... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Afghanistan Mulai Terima Helikopter Black Hawk dari AS

Foto: Helikopter Black Hawk diturunkan dari pesawat.

KIBLAT.NET, Kabul – Pemerintah Afghanistan kembali menerima helikopter Black Hawk jenis UH-60 buatan AS.

Menurut Kementerian Pertahanan Kabul, AS telah berjanji untuk menyediakan hingga 159 pesawat militer dan transportasi baru, termasuk 119 helikopter Black Hawk UH-60 sampai tahun 2023.

Menanggapi hal ini, Presiden Mohammad Ashraf Ghani sesumbar bahwa bahwa tentara Afghanistan bisa menghancurkan para pejuang Taliban.

“Jika Taliban berpikir mereka bisa mengalahkan pasukan Afghanistan mereka harus melupakannya. Mereka punya satu pilihan dan itu adalah untuk bergabung dalam proses perdamaian,” katanya pada Sabtu (07/10).

“Kami tidak ingin pertumpahan darah, kami hanya ingin mempertahankan negara kami dan itu adalah hak kami yang sah,” tambahnya.

Sementara itu, komandan pasukan AS di Afghanistan Jenderal John Nicholson mengklaim bahwa Taliban semakin lemah dari hari ke hari.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendukung dan memberikan sejumlah alutsista kepada Afghanistan untuk menggempur para pejuang Taliban.

“Kami akan terus mendukung pasukan Afghanistan, dan helikopter-helikopter ini yang berdiri di belakang saya adalah contoh yang jelas tentang hal itu,” ujarnya.

Perlu diketahui, helikopter Black Hawk UH-60 telah tiba di provinsi Kandahar selatan bulan lalu. Hal ini sendiri merupakan kelanjutan rencana tentara AS untuk menggantikan helikopter Mi-17 dan Mi-35 Soviet yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Afghanistan.

Sumber: Anadolu
Reporter: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lokasi Pesta Gay di Harmoni Digerebek Setelah Polisi Terima Laporan Masyarakat

Penggerebekan lokasi pesta gay di T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat bermula dari laporan masyarakat

Sabtu, 07/10/2017 19:37 0

Indonesia

Polisi Gerebek Lokasi Pesta Gay di Harmoni, 7 WNA Turut Diamankan

Polisi mengamankan 51 orang di lokasi pesta gay T-1 Sauna dan Gym, Kawasan Harmoni, Jakarta Pusat

Sabtu, 07/10/2017 19:11 0

Indonesia

Panglima TNI Diisukan Berpolitik, Begini Komentar Din Syamsuddin

"Apa yang dilakukan Panglima TNI sekarang pada hemat saya positif, tidak perlu disikapi dengan sinisme, apalagi dengan kecurigaan,"

Sabtu, 07/10/2017 16:34 0

Indonesia

Dekatkan Umat dengan Al Quran, Laznas Yatim Mandiri Gelar Acara Jumpa Juara Hafidz Indonesia

Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri mendatangkan juara Hafidz Indonesia 2017, Ahmad dan Kamil

Sabtu, 07/10/2017 15:49 0

Indonesia

Tiga Tahun di Bawah Jokowi, Demokrasi Dinilai Kian Terancam

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, menilai bahwa tiga tahun kepemimpinan Jokowi, demokrasi justru semakin terancam. Menurutnya, hal itu terlihat dari munculnya Perppu ormas.

Sabtu, 07/10/2017 09:45 0

Indonesia

Rezim Jokowi Dicurigai Neo Liberal dalam Sektor Ekonomi

Ketua Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto SIP, mengeluhkan keadaan ekonomi Indonesia setelah tiga tahun pemerintahan Jokowi. Menurutnya, ada ketidakadilan dalam pemungutan pajak.

Sabtu, 07/10/2017 09:10 0

Video News

Konfrontasi PKI dengan Umat Islam (Bag 2) – Hanibal Wijayanta

KIBLAT.NET – Isu PKI kembali menjadi perbincangan hangat di negeri ini. Acara nonton bersama film...

Sabtu, 07/10/2017 08:30 0

Indonesia

Politisi PKS: Kelebihan Jokowi Hanya di Wajahnya yang “Wong Ndeso”

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, mengkritik kepemimpinan Jokowi-JK setelah berjalan tiga tahun. Tak tanggung-tanggung, ia menilai bahwa kelebihan Jokowi hanya di wajahnya yang terlihat 'wong ndeso'.

Sabtu, 07/10/2017 08:25 0

Indonesia

Tiga Tahun Jokowi-JK, Politisi PKS: Politik Gaduh, Ekonomi Jeblok

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil memberikan penilaian terhadap kepemimpinan Jokowi-JK selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kepemimpinan Jokowi-JK tidak memberikan kemajuan politik maupun ekonomi.

Jum'at, 06/10/2017 20:13 0

Indonesia

Faktor Usia, TPM Minta Ustadz ABB Dijadikan Tahanan Kota

Melihat faktor umur dan kesehatan ABB, kata Farid, tentunya penanganan dan pelayanannya tidak bisa disamakan dengan narapidana lainnya.

Jum'at, 06/10/2017 18:53 0

Close