... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ngeri, GIB Sebut Bahaya LGBT Multidimensi dan Telah Jadi Gerakan Politik

Foto: Gerakan politik LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Gerakan Indonesia Beradab (GIB), Bagus Riyono mengungkapkan bahwa saat ini gerakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sudah menjadi gerakan politik, dan bahayanya multidimensi.

“Itu sudah menjadi gerakan politik, bukan sekadar kelainan. Masalahnya tidak sekedar masalah kesehatan jiwa,” kata Bagus saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (08/10).

Ia juga melihat bahwa indikasi gerakan LGBT sudah menjadi gerakan politik adalah adanya intervensi asing dalam penyebaran propaganda LGBT. Bahkan, PBB pun dinilainya terlibat dalam hal ini.

“PBB juga sudah diprogramkan anggaran untuk memprogandakan itu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa banyak pula warga asing yang terlibat dalam prostitusi homoseks di Indonesia. Mereka, kata Bagus, nampaknya merasa punya hak untuk melakukan itu. Sebab, mereka tidak begitu paham atau peduli terhadap hukum di Indonesia.

“Sehingga memang penegakan hukum penting sekali supaya kelompok ini tidak menyepelekan hukum di Indonesia. Mungkin saja mereka di negaranya sendiri memang nggak papa. Tapi kalau di Indonesia kan sistem hukumnya beda, nilai-nilainya beda,” tukasnya

Bagus pun mengingatkan bahaya perilaku LGBT, yang dinilainya multidimensional. “Bahaya LGBT multidimensional. Dari segi kependudukan, itu akan menyebabkan penurunan populasi dan sudah terjadi di beberapa negara-negara maju.

Dia menjelaskan di negara-negara Barat tengah mengalami krisis kependudukan karena jumlah penduduknya menyusut. Selain faktor penduduk yang tidak mau menikah, dan aborsi, LGBT menjadi faktor ynga lain. Pasalnya, para pelaku homoseks tak akan memiliki anak.

BACA JUGA  Dalil dan Hukum Seputar Shalat di Dalam Kakbah

Dari segi kesehatan, banyak sekali penyakit yang disebabkan karena perilaku LGBT. “Penyakit HIV, mereka tidak ngaku. Padahal bukti dari lembaga kesehatan Amerika bahwa resiko terbesar HIV itu pada homoseksual, tapi mereka berusaha menutupnya,” ujarnya.

Padahal, kata dia, jelas secara empiris, klinis, perilaku gay akan membuat spesies manusia punah. “Jadi sangat berbahaya, apalgi itu menyangkut moralitas. Sangat membahayakan,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Upaya Sulit AS Bangun Kekuatan Militer dan Polisi Nasional Afghan

Kongres AS merilis sebuah laporan detil mengenai berbagai tantangan dan masalah yang saat ini dihadapi Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghan (ANDSF).

Ahad, 08/10/2017 19:06 0

Rusia

Peringatan 65 Tahun Vladimir Putin Disambut Demonstrasi

Demonstrasi digelar di 12 kota di Rusia, yang terbesar di St. Petersburg

Ahad, 08/10/2017 17:46 0

Amerika

Mengaku ISIS, Intel FBI Cegah Serangan Teror ke New York

Tiga orang ditangkap karena diduga akan merencanakan serangan terhadap konser, landmark, dan sistem kereta bawah tanah di New York City. Penangkapan dilakukan setelah seorang agen FBI menyamar sebagai pendukung ISIS.

Ahad, 08/10/2017 15:48 0

Myanmar

Gencatan Senjata ARSA Berakhir 9 Oktober

Bulan lalu, ARSA menyatakan gencatan senjata di tiga daerah, Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung selama sebulan penuh.

Ahad, 08/10/2017 14:51 0

Amerika

Pasca Referendum, AS Hentikan Suntikan Dana bagi Kurdi

Pejabat Kurdi mengungkapkan pihaknya akan melakukan kesepakatan dengan Donald Trump untuk memperbarui pendanaan sebelum referendum berlangsung. Namun menjelang referendum, semua pembicaraan diputus dan uang dan persenjataan mengering.

Ahad, 08/10/2017 14:08 1

Arab Saudi

Penembakan di Istana Jeddah, Dua Petugas Keamanan dan Pelaku Tewas

Kejadian ini bertepatan saat Raja Salman masih dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Ahad, 08/10/2017 13:51 0

Syam

Turki dan Rusia Gunakan FSA untuk Serang HTS di Idlib

Erdogan berdalih bahwa cara tersebut sebagai upaya untuk memperluas zona de-eskalasi ke Idlib.

Ahad, 08/10/2017 13:17 0

China

Remaja Ini Alami Kebutaan Setelah Main Game Online 24 Jam Tanpa Henti

Kecanduan bermain game membuat Xiaojing mengalami kebutaan. Remaja 21 tahun tersebut menderita kebutaan setelah bermain game tanpa henti selama 24 jam di smartphone miliknya.

Ahad, 08/10/2017 12:54 0

Amerika

Siapa Negara-negara Pemegang Nuklir di Dunia?

Sekitar 90 persen senjata nuklir dunia dipegang oleh Amerika Serikat dan Rusia. Sedangkan sisanya berada di tangan tujuh negara lainnya termasuk Korea Utara yang membentuk sebuah klub nuklir global berskala kecil.

Ahad, 08/10/2017 11:36 0

Video Kajian

Bersatu Selamatkan Muslim Rohingya – Ust. Farid Ahmad Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya belum selesai sampai sekarang. Muslimin disana masih ditempa dan menderita didera...

Ahad, 08/10/2017 10:18 0

Close