... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Undang-undang Dinilai Tak Tegas Sikapi Maraknya LGBT di Indonesia

Foto: Say no for LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB) Bagus Riyono menegaskan bahwa saat ini undang-undang di Indonesia belum tegas menyikapi adanya LGBT. Pasalnya, dalam menindak pelaku LGBT aparat hukum masih menggunakan undang-undang pornografi.

“Sementara ini kita ada undang-undang pornografi itu dasarnya. Indonesia masih belum cukup kuat. Soalnya kalau itu privat, memang agak susah dijerat hukum. Tapi kalau sudah publik memang melanggar undang-undang pornografi,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (08/10).

“Indonesia termasuk kurang kuat soal itu (undang-undang.red). Beda dengan Malaysia, Singapura, China, Rusia, itu lebih kuat sistem hukumnya,” sambungnya.

Ia juga menerangkan bahwa di KUHP, zina itu cuman yang mengkhianati istri atau suami saja yang dipidana. Kalau suka sama suka, lanjutnya, tidak masalah.

“Makanya memang zina itu, kita minta apapun alasanya tetap zina. Baik dengan sesama jenis atau lain jenis, itu namanya zina,” ujarnya.

Bagus juga mnjelaskan bahwa GIB sudah melakukan judicial review soal pasal perzinahan beberapa bulan. Ia berharap akan mendapatkan putusan hakim dalam waktu dekat.

“Tapi nampaknya belum ada keputusan. Saya belum dengar putusan,” tukasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Upaya Sulit AS Bangun Kekuatan Militer dan Polisi Nasional Afghan

Kongres AS merilis sebuah laporan detil mengenai berbagai tantangan dan masalah yang saat ini dihadapi Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghan (ANDSF).

Ahad, 08/10/2017 19:06 0

Rusia

Peringatan 65 Tahun Vladimir Putin Disambut Demonstrasi

Demonstrasi digelar di 12 kota di Rusia, yang terbesar di St. Petersburg

Ahad, 08/10/2017 17:46 0

Amerika

Mengaku ISIS, Intel FBI Cegah Serangan Teror ke New York

Tiga orang ditangkap karena diduga akan merencanakan serangan terhadap konser, landmark, dan sistem kereta bawah tanah di New York City. Penangkapan dilakukan setelah seorang agen FBI menyamar sebagai pendukung ISIS.

Ahad, 08/10/2017 15:48 0

Myanmar

Gencatan Senjata ARSA Berakhir 9 Oktober

Bulan lalu, ARSA menyatakan gencatan senjata di tiga daerah, Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung selama sebulan penuh.

Ahad, 08/10/2017 14:51 0

Amerika

Pasca Referendum, AS Hentikan Suntikan Dana bagi Kurdi

Pejabat Kurdi mengungkapkan pihaknya akan melakukan kesepakatan dengan Donald Trump untuk memperbarui pendanaan sebelum referendum berlangsung. Namun menjelang referendum, semua pembicaraan diputus dan uang dan persenjataan mengering.

Ahad, 08/10/2017 14:08 1

Arab Saudi

Penembakan di Istana Jeddah, Dua Petugas Keamanan dan Pelaku Tewas

Kejadian ini bertepatan saat Raja Salman masih dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Ahad, 08/10/2017 13:51 0

Syam

Turki dan Rusia Gunakan FSA untuk Serang HTS di Idlib

Erdogan berdalih bahwa cara tersebut sebagai upaya untuk memperluas zona de-eskalasi ke Idlib.

Ahad, 08/10/2017 13:17 0

China

Remaja Ini Alami Kebutaan Setelah Main Game Online 24 Jam Tanpa Henti

Kecanduan bermain game membuat Xiaojing mengalami kebutaan. Remaja 21 tahun tersebut menderita kebutaan setelah bermain game tanpa henti selama 24 jam di smartphone miliknya.

Ahad, 08/10/2017 12:54 0

Amerika

Siapa Negara-negara Pemegang Nuklir di Dunia?

Sekitar 90 persen senjata nuklir dunia dipegang oleh Amerika Serikat dan Rusia. Sedangkan sisanya berada di tangan tujuh negara lainnya termasuk Korea Utara yang membentuk sebuah klub nuklir global berskala kecil.

Ahad, 08/10/2017 11:36 0

Video Kajian

Bersatu Selamatkan Muslim Rohingya – Ust. Farid Ahmad Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya belum selesai sampai sekarang. Muslimin disana masih ditempa dan menderita didera...

Ahad, 08/10/2017 10:18 0

Close