... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Desak Polisi Tuntaskan Kasus Prostitusi Gay di Harmoni

Foto: Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhamadiyah, Maneger Nasution

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Maneger Nasution mendesak polisi untuk menuntaskan kasus prostitusi gay di harmoni, karena tak sesuai dengan HAM Pancasila.

“Polisi harus menuntaskan kasus tersebut, tidak hanya pelakunya, tetapi juga penyelenggara dan pemilik usaha tersebut,” kata Maneger dalam pernyataan tertulis, Ahad (08/10/2017).

“Perilaku menyimpang itu di samping bertentangan dengan hukum nasional, juga tidak sesuai dengan HAM Pancasila, HAM yang adil dan beradab,” imbuhnya.

Dia menambahkan polisi dalam memproses pelaku, penyelenggara, pengusaha prostitusi sesama jenis tersebut harus sesuai dengan mekanisme hukum nasional. Di samping itu juga harus sesuai dengan HAM Indonesia, sebagaimana tertuang dalam sila kedua Pancasila, HAM yang adil dan beradab.

Selain itu, Maneger juga mengingatkan perlunya penanganan homoseks atau kelompok lesbin, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia secara komprehensif. Bagi korban, negara harus hadir menyiapkan program untuk membantu agar mereka mampu keluar dari lingkaran perilaku seks menyimpang.

“Bagi siapa pun yang mengkampanyekan perilaku menyimpang itu kepada warga negara apalagi kepada anak-anak dan remaja, perlu penegakan hukum yang tegas,” tagasnya.

Penegakan hukum yang tegas, lanjut Maneger, juga harus diberlaakukan kepada pengusaha atau siapa pun yang memfasilitasi bagi terselenggaranya prostitusi sesama jenis.

Seperti diketahui Polres Metro Jakarta Pusat membongkar prostitusi gay di salah satu tempat Spa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Sebanyak 51 orang ditangkap, termasuk 7 orang warga negara asing (WNA).

BACA JUGA  Nasyiatul Aisyiah Ungkapkan Keprihatinan Atas Kondisi KPK

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Mengaku ISIS, Intel FBI Cegah Serangan Teror ke New York

Tiga orang ditangkap karena diduga akan merencanakan serangan terhadap konser, landmark, dan sistem kereta bawah tanah di New York City. Penangkapan dilakukan setelah seorang agen FBI menyamar sebagai pendukung ISIS.

Ahad, 08/10/2017 15:48 0

Myanmar

Gencatan Senjata ARSA Berakhir 9 Oktober

Bulan lalu, ARSA menyatakan gencatan senjata di tiga daerah, Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung selama sebulan penuh.

Ahad, 08/10/2017 14:51 0

Amerika

Pasca Referendum, AS Hentikan Suntikan Dana bagi Kurdi

Pejabat Kurdi mengungkapkan pihaknya akan melakukan kesepakatan dengan Donald Trump untuk memperbarui pendanaan sebelum referendum berlangsung. Namun menjelang referendum, semua pembicaraan diputus dan uang dan persenjataan mengering.

Ahad, 08/10/2017 14:08 1

Arab Saudi

Penembakan di Istana Jeddah, Dua Petugas Keamanan dan Pelaku Tewas

Kejadian ini bertepatan saat Raja Salman masih dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Ahad, 08/10/2017 13:51 0

Syam

Turki dan Rusia Gunakan FSA untuk Serang HTS di Idlib

Erdogan berdalih bahwa cara tersebut sebagai upaya untuk memperluas zona de-eskalasi ke Idlib.

Ahad, 08/10/2017 13:17 0

China

Remaja Ini Alami Kebutaan Setelah Main Game Online 24 Jam Tanpa Henti

Kecanduan bermain game membuat Xiaojing mengalami kebutaan. Remaja 21 tahun tersebut menderita kebutaan setelah bermain game tanpa henti selama 24 jam di smartphone miliknya.

Ahad, 08/10/2017 12:54 0

Amerika

Siapa Negara-negara Pemegang Nuklir di Dunia?

Sekitar 90 persen senjata nuklir dunia dipegang oleh Amerika Serikat dan Rusia. Sedangkan sisanya berada di tangan tujuh negara lainnya termasuk Korea Utara yang membentuk sebuah klub nuklir global berskala kecil.

Ahad, 08/10/2017 11:36 0

Video Kajian

Bersatu Selamatkan Muslim Rohingya – Ust. Farid Ahmad Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya belum selesai sampai sekarang. Muslimin disana masih ditempa dan menderita didera...

Ahad, 08/10/2017 10:18 0

Myanmar

Barat Ingin Myanmar Dipimpin Berdasarkan Demokrasi

Seorang ilmuwan politik Amerika menyatakan bahwa krisis Rohingya memperkuat peran militer dalam politik dan menghalangi transisi demokrasi di Myanmar.

Ahad, 08/10/2017 10:02 0

Afghanistan

Afghanistan Mulai Terima Helikopter Black Hawk dari AS

Presiden Mohammad Ashraf Ghani sesumbar bahwa bahwa tentara Afghanistan bisa menghancurkan para pejuang Taliban.

Ahad, 08/10/2017 09:33 0

Close