... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Netizen Permasalahkan Pidato Jokowi di HUT TNI, Ini Alasannya

Foto: Jokowi saat menghadiri perayaan HUT TNI di Banten [foto: Gatracom]

KIBLAT.NET, Jakarta – Pidato Jokowi saat menjadi inspektur upacara dalam Hari Ulang Tahun TNI ke-72 di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017) pagi, di bully oleh para netizen. Dalam pidatonya, presiden Joko Widodo mengingatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk setia kepada pemerintahan yang sah.

“Loyalitas negara itu kesetiaan kepada pemerintah yang sah,” ujar Jokowi di hadapan ribuan prajurit TNI yang hadir seperti yang dikutip dari salah satu media online nasional.

Atas pidato itu, banyak netizen yang membullynya, karena dalam sumpahnya, TNI loyalitas kepada negara dan bangsa bukan pemerintahan yang sah. Salah satunya komentar akun @BoengParno, dia menilai pidato Jokowi tersebut blunder.

“BLUNDER! TNI setia kepada negara, bukan pemerintah! > Jokowi Ingatkan TNI Untuk Setia kepada Pemerintahan yang Sah,” tulisnya.

Selain itu, akun Dody Setyaji juga menilai bahwa sumpah prajurit bukan untuk penguasa atau pemerintahan tetapi Negara.

“TNI kan setia pada sapta marga dan negara, Sumpah prajurit kan bukan untuk penguasa dan pemerintah tetapi negara,” tulisnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh Peopleofthelie dengan akun @kreator07.

“Ga ada itu setia kpd pemerintah. Yg ada setia pd bangsa dan negara. Kl pemerintah nya nyengsarain rakyat, masa mau didukung jg?” ujarnya.

Terakhir komentar dari Kuntoaji yang meralat bahwa setia TNI kepada Negara bukan pemerintah yang sah.

BACA JUGA  Mahfud MD: Penularan Covid-19 Tak Ditentukan Pilkada

“Lebih tepatnya kepada negara pak. Jika pemerintah sah malah membuat negara jd terjajah gak mungkin bela pemerintah tsb.,” ujarnya.

Reporter: Furqon Amrullah
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Spanyol Tolak Mediasi Internasional soal Referendum Catalonia

Madrid bersikeras bahwa tidak ada yang perlu dinegosiasikan. Bahkan pemerintah pusat bekas negara kolonial ini menuntut para pemimpin Catalan untuk menghormati hukum dengan tidak menindaklanjuti referendum.

Kamis, 05/10/2017 19:10 0

News

Selain First Travel, Kemenag Cabut Izin 23 Penyelenggara Umroh Bermasalah

Sekretaris Direktorat Penyelenggara ibadah Haji dan Umroh, Muhajirin Yanis, mengungkapkan saat ini ada dua puluh empat PPIU yang sudah dicabut izinnya. Termasuk diantaranya First Travel.

Kamis, 05/10/2017 18:45 0

Amerika

‘Pelaku Teror Las Vegas Bukan Muslim, Mengapa Tidak Disebut Teroris?’

Aksi penembakan di Las Vegas yang dilakukan Stephen Paddock tak disebut teroris mengundang reaksi luas

Kamis, 05/10/2017 18:14 0

Rusia

Raja Arab Saudi ke Rusia, Ini yang Akan Dibahas

Raja Salman disambut di bandara Vnukovo oleh pejabat senior Rusia yang diiringi parade band militer. Ia akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev pada hari Jumat.

Kamis, 05/10/2017 16:00 0

Pakistan

PBB Didesak Tangani Krisis Kashmir

Konflik Kashmir mungkin adalah konflik paling berbahaya di dunia karena perlombaan nuklir dan rudal spiral antara India dan Pakistan ditambah dengan permusuhan historis yang menyebabkan perang antara dua rival.

Kamis, 05/10/2017 15:05 1

Eropa

PBB: Kejahatan HAM di Myanmar Tidak Bisa Ditolerir 

PBB menyatakan bahwa kekerasan yang dilancarkan pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya merupakan bentuk kejahatan terhadap HAM.

Kamis, 05/10/2017 14:14 0

Turki

Berencana Bunuh Erdogan, 34 Orang Divonis Seumur Hidup

Pengadilan Turki memutuskan hukuman seumur hidup kepada 34 orang karena merencanakan pembunuhan terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan di sebuah hotel mewah Aegean selama kudeta yang gagal tahun lalu.

Kamis, 05/10/2017 13:40 0

Afghanistan

Begini Strategi Baru AS Hadapi Taliban di Afghanistan

Pejabat AS menilai bahwa pasukan Afghanistan tidak terbukti bisa menghentikan Taliban dalam operasi defensif. "Mereka harus mencoba menyerang sebagai gantinya," kata Mattis.

Kamis, 05/10/2017 13:13 0

Eropa

Uni Eropa Adakan Dialog Khusus terkait Referendum Catalonia

Menghadapi debat darurat di Parlemen Eropa terkait kemerdekaan Catalan, Wakil Presiden Komisi Eropa Frans Timmermans mendesak semua pemimpin Eropa untuk mengadakan pembicaraan.

Kamis, 05/10/2017 10:53 0

Afrika

Serangan Mematikan Sergap Patroli Pasukan Khusus AS di Niger

Sedikitnya tiga anggota pasukan khusus AS dan lima tentara Niger tewas akibat disergap oleh pasukan bersenjata di barat daya Niger pada Rabu (04/10). Belum diketahui kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kamis, 05/10/2017 09:41 0

Close
CLOSE
CLOSE