan undang-undang anti-terorisme di Filipina sebagai “tidak terdefinisi” dibandingkan dengan undang-undang di Australia dan Inggris.

Menurut dokumen tersebut, Salik adalah ahli bedah tulang yang bekerja dengan rumah sakit di Cagayan de Oro di Filipina selatan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Perjalanan Yogi Setiadi, Bocah 8 Tahun Jadi Mualaf

Dengan diantar oleh ibunya, Yogi Setiadi mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Senin, 09/10/2017 19:18 1

Indonesia

Lumbung Desa Cigalontang Mantapkan Langkah Jadi Desa Wisata

Kunjungan 114 pelajar SMA IT Insantama ke Lumbung Desa Sinergi Foundation (LD-SF) di Kampung Cibaeud Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya semakin memantapkan langkah Sinergi Foundation untuk menjadikan LD Cigalontang sebagai desa wisata.

Senin, 09/10/2017 17:02 0

Analisis

Membaca Langkah Turki di Suriah

Membaca langkah kebijakan yang diambil Turki di Suriah sebenarnya tidak rumit. Kita hanya perlu membaca rentetan kejadian-kejadian politik yang terjadi sebelumnya.

Senin, 09/10/2017 16:32 6

Indonesia

Observasi Masyarakat Desa, SMA IT Insantama Kunjungi Lumbung Desa Cigalontang

Para pelajar dari SMA IT Insantama Bogor mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Menengah (LKMM) di daerah terpadu Lumbung Desa Sinergi Foundation, kampung Cibaeud desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya.

Senin, 09/10/2017 11:07 0

Indonesia

Polisi Diminta Tak Ragu Berantas Prostitusi Gay

Bagus Riyono mengatakan bahwa polisi pasti akan mendapat kecaman dari kaum liberal karena membubarkan pesta gay di Harmoni, Jakarta Pusat.

Ahad, 08/10/2017 21:19 0

Indonesia

Undang-undang Dinilai Tak Tegas Sikapi Maraknya LGBT di Indonesia

Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Bagus Riyono menegaskan bahwa saat ini undang-undang di Indonesia belum tegas menyikapi adanya LGBT.

Ahad, 08/10/2017 20:42 0

Indonesia

Kaum Liberal Jadi Penghambat Pemberantasan LGBT di Indonesia

Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono mengungkap cara untuk memberikan efek jera bagi pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Ahad, 08/10/2017 20:12 0

Indonesia

Ngeri, GIB Sebut Bahaya LGBT Multidimensi dan Telah Jadi Gerakan Politik

Dengan bahaya multidimensi, LGBT telah jadi gerakan plitik hingga PBB pun terlibat

Ahad, 08/10/2017 19:37 0

Indonesia

Sebut Homoseks Sebagai Ancaman Bangsa, GIB Apresiasi Polisi Bubarkan Pesta Gay

Gerakan Indonesia Beradab (GIB) menyebut kelompok homoseksual merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia

Ahad, 08/10/2017 18:49 0

Indonesia

Komisioner Komnas HAM Menduga Ada Impor Perilaku Homoseksual

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) merupakan isu global, dan bukan tidak mungkin itu strategi global untuk merusak keadaban Indonesia

Ahad, 08/10/2017 18:02 0

Close