... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komisioner Komnas HAM Menduga Ada Impor Perilaku Homoseksual

Foto: Simbol LGBT

KIBLAT.NET, Jakarta – Komnas HAM mendesak polisi menyelidiki dugaan impor perilaku menyimpang homoseksual, menyusul penggerebekan pesta gay di sebuah Spa di Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui Polres Metro Jakarta Pusat membongkar prostitusi gay di salah satu tempat Spa di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (7/10/2017) menyebut sebanyak 51 orang ditangkap, termasuk 7 orang warga negara asing (WNA).

“Polisi juga harus menyelidiki adanya importasi perilaku menyimpang,” kata Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution melaui pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net, Ahad (08/10/2017).

Maneger mengingatkan bahwa perilaku menyimpang Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) merupakan isu global. “Bukan tidak mungkin itu strategi global untuk merusak keadaban Indonesia,” iamabuhnya.

Apalagi seperti dijelaskan Argo, dari 51 orang yang ditangkap di Harmoni, ada tujuh warga negara asing. Di antaranya empat orang warga negara Tiongkok, satu orang warga negara Singapura, satu orang warga negara Thailand, dan satu orang warga negara Malaysia.

Maneger pun mengingatkan pemerintah wajib hadir memastikan bahwa hal yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga Indonesia harus secara bersama-sama meningkatkan kesadaran hukum, regiulitas dan ketahanan keluarga Indonesia.

“Sehingga keluarga Indonesia memiliki imunitas untuk menangkal kampanye-kampanye perilaku menyimpang yang mengintervensi keluarga Indonesia,” pungkasnya.

BACA JUGA  Soal Cadar, Komisi VIII DPR: Menag Harus Menyejukkan

Reporet: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Peringatan 65 Tahun Vladimir Putin Disambut Demonstrasi

Demonstrasi digelar di 12 kota di Rusia, yang terbesar di St. Petersburg

Ahad, 08/10/2017 17:46 0

Amerika

Mengaku ISIS, Intel FBI Cegah Serangan Teror ke New York

Tiga orang ditangkap karena diduga akan merencanakan serangan terhadap konser, landmark, dan sistem kereta bawah tanah di New York City. Penangkapan dilakukan setelah seorang agen FBI menyamar sebagai pendukung ISIS.

Ahad, 08/10/2017 15:48 0

Myanmar

Gencatan Senjata ARSA Berakhir 9 Oktober

Bulan lalu, ARSA menyatakan gencatan senjata di tiga daerah, Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung selama sebulan penuh.

Ahad, 08/10/2017 14:51 0

Amerika

Pasca Referendum, AS Hentikan Suntikan Dana bagi Kurdi

Pejabat Kurdi mengungkapkan pihaknya akan melakukan kesepakatan dengan Donald Trump untuk memperbarui pendanaan sebelum referendum berlangsung. Namun menjelang referendum, semua pembicaraan diputus dan uang dan persenjataan mengering.

Ahad, 08/10/2017 14:08 1

Arab Saudi

Penembakan di Istana Jeddah, Dua Petugas Keamanan dan Pelaku Tewas

Kejadian ini bertepatan saat Raja Salman masih dalam kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Ahad, 08/10/2017 13:51 0

Syam

Turki dan Rusia Gunakan FSA untuk Serang HTS di Idlib

Erdogan berdalih bahwa cara tersebut sebagai upaya untuk memperluas zona de-eskalasi ke Idlib.

Ahad, 08/10/2017 13:17 0

China

Remaja Ini Alami Kebutaan Setelah Main Game Online 24 Jam Tanpa Henti

Kecanduan bermain game membuat Xiaojing mengalami kebutaan. Remaja 21 tahun tersebut menderita kebutaan setelah bermain game tanpa henti selama 24 jam di smartphone miliknya.

Ahad, 08/10/2017 12:54 0

Amerika

Siapa Negara-negara Pemegang Nuklir di Dunia?

Sekitar 90 persen senjata nuklir dunia dipegang oleh Amerika Serikat dan Rusia. Sedangkan sisanya berada di tangan tujuh negara lainnya termasuk Korea Utara yang membentuk sebuah klub nuklir global berskala kecil.

Ahad, 08/10/2017 11:36 0

Video Kajian

Bersatu Selamatkan Muslim Rohingya – Ust. Farid Ahmad Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Konflik Rohingya belum selesai sampai sekarang. Muslimin disana masih ditempa dan menderita didera...

Ahad, 08/10/2017 10:18 0

Myanmar

Barat Ingin Myanmar Dipimpin Berdasarkan Demokrasi

Seorang ilmuwan politik Amerika menyatakan bahwa krisis Rohingya memperkuat peran militer dalam politik dan menghalangi transisi demokrasi di Myanmar.

Ahad, 08/10/2017 10:02 0

Close