... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Barat Ingin Myanmar Dipimpin Berdasarkan Demokrasi

Foto: Militer Myanmar/ilustrasi

KIBLAT.NET, Naypyidaw – Seorang ilmuwan politik Amerika menyatakan bahwa krisis Rohingya memperkuat peran militer dalam politik dan menghalangi transisi demokrasi di Myanmar.

Nehginpao Kipgen, direktur eksekutif Pusat Studi Asia Tenggara memaparkan bahwa krisis Rohingya telah menunjukkan bahwa militer mempunyai peran dalam perpolitikan di Myanmar.

“Kekerasan di Rakhine dan tantangan yang dihadapi proses perdamaian pemerintah menunjukkan bahwa militer akan terus mengkonsolidasikan perannya dalam masalah politik dan keamanan,” ujarnya pada Sabtu (07/10/2017).

Dalam hal ini, Kipgen mengisyaratkan bahwa pemerintah Myanmar akan susah untuk melakukan transisi menuju demokrasi.

“Dengan kata lain, transisi Myanmar menuju demokrasi penuh atau konsolidasi mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun jika tidak puluhan tahun,” katanya.

Selain itu, isu Rohingya akan terus menimbulkan ancaman keamanan dan teritorial apabila masalah kewarganegaraan dan identitas masih menjadi kendala.

“Penting juga bagi rakyat Myanmar untuk memahami bahwa tanpa menangani masalah mendasar dari Rohingya, seperti identitas dan kewarganegaraan, isu Rohingya akan terus menimbulkan ancaman keamanan dan teritorial,” paparnya.

Myanmar selama puluhan tahun berada di bawah kekuasaan junta militer meskipun di bawah kepimimpinan presiden. Pihak barat tampaknya ingin agar negara itu menganut sistem demokrasi seperti negara-negara lain.

Sumber: Anadolu
Reporter: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lokasi Pesta Gay di Harmoni Digerebek Setelah Polisi Terima Laporan Masyarakat

Penggerebekan lokasi pesta gay di T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat bermula dari laporan masyarakat

Sabtu, 07/10/2017 19:37 0

Indonesia

Polisi Gerebek Lokasi Pesta Gay di Harmoni, 7 WNA Turut Diamankan

Polisi mengamankan 51 orang di lokasi pesta gay T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat

Sabtu, 07/10/2017 19:11 0

Indonesia

Panglima TNI Diisukan Berpolitik, Begini Komentar Din Syamsuddin

"Apa yang dilakukan Panglima TNI sekarang pada hemat saya positif, tidak perlu disikapi dengan sinisme, apalagi dengan kecurigaan,"

Sabtu, 07/10/2017 16:34 0

Indonesia

Dekatkan Umat dengan Al Quran, Laznas Yatim Mandiri Gelar Acara Jumpa Juara Hafidz Indonesia

Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri mendatangkan juara Hafidz Indonesia 2017, Ahmad dan Kamil

Sabtu, 07/10/2017 15:49 0

Indonesia

Tiga Tahun di Bawah Jokowi, Demokrasi Dinilai Kian Terancam

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, menilai bahwa tiga tahun kepemimpinan Jokowi, demokrasi justru semakin terancam. Menurutnya, hal itu terlihat dari munculnya Perppu ormas.

Sabtu, 07/10/2017 09:45 0

Indonesia

Rezim Jokowi Dicurigai Neo Liberal dalam Sektor Ekonomi

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, mengeluhkan keadaan ekonomi Indonesia setelah tiga tahun pemerintahan Jokowi. Menurutnya, ada ketidakadilan dalam pemungutan pajak.

Sabtu, 07/10/2017 09:10 0

Video News

Konfrontasi PKI dengan Umat Islam (Bag 2) – Hanibal Wijayanta

KIBLAT.NET – Isu PKI kembali menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Acara nonton bersama film...

Sabtu, 07/10/2017 08:30 0

Indonesia

Politisi PKS: Kelebihan Jokowi Hanya di Wajahnya yang “Wong Ndeso”

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, mengkritik kepemimpinan Jokowi-JK setelah berjalan tiga tahun. Tak tanggung-tanggung, ia menilai bahwa kelebihan Jokowi hanya di wajahnya yang terlihat 'wong ndeso'.

Sabtu, 07/10/2017 08:25 0

Indonesia

Tiga Tahun Jokowi-JK, Politisi PKS: Politik Gaduh, Ekonomi Jeblok

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil memberikan penilaian terhadap kepemimpinan Jokowi-JK selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kepemimpinan Jokowi-JK tidak memberikan kemajuan politik maupun ekonomi.

Jum'at, 06/10/2017 20:13 0

Indonesia

Faktor Usia, TPM Minta Ustadz ABB Dijadikan Tahanan Kota

Melihat faktor umur dan kesehatan ABB, kata Farid, tentunya penanganan dan pelayanannya tidak bisa disamakan dengan narapidana lainnya.

Jum'at, 06/10/2017 18:53 0

Close