... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS dan Turki Saling Batasi Layanan Visa Kunjungan, Apa Pemicunya?

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump.

KIBLAT.NET, Washington –  AS dan Turki mengurangi layanan penerbitan visa di negara masing-masing pada hari Ahad. Ini sebagai reaksi dari sebuah perselisihan diplomatik yang semakin meruncing setelah penangkapan seorang staf Turki untuk misi Amerika di Istanbul.

Kedutaan Besar AS di Ankara mengatakan bahwa kejadian baru-baru ini memaksa Washington untuk menilai kembali komitmen Turki terhadap keamanan layanan misi dan personil di negara tersebut.

“Untuk meminimalkan jumlah pengunjung saat penilaian dilakukan, efektif segera kami menangguhkan semua layanan visa non-imigran di semua fasilitas diplomatik AS di Turki,” kata kedutaan AS seperti dikutip The New Arab, Senin (09/10/2017).

Visa non-imigran dikeluarkan untuk semua perjalanan ke AS, dalam rangka pariwisata, perawatan medis, bisnis, pekerjaan sementara atau studi. Layanan visa imigran hanya berlaku untuk mereka yang ingin tinggal di AS secara permanen.

Turki menanggapi dengan menangguhkan semua layanan visa untuk orang Amerika di AS, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut juga berlaku untuk visa yang dikeluarkan secara online dan di perbatasan.

Kedutaan besar Turki di Washington mengeluarkan dua pernyataan yang hampir sama dengan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Ankara.

Sebagaimana AS, Turki menyatakan kekhawatiran atas komitmen AS terhadap keamanan fasilitas diplomatik Turki dan personilnya. Tindakan Turki menunjukkan bersifat menghukum daripada untuk alasan keamanan.

Pernyataan pertama dari kedutaan Turki mengatakan pembatasan tersebut berlaku untuk “visa paspor” sedangkan yang kedua mengganti kata-kata itu dengan “visa stiker”. Tidak jelas apakah termasuk visa yang sudah dicap di paspor tidak akan diterima.

BACA JUGA  Sekarang, Bikin Visa AS Diminta "Serahkan" Akun Media Sosial

Sementara itu, pernyataan kedutaan Amerika tersebut tidak menyebutkan secara eksplisit atas penangkapan oleh otoritas Turki terhadap staf Turki setempat yang bekerja di konsulat AS di Istanbul.

Karyawan tersebut ditahan di pengadilan Istanbul pada Rabu atas tuduhan hubungan dengan kelompok Fethullah Gulen yang berbasis di AS, yang dituding sebagai dalang kudeta pada Juli tahun lalu. Staf tersebut secara resmi dikenai tuduhan spionase dan berusaha untuk menggulingkan pemerintah Turki.

Pada hari Kamis, kedutaan AS mengatakan bahwa pihaknya “sangat terganggu” dengan adanya penangkapan tersebut. Kedutaan juga menolak tuduhan Turki kepada staf itu.

Perlu diingat, hubungan AS dan Turki semakin tidak harmonis setelah AS berulang kali menolak untuk mengekstradisi pimpinan organisasi FETO, Fethullah Gulen yang dituding sebagai dalan kudeta yang gagal. Selain itu, Turki juga merasa terganggu dengan kebijakan AS yang mempersenjatai militan Kurdi, yang telah dikategorikan sebagai kelompok teroris.

Sumber: The New Arab
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Perjalanan Yogi Setiadi, Bocah 8 Tahun Jadi Mualaf

Dengan diantar oleh ibunya, Yogi Setiadi mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat

Senin, 09/10/2017 19:18 1

Indonesia

Lumbung Desa Cigalontang Mantapkan Langkah Jadi Desa Wisata

Kunjungan 114 pelajar SMA IT Insantama ke Lumbung Desa Sinergi Foundation (LD-SF) di Kampung Cibaeud Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya semakin memantapkan langkah Sinergi Foundation untuk menjadikan LD Cigalontang sebagai desa wisata.

Senin, 09/10/2017 17:02 0

Analisis

Membaca Langkah Turki di Suriah

Membaca langkah kebijakan yang diambil Turki di Suriah sebenarnya tidak rumit. Kita hanya perlu membaca rentetan kejadian-kejadian politik yang terjadi sebelumnya.

Senin, 09/10/2017 16:32 6

Indonesia

Observasi Masyarakat Desa, SMA IT Insantama Kunjungi Lumbung Desa Cigalontang

Para pelajar dari SMA IT Insantama Bogor mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Menengah (LKMM) di daerah terpadu Lumbung Desa Sinergi Foundation, kampung Cibaeud desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya.

Senin, 09/10/2017 11:07 0

Indonesia

Polisi Diminta Tak Ragu Berantas Prostitusi Gay

Bagus Riyono mengatakan bahwa polisi pasti akan mendapat kecaman dari kaum liberal karena membubarkan pesta gay di Harmoni, Jakarta Pusat.

Ahad, 08/10/2017 21:19 0

Indonesia

Undang-undang Dinilai Tak Tegas Sikapi Maraknya LGBT di Indonesia

Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Bagus Riyono menegaskan bahwa saat ini undang-undang di Indonesia belum tegas menyikapi adanya LGBT.

Ahad, 08/10/2017 20:42 0

Indonesia

Kaum Liberal Jadi Penghambat Pemberantasan LGBT di Indonesia

Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono mengungkap cara untuk memberikan efek jera bagi pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Ahad, 08/10/2017 20:12 0

Indonesia

Ngeri, GIB Sebut Bahaya LGBT Multidimensi dan Telah Jadi Gerakan Politik

Dengan bahaya multidimensi, LGBT telah jadi gerakan plitik hingga PBB pun terlibat

Ahad, 08/10/2017 19:37 0

Indonesia

Sebut Homoseks Sebagai Ancaman Bangsa, GIB Apresiasi Polisi Bubarkan Pesta Gay

Gerakan Indonesia Beradab (GIB) menyebut kelompok homoseksual merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia

Ahad, 08/10/2017 18:49 0

Indonesia

Komisioner Komnas HAM Menduga Ada Impor Perilaku Homoseksual

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) merupakan isu global, dan bukan tidak mungkin itu strategi global untuk merusak keadaban Indonesia

Ahad, 08/10/2017 18:02 0

Close