... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mengaku ISIS, Intel FBI Cegah Serangan Teror ke New York

Foto: Polisi New York.

KIBLAT.NET, New York – Tiga orang ditangkap karena diduga akan merencanakan serangan terhadap konser, landmark, dan sistem kereta bawah tanah di New York City. Penangkapan dilakukan setelah seorang agen FBI menyamar sebagai pendukung ISIS.

“Ketiga pria tersebut telah ditangkap dan satu telah mengaku bersalah,” kata Jaksa Distrik Selatan New York seperti dikutip Independent, Sabtu (07/10/2017).

Seorang pria ditangkap di New Jersey, sementara dua lainnya ditangkap di Pakistan dan Filipina – negara-negara asing dimana mereka diduga membantu merencanakan serangan tersebut.

Mereka disebut berencana untuk meledakkan bom di Times Square, tempat tujuan wisata yang populer, dan di kereta bawah tanah. Mereka juga mengatakan telah merencanakan penembakan terhadap warga sipil di sejumlah konser.

Abdulrahman el Bahnasawy, seorang warga Kanada berusia 19 tahun, diduga membeli bahan pembuat bom dan menyewa sebuah kamar yang dekat dari New York untuk menyusun serangan. Talha Haroon, seorang pemuda berusia 19 tahun yang tinggal di Pakistan, dikatakan telah membuat rencana untuk melakukan perjalanan ke New York untuk membantunya. Terdakwa ketiga, Russel Salic dari Pakistan yang berusia 37 tahun, dituduh mendanai operasi tersebut.

El Bahnasawy mengaku bersalah atas tujuh dakwaan pada Oktober lalu. Haroon menghadapi lima dakwaan dan Salic menghadapi tujuh dakwaan, dimana keduanya belum mengakui dakwaan tersebut. Ketiga pria itu telah dijatuhi hukuman ganda dengan hukuman seumur hidup.

BACA JUGA  Hampir 150 Juta Warga AS Terdampak Gelombang Panas Mematikan

AS berharap untuk mengekstradisi Salic dan Haroon dari negara asal mereka untuk menghadapi pengadilan AS. Orang-orang tersebut mengirim pesan elektronik ke agen rahasia yang mengungkapkan keinginan mereka untuk melakukan serangan teroris seperti di Paris dan Brussels di New York City. El Bahnasawy diduga mengirim sms ke agen yang dia harapkan “menciptakan 9/11 berikutnya”.

Haroon diduga mengaku telah berhubungan dengan rekan ISIS di Provinsi Khorasan, dan telah bertemu dengan ahli bahan peledak untuk menentukan bahan yang tepat yang dibutuhkan untuk bom tersebut. Orang-orang tersebut mengklaim bahwa Salic adalah “pendukung ISIS yang terpercaya” yang telah mendanai serangan sebelumnya.

El Bahnasawy ditangkap pada Maret 2016, saat dia melakukan perjalanan dari Kanada ke AS untuk mempersiapkan serangan tersebut. Sementara Haroon dan Salic kemudian ditangkap di negara asal mereka.

Meskipun rencana tersebut ditemukan lebih dari setahun yang lalu, penangkapan tersebut tidak diumumkan sampai 6 Oktober, ketika pihak berwenang yakin bahwa tidak ada orang lain yang terlibat.

Sumber: Independent
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jenderal Gatot: Senjata Saja Dibuat Ribut

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait impor senjata.

Ahad, 08/10/2017 12:28 3

Indonesia

Begini Pandangan Ketum Muhammadiyah tentang TNI

Haedar menjelaskan, Islam, TNI dan kedaulatan bangsa adalah satu napas serta satu jiwa. Kedaulatan bangsa tidak akan lepas dari umat Islam dan TNI. Tanpa TNI dan umat Islam, tidak akan tegak kedaulatan Bangsa Indonesia.

Ahad, 08/10/2017 10:51 0

Indonesia

Di Hadapan Warga Muhammadiyah, Panglima TNI Bicara Sosok KH. Ahmad Dahlan

Pengajian bulanan Muhammadiyah mengundang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pembicara. Di hadapan ratusan warga Muhammadiyah, Gatot menceritakan perihal kemerdekaan Indonesia karena umat Islam.

Ahad, 08/10/2017 10:20 0

Video Kajian

Bersatu Selamatkan Muslim Rohingya – Ust. Farid Ahmad Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya belum selesai sampai sekarang. Muslimin disana masih ditempa dan menderita didera...

Ahad, 08/10/2017 10:18 0

Indonesia

Lokasi Pesta Gay di Harmoni Digerebek Setelah Polisi Terima Laporan Masyarakat

Penggerebekan lokasi pesta gay di T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat bermula dari laporan masyarakat

Sabtu, 07/10/2017 19:37 0

Indonesia

Polisi Gerebek Lokasi Pesta Gay di Harmoni, 7 WNA Turut Diamankan

Polisi mengamankan 51 orang di lokasi pesta gay T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat

Sabtu, 07/10/2017 19:11 0

Indonesia

Panglima TNI Diisukan Berpolitik, Begini Komentar Din Syamsuddin

"Apa yang dilakukan Panglima TNI sekarang pada hemat saya positif, tidak perlu disikapi dengan sinisme, apalagi dengan kecurigaan,"

Sabtu, 07/10/2017 16:34 0

Indonesia

Dekatkan Umat dengan Al Quran, Laznas Yatim Mandiri Gelar Acara Jumpa Juara Hafidz Indonesia

Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri mendatangkan juara Hafidz Indonesia 2017, Ahmad dan Kamil

Sabtu, 07/10/2017 15:49 0

Indonesia

Tiga Tahun di Bawah Jokowi, Demokrasi Dinilai Kian Terancam

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, menilai bahwa tiga tahun kepemimpinan Jokowi, demokrasi justru semakin terancam. Menurutnya, hal itu terlihat dari munculnya Perppu ormas.

Sabtu, 07/10/2017 09:45 0

Indonesia

Rezim Jokowi Dicurigai Neo Liberal dalam Sektor Ekonomi

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, mengeluhkan keadaan ekonomi Indonesia setelah tiga tahun pemerintahan Jokowi. Menurutnya, ada ketidakadilan dalam pemungutan pajak.

Sabtu, 07/10/2017 09:10 0

Close