Turki dan Rusia Gunakan FSA untuk Serang HTS di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib- Free Syria Army (FSA) melancarkan operasi militer di kawasan yang dikuasai Haiah Tahrir Sham (HTS) di Idlib. Operasi yang dilakukan dalam skala besar itu rupanya dibantu langsung oleh Turki dan Rusia.

Hal itu terungkap setelah pada Sabtu (07/10), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku telah membantu FSA dalam operasi FSA di Idlib tersebut. Erdogan berdalih bahwa cara tersebut sebagai upaya untuk memperluas zona de-eskalasi ke Idlib, yang sebelumnya telah disepakati dengan Rusia dan Iran dalam perundingan Astana.

Erdogan mengaku bahwa sejumlah pasukan Turki telah ditempatkan di Suriah dan masih ada yang siap menyeberangi perbatasan. Sementara dalam operasi ini, FSA tak hanya didukung oleh Turki saja, melainkan juga terkoordinasi dengan Rusia, sekutu Bashar Al-Assad.

“Hari ini, ada operasi serius di Idlib dan akan berlanjut,” kata Erdogan dalam pidato di televisi seperti dikutip dari Arabnews. Ia menambahkan,”Angkatan udara Rusia membantu dari udara, sementara kami berjaga di perbatasan.”

Bulan lalu, perundingan Astana antara Turki, Rusia dan Iran menyepakati perluasan zona de-eskalasi ke kawasan Idlib. Namun, HTS menolak kesepakatan itu dan tetap memilih jalan gerilya dan perang melawan rezim Suriah.

“Pada tahap pertama, sekitar 1.000 tentara FSA akan memasuki Idlib, dipandu oleh petugas militer dan intelijen Turki yang memiliki pengalaman di lapangan,” jelas Erdogan. Erdogan melanjutkan, “Sekitar 5.000 unit komando dari Angkatan Darat Turki akan memblokade jalan antara Idlib dan Afrin.”

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Kebijakan Turki tersebut turut mendapat kritikan pedas dari Syaikh Tariq Abdul Haleem. Ulama asal Mesir itu menegaskan bahwa Turki sengaja memanfaatkan FSA untuk menyerang HTS di Idlib.

“Faktanya (…) militer sekuler Turki memakai FSA untuk menyerang para mujahidin di Idlib. Padahal di sana tidak ada ISIS,” cuit Syaikh Tariq Abdul Haleem di Twitternya.

 

Sumber: Aljazeera, Arabnews
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat