... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amunisi Senjata Brimob Mematikan, Kapuspen: Luar Biasa, TNI Tak Punya Seperti Itu

Foto: Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail menunjukkan senjata Impor yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (30-09-2017) di Mabes Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menyebut amunisi senjata yang diimpor Korps Brimob luar biasa. Bahkan, TNI pun tak memiliki senjata mematikan itu.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menggelar jumpa pers terkait senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) impor yang dibeli Koprs Brimob baru-baru ini. Menurutnya, amunisi senjata itu mematikan.

“Amunisi yang dibeli Brimob merupakan munisi tajam, yang memiliki radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter,” kata Wuryanto di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa.

Kapuspen TNI menjelaskan amunisi senjata itu dapat meledak dua kali. Dari ledakan itu timbul pecahan logam-logam kecil yang dapat melukai dan mematikan. Bahkan, amunisi ini bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras senjata.

“Ini luar bisa. TNI tidak punya senjata seperti itu,” ungkap Wuryanto.

Munisi senjata Stand Alone Grenade Lancher (SAGL) milik Brimob itu tergolong amunisi tajam yang ukurannya tidak sesuai standar. Apabila mengacu Inpres nomor 9 tahun 1976 tentang pengawasan dan pengendalian senjata api, maka kaliber munisi Brimob ini sudah masuk standar militer, yakni 5,56 mm.

Karenanya, Wuryanato menjelaskan meski senjata SAGL sudah diserahkan ke kepolisian, tetapi ribuan amunisinya sejak Senin malam (9/10) dipindahkan ke Mabes TNI. “Polri masih bisa menggunakan senjata SAGL, yang munisinya diganti granat asap yang sesuai standar nonmiliter,” tuturnya.

Kapuspen tak menjelaskan berapa lama amunisi itu disimpan di gudang senjata Mabes TNI. “TNI bertanggung jawab dalam pengamanan selama penyimpangan. Pasti aman disimpan di gudang amunisi TNI karena gudang amunisinya sudah memiliki standar keamanan,” tandas Wuryanto.

Sumber: Antara
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Perjalanan Tim Kemanusiaan ONECARE untuk Rohingya Tembus Myanmar

Demi meringankan beban etnis muslim Rohingya, ONECARE kembali mengutus tim relawan kemanusiaan langsung ke Myanmar

Selasa, 10/10/2017 16:27 0

Foto

Penampakan Masjid Tertua di Arab Saudi Selatan

Masjid Sadreed, yang terletak di utara provinsi Al-Namas di Arab Saudi Selatan, dianggap sebagai salah satu masjid tertua dan bersejarah yang dibangun pada tahun 787 Masehi.

Selasa, 10/10/2017 14:00 0

Palestina

Recoki Proses Rekonsiliasi, Israel Halangi 3 Pemimpin Hamas Berangkat ke Mesir

KIBLAT.NET, Ramallah – Pemerintah Israel dilaporkan telah melarang tiga pemimpin Hamas yang berada di Tepi...

Selasa, 10/10/2017 12:39 0

Video Kajian

Wanita Keluar Rumah Tanpa Mahram – Ust. Dr. A. Zain An Najah .MA.

KIBLAT.NET – Sering muncul pertanyaan, bolehkah perempuan keluar rumah tanpa ada Mahram ? Anda punya...

Selasa, 10/10/2017 10:33 0

Myanmar

Perahu Pengungsi Rohingya Karam, Puluhan Tenggelam

Setidaknya 12 warga Muslim Rohingya tewas dan puluhan lainnya hilang di dekat pantai Bangladesh dalam sebuah kecelakaan perahu, lapor pihak berwenang Bangladesh pada Senin (09/10). Kapal kayu tersebut mengangkut puluhan warga Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

Selasa, 10/10/2017 10:06 0

Amerika

AS dan Turki Saling Batasi Layanan Visa Kunjungan, Apa Pemicunya?

AS dan Turki mengurangi layanan penerbitan visa di negara masing-masing pada hari Ahad. Ini sebagai reaksi dari sebuah perselisihan diplomatik yang semakin meruncing setelah penangkapan seorang staf Turki untuk misi Amerika di Istanbul.

Selasa, 10/10/2017 10:04 0

Turki

Turki Lanjutkan Operasi Peninjauan Wilayah Idlib

“Angkatan bersenjata Turki memulai survei sejak 8 Oktober dengan tujuan mendirikan pos-pos pengawas dalam kerangka proses (pembentukan zona de-eskalasi) di provinsi Idlib,” kata pernyataan militer Turki kepada media pada Senin.

Selasa, 10/10/2017 08:34 0

Philipina

Filipina Akan Serahkan Warganya Terkait ISIS yang Diminta AS

Filipina menuduh warganya Russell Salik dan dua orang lainnya terlibat dalam sebuah rencana serangan atas nama Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) pada bulan Ramadhan 2016 silam.

Selasa, 10/10/2017 07:26 0

Suriah

Delegasi Hamas-Fatah Bertolak ke Kairo

Kedua delegasi ini akan bertemu di Kairo untuk membahas penerapan pemerintahan rekonsiliasi

Selasa, 10/10/2017 06:41 0

Palestina

Israel Tembaki Wilayah Gaza Pakai Tank

Pasukan Israel membombardir pos pemantuan Hamas di perbatasan Jalur Gaza dengan menggunakan tank

Senin, 09/10/2017 18:07 0